Rencana eksplorasi dan pemanfaatan energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran terus memantik perhatian publik. Menyusul penegasan pihak PT PLN (Persero) bahwa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan, penyusunan dokumen studi kelayakan, serta koordinasi bersama para pihak, gelombang penolakan dari masyarakat dan aktivis lingkungan semakin menguat.
Dukungan penuh terhadap kekhawatiran warga di kaki Gunung Ungaran disuarakan oleh Aliansi Jaga Alam Lestari Kabupaten Semarang (Jagat Semarang). Komunitas yang konsisten mengawal isu-isu kelestarian lingkungan di wilayah Semarang dan sekitarnya ini menyatakan siap berada di barisan terdepan untuk membela hak-hak warga terdampak.
Ketua Jagat Semarang, DR(C) Apt. Bagus Setiawan, S.Farm., M.Si., menegaskan bahwa rencana pengeboran panas bumi di Gunung Ungaran bukan sekadar isu teknis pembangunan energi baru terbarukan, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup ratusan ribu jiwa yang menggantungkan mata pencahariannya pada ekosistem gunung tersebut.
“Bagi masyarakat perkotaan, air mungkin tinggal memutar keran. Namun bagi para petani di lereng Gunung Ungaran, air adalah nyawa,” tegas Bagus Setiawan saat memberikan keterangannya.
Ia menerangkan bahwa Gunung Ungaran berfungsi sebagai ‘spons’ raksasa dan tandon air alami yang mengaliri berbagai wilayah strategis, mulai dari Kecamatan Bandungan, Ambarawa, Sumowono, Boja, hingga area hilir seperti Kendal dan Kota Semarang. Lebih dari 500 ribu jiwa menggantungkan ketersediaan air bersih dan mata pencaharian pertanian mereka dari kawasan penangkapan air ini.
Siap Dampingi Langkah Hukum dan Desak Pembatalan Total
Menganggapi klaim pihak pengembang dan pemerintah yang menyebutkan proyek masih berada dalam fase kajian formal, Bagus menegaskan bahwa sikap masyarakat tidak cukup berhenti pada retorika penundaan sementara.
“Jangan hanya bisa berkata ditunda! Kita harus tegas mengatakan batalkan! Bumi ini bukan warisan dari nenek moyang kita, tapi titipan untuk anak cucu kita. Alam hari ini akan menentukan kehidupan esok nanti,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Jagat Semarang berkomitmen penuh untuk mengawal perjuangan warga terdampak di wilayah Kabupaten Semarang, Kendal, hingga kawasan sekitarnya. Bila diperlukan, Jagat Semarang siap memberikan pendampingan hukum dan advokasi ekologis secara menyeluruh untuk melakukan berbagai upaya hukum guna membatalkan dan menolak rencana eksplorasi geothermal tersebut secara permanen.
Komunitas ini mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari petani, pemuda, hingga akademisi—untuk bersatu memperjuangkan kelestarian hutan, ketersediaan air, dan masa depan lingkungan hidup di Gunung Ungaran demi terwujudnya Kabupaten Semarang yang tetap lestari.