• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 15 August 2026

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

Oleh : Antonius Utomo

Kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) semakin menunjukkan peran strategisnya dalam mengelola dan mengoptimalkan aset negara. Setelah melewati lebih dari satu tahun sejak mulai beroperasi, Danantara tidak lagi sekadar dipandang sebagai lembaga pengelola investasi, tetapi mulai tampil sebagai instrumen penting dalam mendorong produktivitas aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus memperkuat fondasi perekonomian nasional.

Danantara sendiri dibentuk dengan mandat untuk mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN guna mendukung industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Pendekatan yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada kepemilikan aset, tetapi juga bagaimana aset tersebut dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara dan masyarakat.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa skala tanggung jawab Danantara semakin besar. Pada Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa nilai aset yang dikelola Danantara telah melampaui US$1.000 miliar. Besarnya skala tersebut menggambarkan posisi strategis Danantara dalam lanskap ekonomi Indonesia sekaligus membuka peluang untuk mengoptimalkan aset negara melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi.

Salah satu bukti nyata peran tersebut terlihat dari langkah Danantara dalam memperkuat industri manajemen investasi nasional. Pada Juli 2026, sejumlah perusahaan manajemen aset BUMN diarahkan ke dalam ekosistem Danantara Asset Management. Empat perusahaan yang terkait dengan langkah tersebut secara kolektif memiliki dana kelolaan lebih dari Rp170 triliun per Juni 2026. Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya membangun industri pengelolaan investasi yang lebih kuat, efisien, kompetitif, dan mampu bersaing di tingkat global.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan aset negara tidak harus berhenti pada pencatatan nilai kepemilikan. Aset dapat dikonsolidasikan, dikelola secara profesional, kemudian diarahkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Dengan pendekatan semacam ini, Danantara memiliki ruang untuk menciptakan efisiensi sekaligus membuka peluang investasi baru yang dapat memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian.

Peran Danantara juga terlihat dalam upaya menghidupkan kembali aset BUMN yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Pada awal Agustus 2026, Kementerian Kebudayaan mengungkapkan rencana pemanfaatan sejumlah aset Danantara yang mangkrak untuk dijadikan museum. Tiga aset yang disiapkan antara lain eks Gedung Asuransi Jasa Raharja di Kota Tua Jakarta untuk Museum Film, gedung eks Jiwasraya di Jalan Asia Afrika Bandung untuk Museum Musik, serta aset di kawasan Kota Lama Semarang untuk Museum Fotografi.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon aset-aset yang dimiliki Danantara ini merupakan gedung mangkrak selama 10 tahun, bahkan terdapat gedung yang berusia 100 tahun dan sudah menjadi cagar budaya. Hal ini sebagai upaya pemerintah untuk memajukan kebudayaan nasional.

Pemanfaatan tersebut memberikan gambaran menarik bahwa optimalisasi aset negara tidak selalu berarti menjual atau mengejar keuntungan finansial secara langsung. Aset yang sebelumnya tidak produktif dapat diubah menjadi ruang yang memiliki nilai ekonomi, sosial, sejarah, dan kebudayaan. Dalam konteks ini, Danantara dapat menjadi bagian dari proses mengubah aset yang pasif menjadi sumber manfaat baru bagi masyarakat.

Peran strategis Danantara juga semakin terlihat dalam proyek-proyek besar nasional. Reuters pada awal Agustus 2026 melaporkan bahwa pemerintah Indonesia berencana mengambil alih kendali atas perusahaan pengelola proyek kereta cepat yang menghadapi berbagai tantangan. Langkah tersebut dikoordinasikan melalui Kementerian Keuangan dan Danantara dengan tujuan memperkuat pengawasan, stabilitas, penyelesaian, serta pengoperasian proyek infrastruktur tersebut.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria dalam mengatakan bahwa pengambilalihan pengendalian itu bukan sekadar transaksi pembelian saham, melainkan langkah besar untuk membangun kekuatan baru dalam industri manajemen investasi nasional. Danantara memastikan seluruh kekuatan itu akan diarahkan melalui strategi dan tata kelola yang semakin baik agar mampu tumbuh lebih kuat, lebih kompetitif, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.

Berbagai perkembangan itu memperlihatkan bahwa Danantara mulai menempati posisi penting dalam pengelolaan aset strategis Indonesia. Namun, besarnya mandat tentu harus diikuti dengan tata kelola yang kuat dan transparan. Pengelolaan aset negara dalam skala besar membutuhkan sistem pengawasan yang konsisten agar setiap keputusan investasi dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar memberikan manfaat bagi kepentingan nasional. Komisi Pemberantasan Korupsi juga telah mendorong penguatan tata kelola investasi dan pencegahan korupsi sistemik sejak awal dalam pengelolaan Danantara.

Karena itu, keberhasilan Danantara ke depan tidak semata-mata diukur dari besarnya aset yang dikelola, tetapi dari kemampuannya meningkatkan produktivitas aset tersebut. Ketika aset BUMN yang sebelumnya belum optimal dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan baru, ketika investasi dapat diarahkan untuk memperkuat industri nasional, dan ketika tata kelola semakin transparan, maka keberadaan Danantara akan memberikan dampak yang semakin nyata.

Pada akhirnya, Danantara memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu fondasi penting dalam transformasi ekonomi Indonesia. Pengelolaan aset negara yang profesional, terintegrasi, dan berorientasi jangka panjang dapat menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional. Perkembangan sepanjang 2026 menunjukkan bahwa proses tersebut mulai berjalan. Tantangan berikutnya adalah memastikan momentum positif ini terus dijaga sehingga aset negara bukan hanya menjadi angka dalam laporan, melainkan benar-benar menjadi kekuatan produktif yang mampu mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

)* Pengamat Kebijakan Publik

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

August 15, 2026

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

August 15, 2026

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara Oleh : Antonius Utomo Kehadiran Badan Pengelola…

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya…

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Oleh : Rivka Mayangsari Menjelang peringatan Hari Ulang…

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan optimisme terhadap masa depan bangsa. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, perlombaan, maupun berbagai kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan. Karena itu, suasana perayaan perlu dijaga agar berlangsung aman, tertib, damai, dan penuh kegembiraan sehingga semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Momentum kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Kegembiraan yang hadir di tengah masyarakat menjadi cerminan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi bangsa. Berbagai kegiatan seperti kerja bakti, pemasangan bendera, perlombaan antarkampung, kegiatan kebudayaan, hingga aktivitas komunitas di ruang publik dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Di tengah dinamika nasional yang berkembang, kegiatan tersebut juga penting untuk menjaga ruang sosial tetap positif dan tidak mudah dipengaruhi oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan. Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap stabilitas keamanan menjelang peringatan kemerdekaan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan bahwa situasi dalam negeri hingga saat ini berada dalam kondisi terkendali. Penegasan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Menurut Djamari, perkembangan situasi nasional masih berada dalam kendali pemerintah dan aparat keamanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk mempersiapkan berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pernyataan Djamari sekaligus memberikan pesan bahwa stabilitas nasional merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pemerintah terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, menghindari tindakan provokatif, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Dengan kondisi keamanan yang terkendali, momentum kemerdekaan dapat dirayakan secara lebih nyaman dan positif. Pesan untuk menjaga kondusivitas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Pihaknya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu keamanan yang beredar menjelang HUT ke-81 RI. Sahroni mendorong masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan menjaga kepentingan Republik Indonesia secara bersama-sama. Ajakan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis, terutama ketika ruang publik dan media sosial dipenuhi berbagai informasi mengenai perkembangan nasional. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.