• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Literasi Digital Generasi Muda Jadi Fondasi Resiliensi Media Nasional

Literasi Digital Generasi Muda Jadi Fondasi Resiliensi Media Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 20 July 2026

Literasi Digital Generasi Muda Jadi Fondasi Resiliensi Media Nasional

Jakarta – Pemerintah mendorong penguatan literasi digital generasi muda sebagai fondasi resiliensi media nasional di tengah meningkatnya hoaks, disinformasi, manipulasi informasi, dan penyalahgunaan kecerdasan artifisial. Pelajar dinilai perlu memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terprovokasi maupun ikut menyebarkan konten yang belum terverifikasi.

 

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal MPR RI Budi Muliawan mengatakan tantangan generasi muda saat ini berbeda dibandingkan masa sebelumnya. Ancaman terhadap persatuan bangsa tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga bergerak melalui ruang digital dan memengaruhi cara masyarakat memahami suatu persoalan.

 

“Karakter kebangsaan tidak cukup dipelajari di dalam kelas, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat bermedia sosial. Salah satu bentuk bela negara di era digital adalah tidak mudah percaya pada hoaks dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Budi.

 

Menurutnya, Generasi Z merupakan kelompok yang tumbuh bersama internet sehingga memiliki peran besar dalam membentuk budaya komunikasi digital. Posisi tersebut membuat generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen dan penyebar konten yang dapat memengaruhi masyarakat luas.

 

Budi mengingatkan algoritma media sosial dapat menciptakan filter bubble dengan terus menampilkan konten yang sesuai kebiasaan pengguna. Kondisi itu berpotensi mempersempit sudut pandang, memperkuat prasangka, dan membuat seseorang lebih mudah menolak informasi yang berbeda.

 

Karena itu, pelajar perlu membiasakan diri memeriksa sumber, membandingkan informasi, berdiskusi secara terbuka, serta menghargai perbedaan pendapat. Etika digital juga harus diterapkan dengan menghindari perundungan siber, ujaran kebencian, dan penyebaran konten negatif.

 

Penguatan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dinilai menjadi benteng penting agar generasi muda mampu menggunakan kebebasan berekspresi secara bertanggung jawab. Nilai kebangsaan juga membantu pelajar memahami bahwa setiap aktivitas digital memiliki dampak sosial.

 

Pemerintah mendorong sekolah dan keluarga menyediakan pendampingan yang konsisten. Generasi muda juga perlu diberi ruang untuk menyampaikan gagasan melalui kanal digital yang sehat, santun, dan terbuka.

 

Literasi digital yang kuat akan membentuk generasi yang mampu menjaga kualitas informasi, memperkuat kredibilitas media, serta melawan narasi yang memecah persatuan. Dengan keterlibatan aktif generasi muda, resiliensi media nasional dapat tumbuh dari kebiasaan sederhana, yaitu berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan menggunakan teknologi untuk pendidikan, kreativitas, serta kepentingan bangsa. #

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.