• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintah Pastikan Ekonomi Indonesia Jauh dari Ancaman Krisis

Pemerintah Pastikan Ekonomi Indonesia Jauh dari Ancaman Krisis

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 7 July 2026

Pemerintah Pastikan Ekonomi Indonesia Jauh dari Ancaman Krisis

Jakarta – Pemerintah memastikan kondisi perekonomian Indonesia saat ini tetap berada dalam kondisi stabil dan memiliki fondasi yang kuat sehingga kekhawatiran akan terulangnya krisis ekonomi seperti pada 1998 dinilai tidak beralasan. Optimisme tersebut didasarkan pada berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan ketahanan nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dibandingkan menjelang krisis 1998. Menurutnya, berbagai indikator fundamental memperlihatkan perekonomian nasional berada pada jalur yang sehat.

“Kalau melihat berbagai indikator ekonomi yang ada, fondasi perekonomian nasional saat ini sangat kuat. Kondisi itulah yang membuat situasi ekonomi Indonesia tetap terjaga dan berlangsung dengan sangat stabil,” ujar Qodari.

 

Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan, sementara inflasi berada di level 3,08 persen dan masih tergolong terkendali. Selain itu, rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) berkisar 40 hingga 41 persen atau masih jauh di bawah batas maksimal 60 persen yang ditetapkan pemerintah.

 

Qodari juga menilai sektor perbankan nasional kini jauh lebih tangguh dibandingkan masa krisis 1998 karena didukung tingkat kecukupan modal yang kuat. Menurutnya, keberadaan Lembaga Penjamin Simpanan turut memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.

 

“Perbedaan paling mendasar dibandingkan situasi tahun 1998 adalah sekarang kita telah memiliki Lembaga Penjamin Simpanan. Kehadiran lembaga tersebut memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan,” katanya.

 

Sebagai bentuk respons terhadap dinamika ekonomi global, pemerintah juga memberikan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram kepada produsen tahu dan tempe guna menekan dampak kenaikan harga kedelai dunia.

 

“Setiap persoalan yang dirasakan masyarakat langsung diterima oleh jajaran pembantu Presiden Prabowo Subianto dan segera dilaporkan kepada Bapak Presiden agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” tutur Qodari.

 

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 dapat mendekati 6 persen apabila kondisi geopolitik global membaik. Menurutnya, stabilnya harga minyak dunia akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengalihkan anggaran subsidi energi ke sektor-sektor produktif.

 

“Saya berharap kondisi ekonomi global semakin membaik dan harga minyak dunia kembali stabil. Dengan begitu, anggaran yang sebelumnya digunakan untuk subsidi energi dapat dimanfaatkan untuk sektor lain yang lebih produktif sehingga pertumbuhan ekonomi bisa dipercepat,” ujar Purbaya.

 

Ia menegaskan seluruh kebijakan ekonomi pemerintah akan diarahkan untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029.

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.