• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Kuliner»Filosofi di Balik Secangkir Kopi Gontor 5 Magelang, Ketika Keikhlasan Bertemu dengan Keahlian Racik Profesional

Filosofi di Balik Secangkir Kopi Gontor 5 Magelang, Ketika Keikhlasan Bertemu dengan Keahlian Racik Profesional

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 30 June 2026

Pondok Modern Darul Qiyam Gontor 5 Magelang selama ini dikenal sebagai kawah candradimuka yang menempa para santri dengan disiplin tinggi, penguasaan bahasa asing, dan nilai-nilai keagamaan yang kokoh. Namun, jika Anda berkunjung ke sana akhir-akhir ini, ada aroma lain yang menyeruak di antara lantunan ayat suci dan bait-bait mahfuzhat. Aroma itu adalah wangi biji kopi yang sedang dipanggang dan diekstraksi.

Di tengah sejuknya udara pegunungan Magelang yang asri, berdiri Coffee Shop Gontor Kopi. Ini bukan sekadar tempat nongkrong biasa, melainkan sebuah ruang kelas terbuka tempat teori kehidupan dan bisnis dipraktikkan secara nyata. Uniknya, motor utama dari gerakan ini adalah para ustadz mereka sendiri.

Lebih dari Sekadar Pengajar: Multitalenta di Balik Meja Barista

Selama ini, stigma masyarakat terhadap figur ustadz sering kali terbatas pada mimbar masjid atau ruang kelas formal. Gontor 5 mematahkan sekat tersebut. Di Gontor Kopi, kita bisa melihat pemandangan yang mengagumkan: seorang ustadz yang siangnya mengajar kitab atau bahasa Arab, sorenya dengan sangat lihai memegang gooseneck kettle, mengukur gramasi biji kopi, dan mempraktikkan teknik manual brew dengan presisi tinggi.

Kemahiran para ustadz dalam meracik segala macam jenis kopi mulai dari espresso base yang modern hingga teknik manual seperti V60, Vietnam Drip, atau French Press—menunjukkan satu hal penting: totalitas. Dalam filsafat Gontor, ada prinsip “Bondo, Bahu, Pikir, Lekas Nek Perlu”. Ketika para ustadz ini menceburkan diri ke dunia kopi, mereka tidak setengah-setengah. Mereka belajar menjadi ahli, memahami notes rasa dari tiap biji kopi, dan menyajikannya secara profesional.

Pendidikan Kontekstual di Tengah Alam Magelang

Mengapa ini menjadi penting? Karena inilah wujud nyata dari pendidikan kontekstual. Belajar bisnis dan kemandirian tidak lagi hanya bersumber dari teks buku ekonomi yang kaku.

Di bawah bimbingan para ustadz yang juga bertindak sebagai mentor bisnis, para santri dilatih untuk mengelola Gontor Kopi secara profesional. Mereka belajar tentang supply chain (rantai pasok) biji kopi, manajemen keuangan, hospitality (pelayanan pelanggan), hingga menjaga konsistensi rasa.

Semua proses belajar ini terjadi di tengah suasana pegunungan Magelang yang sejuk dan asri. Lingkungan yang tenang ini justru memberikan ruang bagi para santri untuk berpikir lebih dalam dan merenung.

Menatap hamparan alam sambil mempelajari cara mengoperasikan mesin espresso membuat proses transfer ilmu terasa lebih organik, mendalam, dan jauh dari kesan menjemukan.

​Kopi, Kemandirian, dan Dakwah Ekonomi

​Gontor Kopi adalah sublimasi dari nilai kemandirian.Melalui unit usaha ini, pesantren memberikan teladan bahwa dakwah tidak melulu soal lisan, tetapi juga soal kemandirian ekonomi. Ketika pesantren mampu berdikari lewat sektor kuliner kopi yang sedang tren, marwah lembaga pendidikan Islam akan semakin kuat.

Bagi para santri, melihat ustadz mereka mahir meracik kopi dan mengelola bisnis adalah sebuah suntikan motivasi yang luar biasa. Mereka melihat langsung bahwa menjadi seorang Muslim yang taat dan berilmu agama luas tidak menghalangi seseorang untuk menjadi profesional di bidang industri modern.

Secangkir kopi dari Coffee Shop Gontor Kopi di Darul Qiyam bukan sekadar pelepas dahaga atau penahan kantuk. Di dalam tiap tetesnya, ada perpaduan antara doa seorang ustadz, kerja keras para santri, keindahan alam Magelang, dan sebuah visi besar tentang masa depan umat yang mandiri secara ekonomi.

Para ustadz di Gontor 5 telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya ahli dalam menata hati dan pikiran santri, tetapi juga sangat andal dalam meracik kopi yang memikat rasa. Dari pesantren untuk dunia, lewat secangkir kopi kita belajar tentang dedikasi tanpa batas.

 

Pecinta Kuliner Thailand Wajib Coba! Kolaborasi Lyma x Nakhon Luncurkan ‘Brisket Boat Noodle’ Halal

June 30, 2026

Percepat Kesejahteraan Masyarakat Papua Pemerintah Cetak 2000 hektar Sawah

June 30, 2026

Pecinta Kuliner Thailand Wajib Coba! Kolaborasi Lyma x Nakhon Luncurkan ‘Brisket Boat Noodle’ Halal

By Kata IndonesiaJune 30, 20260

Industri kuliner tanah air kembali diwarnai oleh inovasi yang berani. Restoran Lyma, pelopor sajian daging…

Percepat Kesejahteraan Masyarakat Papua Pemerintah Cetak 2000 hektar Sawah

By Kata IndonesiaJune 30, 20260

Percepat Kesejahteraan Masyarakat Papua Pemerintah Cetak 2000 hektar Sawah Pemerintah menargetkan perluasan cetak sawah seluas…

Percepat Kesejahteraan Masyarakat Papua Pemerintah Cetak 2000 hektar Sawah

By Kata IndonesiaJune 30, 20260

Percepat Kesejahteraan Masyarakat Papua Pemerintah Cetak 2000 hektar Sawah Pemerintah menargetkan perluasan cetak sawah seluas…

Gubernur Meki: Papua Tengah Jadi Provinsi Pertama di Tanah Papua Yang Anggarkan Biaya Pendidikan Gratis

By Kata IndonesiaJune 30, 20260

Gubernur Meki: Papua Tengah Jadi Provinsi Pertama di Tanah Papua Yang Anggarkan Biaya Pendidikan Gratis…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.