• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Cetak Sawah Papua Perkuat Ketahanan Pangan dan Buka Harapan Baru bagi Generasi Papua

Cetak Sawah Papua Perkuat Ketahanan Pangan dan Buka Harapan Baru bagi Generasi Papua

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 28 June 2026

Cetak Sawah Papua Perkuat Ketahanan Pangan dan Buka Harapan Baru bagi Generasi Papua

Papua – Pemerintah terus memperkuat pembangunan sektor pertanian di Tanah Papua sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program cetak sawah.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan sawah di Papua merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan di seluruh wilayah Indonesia.

 

“Mimpi kita adalah seluruh pulau di Indonesia swasembada pangan. Dengan begitu, tidak perlu lagi pengangkutan pangan antarpulau. Ini adalah solusi permanen untuk mengatasi persoalan inflasi,” ujar Amran.

 

Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Pertanian menargetkan perluasan cetak sawah, salah satunya hingga 2.000 hektare di Papua Pegunungan pada 2026 yang diharapkan mampu memperkuat ketersediaan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

 

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan program dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan menghormati hak masyarakat adat.

 

“Tidak ada perampasan atau pengambilalihan hak ulayat. Semua yang kita kerjakan sudah disepakati bersama oleh tokoh adat, masyarakat adat, dan petani semua,” tegas Hermanto.

 

Menurutnya, pengembangan sawah tersebut merupakan kelanjutan dari keberhasilan pembangunan lahan sawah seluas 90 hektare yang telah selesai sebelumnya.

 

“Sekarang baru 90 hektare yang sudah selesai. Tahun ini kita lanjutkan cetak sawah di Papua Pegunungan seluas 1.910 hektare. Jadi 90 tambah 1.910, menjadi 2.000 hektare kita selesaikan tahun 2026 ini,” katanya.

 

Selain pembangunan lahan, pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa benih padi unggul, pupuk dolomit, alat dan mesin pertanian, hingga subsidi bahan bakar minyak bagi petani agar kegiatan budidaya dapat berjalan secara berkelanjutan.

 

“Khusus untuk Papua Pegunungan ini, kita berikan prioritas untuk bisa membangun pertaniannya, terutama pangannya,” ujar Hermanto.

 

Ia berharap keberadaan sawah baru dapat menjadi aset jangka panjang bagi masyarakat.

 

“Dengan punya sawah, ini bisa memperbaiki kehidupan kita saat ini maupun ke depan dan memberikan masa depan kepada anak cucu kita semua,” katanya.

 

Program tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat di Distrik Douw dan Wari, Kabupaten Tolikara. Tokoh pemuda setempat, Yusak Fruaro, menilai pembukaan lahan sawah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

 

“Kami mendukung penuh program pembukaan sawah 300 hektare di Distrik Douw dan Wari karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Program ini akan membantu meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yusak.

 

Dukungan serupa disampaikan tokoh perempuan Distrik Douw dan Wari, Anace Fruaro. Menurutnya, peningkatan produksi pangan akan memberikan manfaat langsung bagi kehidupan keluarga.

 

“Kami para perempuan mendukung penuh program ini karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Jika produksi pangan meningkat maka kebutuhan keluarga dapat terpenuhi dengan lebih baik,” katanya.

 

Perwakilan gereja Distrik Douw dan Wari, Beth Fruaro, juga menilai pembangunan sektor pertanian menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua.

 

“Gereja mendukung program sawah 300 hektare karena dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.

 

Sementara itu, pelajar dan mahasiswa asal Douw dan Wari menyatakan kesiapan mereka mengawal pelaksanaan program tersebut dan berharap pembangunan pertanian menjadi pintu masuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda Papua.

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.