Di Tengah Momentum Idul Adha, Prabowo Jalankan Misi Diplomasi untuk Indonesia
Jakarta – Kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Paris, Prancis, menjadi bagian dari langkah diplomasi untuk membahas posisi Indonesia dalam perkembangan ekonomi dan geopolitik global. Agenda ini telah direncanakan sebelumnya guna memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis di sejumlah sektor penting.
Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menegaskan kunjungan Presiden Prabowo bukan perjalanan pribadi, melainkan tugas negara yang telah melalui proses diplomasi panjang antarnegara.
“Ini bukan perjalanan pribadi Presiden, tetapi tugas negara. Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Idul Adha,” kata Bahtra.
Bahtra menjelaskan, Prancis merupakan salah satu mitra strategis Indonesia, terutama dalam sektor pertahanan, investasi, teknologi, energi, hingga industri strategis. Di tengah ketidakpastian global, kata dia, Presiden Prabowo justru tengah memperjuangkan kepentingan nasional melalui penguatan hubungan dengan negara-negara besar dunia.
“Publik harus melihat manfaat konkret kunjungan Prabowo untuk bangsa, mulai dari peluang investasi, penguatan ekonomi, transfer teknologi, hingga peningkatan posisi tawar Indonesia. Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,” ujar Bahtra.
Menurut dia, kunjungan Presiden ke luar negeri pada momentum hari raya justru menunjukkan komitmen kepala negara dalam mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
“Kesediaan Presiden Prabowo keluar negeri di momen hari raya membuktikan bahwa kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia berada di atas segala-galanya. Ini adalah bentuk pengabdian seorang kepala negara,” katanya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa kunjungan resmi Presiden Prabowo ke Paris merupakan respons atas undangan langsung Presiden Macron yang telah disampaikan sebanyak dua kali.
“Jadi waktu itu, saya kalau tidak salah tanggal bulan April, kunjungan yang diharapkan dilaksanakan. Namun waktu yang tidak cocok pada saat itu,” kata Sugiono.
Ia mengatakan setelah penyesuaian jadwal, Presiden Prabowo akhirnya memenuhi undangan kedua dari Presiden Macron pada pekan ini.
“Jadi karena sudah diajukan dua kali, ini yang kedua ke beliau Pak Presiden memenuhi undangan ini,” ujar Sugiono.
Di sela kunjungan tersebut, Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idul Adha 1447 H bersama WNI dan diaspora di Wisma Indonesia, Paris. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Presiden untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat Indonesia yang berada di Prancis.