MBG 3B Jadi Andalan, Stunting Ditekan dari Hulu ke Hilir
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan fokus pada kelompok rentan 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan Balita. Pendekatan ini dinilai strategis untuk menekan angka stunting secara komprehensif, mulai dari fase pra-kelahiran hingga usia emas anak.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kategori 3B berjalan tepat sasaran sebagai upaya percepatan penurunan stunting. Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang menjadi kelompok prioritas.
“Program untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ini sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan kesehatan generasi masa depan. Kita cek kepastiannya, mulai dari SPPG sampai penerima manfaatnya,” ujar Wihaji.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari target nasional penurunan stunting hingga 18,8 persen pada 2026 dan 14 persen pada 2029. Pemerintah pun terus memperkuat intervensi sejak masa kehamilan serta memperluas implementasi SPPG dan MBG 3B di berbagai daerah.
“MBG 3B bukan sekadar distribusi makanan. Layanan negara yang harus dijaga kualitasnya melalui pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan,” katanya.
3B merupakan kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi dan kesehatan. Kelompok ini menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya percepatan penurunan stunting dan perlindungan sosial.
Senada, Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Rusman Effendi mengatakan Program MBG 3B adalah MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk langkah intervensi stunting pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
Untuk potensi sasaran penerima manfaat Program MBG 3B di Jateng saat ini sebanyak 788.920 orang sehingga cakupan sasaran yang sudah terdistribusi mencapai 79,24 persen.
“BKKBN mendapat peran dan fungsi dalam sasaran 3B ini, yakni untuk menyiapkan datanya, kemudian membantu mendistribusikannya, dan ikut membantu dalam hal pencatatan dan pelaporannya,” katanya.
Menurut dia, dari seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Jateng yang berjumlah 4.000 unit, baru 43,61 persen yang melayani untuk sasaran 3B, yakni 1.745 SPPG.
“Ini memang masih perlu dukungan dari semua pihak agar semua dapur SPG ini nanti juga melaksanakan untuk sasaran 3B,” katanya.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, MBG 3B diharapkan menjadi motor utama percepatan penurunan stunting, sekaligus mendorong terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui generasi unggul dan berdaya saing.