• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»MBG Didorong sebagai Instrumen Fiskal untuk Perkuat Ekonomi Nasional

MBG Didorong sebagai Instrumen Fiskal untuk Perkuat Ekonomi Nasional

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 11 April 2026

MBG Didorong sebagai Instrumen Fiskal untuk Perkuat Ekonomi Nasional

*Jakarta* – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) didorong sebagai instrumen fiskal strategis dalam memperkuat ekonomi nasional. Tidak hanya berfungsi sebagai kebijakan sosial, program ini juga diposisikan sebagai penggerak utama pertumbuhan melalui optimalisasi belanja negara, khususnya dalam mendorong konsumsi domestik di tengah tekanan ekonomi global.

 

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa MBG memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi.

 

“Program ini menjadi salah satu instrumen fiskal yang efektif karena mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi melalui belanja pemerintah,” ujarnya.

 

Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, kontribusi bersih program MBG diperkirakan mencapai lebih dari 1 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dampak tersebut tidak hanya berasal dari distribusi makanan bergizi, tetapi juga dari aktivitas ekonomi yang tercipta di sepanjang rantai pasok, mulai dari produksi hingga distribusi.

 

Ia menambahkan, program ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar. Program MBG diperkirakan mampu menyerap hingga 1 juta tenaga kerja, yang tentu akan berdampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat.

 

Berdasarkan perhitungan Input-Output Table dari Badan Pusat Statistik, setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen umumnya berkorelasi dengan penciptaan sekitar 450 ribu lapangan kerja.

 

“Kalau satu juta tenaga kerja terserap, secara teori dampaknya bisa lebih dari 2 persen terhadap PDB. Namun tentu ada penyesuaian karena adanya perpindahan tenaga kerja dari sektor lain,” ungkapnya.

 

Meski demikian, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa MBG tetap memberikan dampak signifikan sebagai instrumen fiskal.

 

“Walaupun tidak seluruhnya tambahan baru, efek bersihnya tetap kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.

 

Pendekatan MBG mencerminkan strategi government spending-led growth (pertumbuhan berbasis belanja pemerintah), di mana belanja negara menjadi motor penggerak utama ekonomi. Strategi ini dinilai relevan untuk menjaga stabilitas pertumbuhan, terutama saat sektor ekspor dan investasi menghadapi tekanan.

 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa implementasi MBG yang optimal akan menghasilkan efek berantai yang luas. Belanja pemerintah melalui MBG akan mendorong produksi, memperkuat distribusi, dan pada akhirnya meningkatkan konsumsi masyarakat.

 

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menilai bahwa MBG juga berperan dalam memperkuat ekonomi dari tingkat desa.

 

“Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa MBG mendorong lahirnya desa tematik berbasis potensi lokal, seperti desa ayam petelur, desa jagung, hingga desa perikanan seperti lele dan nila, sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa.

 

Menurutnya, keberlanjutan program MBG sangat penting karena masyarakat desa merasakan langsung manfaatnya. Disisi lain, MBG terus diperkuat dan dioptimalkan sebagai instrumen fiskal yang efektif dalam memperkuat ekonomi nasional.

 

Dengan berbagai capaian dan potensi yang dimiliki, program MBG diharapkan terus menjadi pengungkit utama dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan.

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional

June 14, 2026

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional

June 14, 2026

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional JAKARTA – Pemerintah…

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Pemerintah Respons Isu Reformasi Jilid II dengan Penguatan Koordinasi Perbaikan Ekonomi Nasional JAKARTA – Pemerintah…

Kondisi Ekonomi Nasional Membaik, Wacana Reformasi Jilid II Tak Relevan

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Kondisi Ekonomi Nasional Membaik, Wacana Reformasi Jilid II Tak Relevan Jakarta – Wacana Reformasi Jilid…

Penguatan Fiskal Jadi Prioritas, Masyarakat Diajak Waspadai Provokasi Reformasi Jilid II BEM SI

By Kata IndonesiaJune 14, 20260

Penguatan Fiskal Jadi Prioritas, Masyarakat Diajak Waspadai Provokasi Reformasi Jilid II BEM SI Jakarta -…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.