• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Diplomasi Energi Hijau Indonesia–Jepang Menguat di Tengah Tantangan Geopolitik Global

Diplomasi Energi Hijau Indonesia–Jepang Menguat di Tengah Tantangan Geopolitik Global

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 31 March 2026

Diplomasi Energi Hijau Indonesia–Jepang Menguat di Tengah Tantangan Geopolitik Global

TOKYO – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai langkah diplomasi strategis dalam lawatan resminya ke Jepang guna mengakselerasi transisi energi hijau nasional sekaligus merespons dinamika geopolitik global yang berdampak pada sektor energi.

 

Kunjungan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam mengamankan investasi di sektor energi baru terbarukan di tengah meningkatnya ketidakpastian pasokan energi dunia.

 

Kehadiran Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam rombongan kepresidenan menegaskan bahwa agenda energi bersih menjadi prioritas utama dalam misi diplomasi ini. Pemerintah menilai bahwa transisi energi tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga menjadi strategi kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah fluktuasi harga energi global.

 

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan bahwa sektor energi merupakan pilar fundamental dalam dialog bilateral tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif Menteri ESDM bertujuan memastikan terciptanya ketahanan energi nasional melalui kemitraan internasional.

 

“Menteri ESDM ikut dalam penerbangan, mendampingi Presiden Prabowo dalam lawatan ke Jepang. Ada beberapa kerja sama yang dibahas, termasuk salah satunya di sektor energi, untuk pengembangan energi bersih yang berkelanjutan,” jelas Anggia dalam keterangan resminya.

 

Senada, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menilai pertemuan dengan para pemimpin dan pelaku industri Jepang sebagai langkah strategis dalam menjajaki peluang masa depan, terutama dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.

 

“Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang. Ada beberapa kerja sama di bidang investasi, energi, kelautan, dan digital,” ujar Teddy saat mendampingi Presiden di Tokyo.

 

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penguatan hubungan bilateral ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Indonesia dalam menjaga stabilitas di tengah dinamika global.

 

“Pertemuan ini tentu dalam rangka memperkuat hubungan persahabatan kedua negara,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa kerja sama tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga mencakup transfer teknologi, kehutanan, dan lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

 

Di tengah ketegangan geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok energi dan investasi, diplomasi aktif yang dijalankan Presiden Prabowo di Asia Timur diharapkan mampu mengonversi komitmen politik menjadi realisasi investasi konkret. Kolaborasi energi bersih ini menjadi langkah strategis Indonesia dalam memperkuat posisi dalam rantai pasok global yang lebih resilien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan geopolitik.

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

September 29, 2026

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

September 29, 2026

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah Gratis Sampai Sarjana Oleh: Miftah Hizyan Agenda pendidikan nasional…

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda Menyatukan Akses dan Mutu Pendidikan Oleh: Rizky Adi Perman Perluasan…

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Papua melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi Oleh : Yohanes Wandikbo Pendidikan merupakan…

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda 

By Kata IndonesiaSeptember 29, 20260

Magang Nasional: Investasi Tenaga Kerja Muda  Oleh: Yusuf Rinaldi Program Magang Nasional yang diperluas pemerintah menjadi 150 ribu peserta pada 2026 menunjukkan upaya memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring profesional, dan memperbesar peluang masuk ke pasar kerja formal di tengah persaingan memperoleh pekerjaan yang semakin ketat. Sejak 2025, pemerintah membuka Program Magang Nasional dengan target 100 ribu peserta. Pada 2026, kuotanya diperluas menjadi 150 ribu peserta. Program berlangsung selama enam bulan dengan fasilitas pelatihan, pendampingan mentor, sertifikat, jejaring profesional, serta uang saku yang ditanggung pemerintah. Besaran uang saku mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi pemagangan dan dibayarkan setiap bulan berdasarkan jumlah hari yang diperhitungkan. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan perluasan program tersebut dilakukan secara bertahap dan tetap disertai evaluasi terhadap pelaksanaan setiap angkatan. Pada batch pertama terdapat 46.160 peserta, sedangkan batch kedua menetapkan 40.962 peserta. Pemerintah kemudian menyiapkan batch ketiga dengan sekitar 62 ribu peserta untuk memenuhi target 150 ribu peserta pada 2026. Pendaftaran penyelenggara disiapkan sejak September, seleksi peserta pada Oktober, dan pelaksanaan batch ketiga ditargetkan dimulai pada November. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pemagangan benar-benar memberikan kesempatan kepada peserta meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja, membangun portofolio, serta memperluas jejaring. Untuk batch ketiga, pemerintah juga mengubah skema penempatan dengan menempatkan seluruh peserta di perusahaan, tanpa kementerian dan lembaga pemerintah. Dari perspektif ekonomi, pemberian uang saku selama enam bulan memberikan dukungan bagi lulusan baru yang berada dalam masa transisi dari pendidikan menuju pekerjaan. Selain memperoleh pengalaman kerja, peserta mendapatkan tunjangan yang disesuaikan dengan upah minimum daerah. Pemerintah juga memberikan fasilitas Pajak Penghasilan Pasal 21 ditanggung pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2026 yang berlaku hingga Desember 2026. Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam melihat keberlanjutan program. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyampaikan bahwa sekitar 30 ribu dari 60 ribu alumni Magang Nasional 2025 yang menjalani pemagangan di industri telah bekerja tiga bulan setelah menyelesaikan program. Tingkat penyerapan tersebut meningkat dari sekitar 30 persen ketika peserta baru menyelesaikan masa pemagangan.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.