Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) menggelar seremoni pembukaan Gontor Marching Band Competition (GMBC) 2025 di Lapangan Hijau PMDG pada Selasa (16/9). Ajang ini menjadi salah satu rangkaian Peringatan 100 Tahun Gontor, sekaligus momentum untuk menegaskan peran seni sebagai bagian dari pendidikan pesantren.
Dengan mengusung moto “Nada Santri Berpadu dalam Harmoni, Menguatkan Ukhuwwah Islami”, GMBC menampilkan kreativitas, disiplin, dan kekuatan kebersamaan santri melalui marching band.
Kompetisi ini juga dimaksudkan sebagai wujud rasa syukur atas usia seabad Gontor serta sarana memperlihatkan eksistensi unit marching band di pesantren kepada masyarakat luas.
Ketua Panita Peringatan 100 Tahun Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, dalam sambutannya menegaskan bahwa GMBC adalah kompetisi marching band antar pesantren nasional pertama di Indonesia.
“Di dalam marching band terkandung pendidikan disiplin, ketekunan, dan kebersamaan. Inilah bekal santri menghadapi tantangan nyata di masa depan,” ujarnya saat membuka acara GMBC di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, Selasa (16/9).
Sehat Kurniawan Saiman, presiden Asian Marching Band Confederation (AMBC), menyebut GMBC telah memenuhi standar Asia bahkan dunia.
“GMBC bisa menjadi pintu gerbang bagi marching band pesantren untuk mendunia,” katanya, seraya menekankan pentingnya wadah internasional bagi pengembangan marching band.
Pimpinan PMDG, Drs. KH. M. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed., menambahkan bahwa kehadiran Presiden AMBC dalam acara ini menjadi momen bersejarah.
“Marching band bukan sekadar seni musik, tetapi juga sarana pendidikan yang menumbuhkan kebersamaan,” tuturnya.
Untuk menjaga kredibilitas, GMBC 2025 menjalin kerja sama strategis dengan World Marching Band Organization (WMBO), AMBC, dan Himpunan Orkes Barisan Indonesia (HOBI). Dengan standar internasional ini, Gontor berharap marching band pesantren dapat meraih pengakuan dunia.