• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Bisnis»Abuya Group Gandeng Kementerian Tenaga Kerja, Sediakan 10.000 Tenaga Kerja untuk Mengabdi Kepada Negara

Abuya Group Gandeng Kementerian Tenaga Kerja, Sediakan 10.000 Tenaga Kerja untuk Mengabdi Kepada Negara

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 22 August 2025

Abuya Group hari ini mengumumkan kerjasama strategis dengan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk menyediakan 10.000 tenaga kerja yang akan siap mengabdi kepada negara. Penandatanganan perjanjian ini bertujuan untuk memberikan peluang kerja yang luas kepada masyarakat dan mendukung program pemerintah dalam pengurangan angka pengangguran serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Acara penandatanganan dihadiri oleh Owner Abuya Group Okta Wirawan dan Menteri Tenaga Kerja RI Prof. Yassierli.

Dalam sambutannya, Okta Wirawan menyatakan, “Kami berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi negara melalui penciptaan lapangan kerja seperti Almaz. Dengan kerjasama ini, kami berharap dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional,” jelas Okta Wirawan kepada media di Bekasi, Kamis 21 Agustus 2025.

Okta menegaskan tak ada komitmen dan keharusan baginya untuk membuka dan komitmen lapangan kerja di Indonesia. “Tapi komitmen kami adalah membuka 10 ribu kebaikan, 10 ribu kebermanfaatan sekaligus meninggalkan jejak kebaikan,” pungkasnya.

Menteri Tenaga Kerja juga Prof. Yassierli mengapresiasi inisiatif ini. Dirinya mengatakan,

“Kerjasama ini merupakan langkah positif dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di Indonesia. Kami percaya bahwa dengan dukungan Abuya Group, kami dapat memberikan banyak peluang bagi tenaga kerja yang siap mengabdikan diri kepada negara,” jelas Prof. Yassierli.

Yassierli berharap kerja sama dengan holding Abuya Grup ini dapat menjadi teladan sinergi pemerintah dan swasta dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan berdaya saing.

“Saya sangat berharap bisnis Almaz dan Abuya terus tumbuh. Bukan hanya 10 ribu, kalau bisa tambah 0 nya, tambah lagi nol-nya,” paparnya.

Abuya Group berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan instansi terkait guna memastikan program ini berjalan dengan efektif dan berkelanjutan. Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang produktif antara sektor swasta dan pemerintah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat.

Rupiah dan Resiliensi Ekonomi Nasional

May 26, 2026

Rupiah dan Pentingnya Optimisme terhadap Ekonomi Nasional

May 26, 2026

Rupiah dan Resiliensi Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaMay 26, 20260

Rupiah dan Resiliensi Ekonomi Nasional Oleh: Alexandro Dimitri Di tengah dinamika ekonomi global yang masih…

Rupiah dan Pentingnya Optimisme terhadap Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaMay 26, 20260

Rupiah dan Pentingnya Optimisme terhadap Ekonomi Nasional Oleh : Abdul Razak Pelemahan nilai tukar rupiah…

Pemerintah Perkuat Stabilitas Ekonomi untuk Kuatkan Rupiah

By Kata IndonesiaMay 26, 20260

Pemerintah Perkuat Stabilitas Ekonomi untuk Kuatkan Rupiah Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah strategis menjaga…

Tenang dan Optimis, Pemerintah dan Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas Rupiah

By Kata IndonesiaMay 26, 20260

Tenang dan Optimis, Pemerintah dan Bank Indonesia Terus Jaga Stabilitas Rupiah Jakarta- Pemerintah bersama Bank…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.