• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Ekonom Optimis Pemerintah Mampu Jaga Industri Serap Tenaga Kerja

Ekonom Optimis Pemerintah Mampu Jaga Industri Serap Tenaga Kerja

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 24 July 2025

Ekonom Optimis Pemerintah Mampu Jaga Industri Serap Tenaga Kerja

Jakarta – Tekanan tarif impor dari Amerika Serikat terhadap produk Indonesia dinilai tidak akan mematahkan upaya pemerintah dalam menjaga penyerapan tenaga kerja di sektor industri. Global Market Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, mene-gaskan bahwa sektor manufaktur nasional masih memiliki daya saing yang solid di ten-gah ketidakpastian perdagangan global.

 

Menurut Myrdal, potensi Indonesia untuk tetap menyerap tenaga kerja secara agresif masih terbuka lebar selama kebijakan pemerintah mendukung iklim investasi dan efisiensi produksi.

 

“Selama iklim tarif global masih seperti sekarang, dan tarif Indonesia tergolong paling rendah dibanding negara lain, masih ada peluang besar untuk sektor manufaktur tetap tumbuh dan menyerap tenaga kerja,” ujar Myrdal.

 

Kebijakan tarif impor baru dari pemerintah Amerika Serikat di bawah Donald Trump yang akan diberlakukan mulai Agustus 2025 memang menjadi tantangan tersendiri. Ta-rif sebesar 19% ini lebih tinggi dari tarif MFN (Most-Favored Nation) yang selama ini rata-rata hanya 8%. Meski demikian, Indonesia dinilai masih memiliki keunggulan yang bisa dimaksimalkan.

 

Myrdal menyebut, dalam kerangka perdagangan internasional, sektor industri Indonesia tetap kompetitif karena dukungan tarif impor yang rendah untuk produk-produk penun-jang. Beberapa komoditas asal Amerika Serikat seperti migas dan pangan strategis bahkan masuk ke Indonesia dengan tarif 0%.

 

“Dengan tarif 0% untuk migas dan pangan dari AS, kita bisa memperoleh energi murah yang mendukung efisiensi produksi. Hal ini penting untuk mendukung produktivitas manufaktur dan menekan biaya logistik,” ucap Myrdal.

 

Selain mendukung biaya produksi, Myrdal juga melihat kebijakan pemerintah di bidang pangan dan energi dapat menjaga stabilitas industri. Ia menilai program makan bergizi gratis serta upaya kemandirian energi nasional akan berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja.

 

“Kalau program makan bergizi gratis benar-benar dijalankan, dan upaya kemandirian energi juga terus diperkuat, maka ini akan menciptakan stabilitas yang mendorong produktivitas industri. Ujungnya tentu berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja,” ujar Myrdal.

 

Ia menambahkan, selama pemerintah dapat menjaga iklim usaha tetap kondusif, sektor manufaktur tetap akan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

 

“Penyerapan tenaga kerja seharusnya tidak menjadi masalah besar. Masih ada competi-tive advantage yang bisa dijaga dan dimaksimalkan,” kata Myrdal.

 

Optimisme serupa juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlang-ga Hartarto. Ia menegaskan, kebijakan penurunan tarif impor oleh Amerika Serikat akan membawa dampak signifikan pada sektor industri padat karya dalam negeri.

 

Dalam acara sosialisasi kebijakan tarif resiprokal di Kantor Kemenko Perekonomian, Air-langga mengungkapkan bahwa perlindungan sektor padat karya menjadi fokus pemerintah agar penyerapan tenaga kerja tetap terjaga.

 

Menurutnya, kebijakan tarif yang mendukung mampu menyelamatkan jutaan pekerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja.

 

“Saya bilang kalau ini tidak diberikan, Indonesia kompetitif, 1 juta orang akan ke-hilangan pekerjaan. Jadi Amerika kan ingin menjadi partner Indonesia, the third largest democratic country and the largest economy di Asia Tenggara,” tutur Airlangga.

 

Pemerintah pun optimistis kebijakan tersebut dapat memperkuat ketahanan industri da-lam negeri. Dengan dukungan penuh pemerintah dan kesiapan sektor swasta, industri nasional diharapkan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja di tengah dinamika perdagangan global.-

 

 

 

[edRW]

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

September 23, 2026

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Sistem Penilaian MBG: Pemerintah Serius Membenahi Kualitas Layanan Oleh: Nadira Citra Maheswari Program Makan Bergizi…

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Berbasis Aplikasi Disiapkan untuk Awasi Dapur SPPG Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional,…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.