• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Terus Dorong Percepatan program MBG

Pemerintah Terus Dorong Percepatan program MBG

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 2 June 2025

Pemerintah Terus Dorong Percepatan program MBG

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri terus mendorong percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memfokuskan pada penyediaan lahan untuk pembangunan dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil guna memastikan pelaksanaan program berjalan tepat waktu dan menyasar anak-anak sekolah secara langsung.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, mengatakan seluruh pemerintah daerah (Pemda) diminta untuk segera mengidentifikasi dan mengajukan maksimal 10 lokasi yang akan dijadikan dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Data tersebut sangat diperlukan bagi BGN, karena dari data-data itu kan harus dicek lagi. Harus dicek lagi mana yang layak dan mana yang tidak layak,” kata Tomsi.

Menurutnya, pengajuan hingga sepuluh lokasi penting dilakukan untuk menyediakan pilihan jika ada lokasi yang tidak memenuhi syarat teknis atau administratif. Langkah ini juga bertujuan mengantisipasi kemungkinan adanya penyesuaian anggaran.

Tomsi menekankan urgensi penyediaan lahan khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), agar anak-anak di daerah terpencil turut merasakan manfaat program ini.

Pemerintah menargetkan 1.542 dapur MBG dapat dibentuk paling lambat Agustus 2025. Dapur-dapur ini akan menjadi pusat pengolahan dan distribusi makanan bergizi bagi para siswa. Penentuan lokasi dapur mempertimbangkan kedekatannya dengan sekolah untuk memastikan efisiensi distribusi makanan.

“Dicarikan titik yang paling strategis, yang paling strategis sekali lagi,” ujar Tomsi.

Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Nyoto Suwignyo, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan agar dapur MBG dibangun di atas lahan milik Pemda dengan status hak pakai. Kebijakan ini ditujukan agar tidak menimbulkan beban biaya tambahan dan mempercepat proses legalitas penggunaan lahan.

“Artinya lokasi ini kita harapkan jangan jauh dari kelompok sasaran,” tandas Nyoto.

Nyoto menambahkan bahwa dapur sebaiknya berada dekat dengan sekolah yang mencakup sedikitnya 3.000 siswa dan dapat dijangkau dalam waktu maksimal 20 menit.

Program MBG menjadi salah satu prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dan mencegah stunting sejak dini. Keterlibatan aktif seluruh lapisan daerah dapat mempercepat realisasi program ini.

Upaya percepatan yang dilakukan pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis menunjukkan komitmen kuat untuk menekan angka gizi buruk dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah serta dukungan masyarakat, program MBG diharapkan segera terlaksana secara menyeluruh, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan jutaan anak Indonesia.

 

 

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.