• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Jambore Dunia Muslim Pramuka 2025 Siap Digelar di Indonesia, Sekjen WIUSY Prediksi Bakal Terbesar di Dunia

Jambore Dunia Muslim Pramuka 2025 Siap Digelar di Indonesia, Sekjen WIUSY Prediksi Bakal Terbesar di Dunia

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 5 May 2025

Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025, sebuah peristiwa akbar yang digadang-gadang sebagai jambore pramuka Muslim terbesar di dunia. Hal ini disampaikan langsung oleh Dr. Zuhair Hussein Ghunaim, Sekretaris Jenderal World Islamic Union for Scout and Youth (WIUSY) dalam kunjungannya ke Pesantren dan Universitas Darunnajah, Jakarta, Senin (5/5).

Kunjungan Dr. Zuhair berlangsung dari pukul 11.00 hingga 15.00 WIB dan disambut hangat oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si., para guru, serta para santri yang mempersembahkan berbagai atraksi seni dan keterampilan kepramukaan.

“Kami sangat terhormat menerima kunjungan Sekjen WIUSY. Ini momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan Islam Indonesia dengan gerakan kepanduan Muslim dunia,” ujar Dr. KH. Sofwan Manaf di hadapan para tamu dan undangan di Baitunnadwah.

Dalam sambutannya, Dr. Zuhair menyampaikan optimisme dan apresiasi tinggi terhadap kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah Jambore Dunia Muslim 2025.

“Indonesia memiliki jumlah anggota pramuka Muslim terbesar di dunia. Saya yakin World Muslim Scout Jamboree 2025 akan sukses besar dengan keikutsertaan lebih dari 15.000 peserta dari dalam dan luar negeri. Ini akan menjadi jambore Muslim terbesar yang pernah diselenggarakan,” ungkapnya.

Dr. Zuhair juga menegaskan dukungan penuh WIUSY terhadap penyelenggaraan WMSJ 2025 dan menyatakan harapan agar Indonesia kelak juga dapat menjadi tuan rumah World Scout Jamboree tingkat global.

Sementara itu, Ketua Panitia WMSJ 2025, Riza Azhari, menekankan bahwa jambore ini tak hanya ajang silaturahmi antarpramuka Muslim, tapi juga membawa pesan universal.

“WMSJ 2025 adalah momen bersejarah yang membawa semangat perdamaian dan persatuan umat. Kami berharap acara ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam kancah kepanduan Islam global,” ujarnya.

Acara ini ditargetkan diikuti oleh sekitar 13.000 peserta dari seluruh Indonesia dan 2.000 peserta internasional dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Kehadiran mereka akan menandai sinergi lintas budaya dan negara dalam semangat kepanduan Islam.

Turut hadir dalam kunjungan ini Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, Wakil Ketua Panitia 100 Tahun Gontor, serta Acep Somantri, MBA, Andalan Kwartir Nasional Bidang Luar Negeri.

Kunjungan Dr. Zuhair Hussein Ghunaim ke Indonesia menjadi bagian penting dari rangkaian menyambut 100 Tahun Gontor, sekaligus tonggak awal dalam menyongsong Jambore Dunia Muslim 2025 yang membawa harapan besar bagi generasi muda Muslim di seluruh dunia.

 

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.