• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Pemerintah Fokus pada Konsumsi Domestik sebagai Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Fokus pada Konsumsi Domestik sebagai Penopang Pertumbuhan Ekonomi

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 18 April 2025

Pemerintah Fokus pada Konsumsi Domestik sebagai Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta – Pemerintah terus menegaskan bahwa konsumsi domestik menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

 

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa konsumsi rumah tangga saat ini menyumbang lebih dari setengah Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

 

“Kontribusi konsumsi rumah tangga itu mencapai 54 persen. Jadi, konsumsi domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi kita,” ujar Rosan.

 

Dalam kesempatan yang sama, Rosan mengungkapkan bahwa pemerintah telah menargetkan investasi sebesar Rp1.905 triliun pada tahun 2025.

 

“Total investasi dari tahun 2025 sampai 2029 kurang lebih Rp13.032 triliun. Harapannya, investasi ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja berkualitas, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

 

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, mengonfirmasi bahwa konsumsi rumah tangga merupakan komponen pengeluaran terbesar sepanjang 2024.

 

“Peningkatan mobilitas masyarakat terlihat dari naiknya lalu lintas komunikasi, jumlah penumpang angkutan rel, laut, dan udara,” ujar Amalia.

 

Ia menambahkan bahwa konsumsi juga tumbuh di sektor restoran dan hotel seiring meningkatnya aktivitas wisata selama libur sekolah dan hari besar keagamaan. Menurutnya, hal ini menunjukkan kekuatan konsumsi domestik sebagai indikator ketahanan ekonomi.

 

Di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, fokus pada konsumsi domestik dinilai menjadi strategi paling realistis untuk menjaga momentum pertumbuhan. Pemerintah juga terus memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.

 

Dengan penguatan sisi permintaan dalam negeri, stabilitas ekonomi diharapkan tetap terjaga secara berkelanjutan.

 

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa konsumsi domestik menyumbang sekitar 60 persen dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,03 persen pada 2024.

 

“Konsumsi domestik harus tetap dijaga, terutama karena 70 persen berasal dari kelas menengah atas dan kelas atas. Mereka ini yang mendorong belanja,” katanya.

 

Untuk menjaga daya beli, pemerintah telah meluncurkan berbagai program awal tahun seperti diskon tiket pesawat, HARBOLNAS 2025, EPIC Sales, BINA Diskon, dan stabilisasi harga pangan, sebagai upaya mendorong konsumsi masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

September 1, 2026

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

September 1, 2026

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Benahi DTSEN agar Bantuan Sosial Lebih Tepat Sasaran JAKARTA — Pemerintah terus membenahi Data…

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional 

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Energi Terbarukan dan Industri Hijau Buka Babak Baru Investasi Nasional  Oleh: Melki Nursahid  Indonesia sedang memasuki fase penting dalam pembangunan ekonomi. Transformasi energi tidak lagi sekadar agenda untuk mengurangi emisi, tetapi telah menjadi bagian strategis dari upaya memperkuat kedaulatan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri, serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di tengah potensi sumber daya alam yang melimpah, kebijakan pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan patut dipandang sebagai langkah visioner menuju ekonomi nasional yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas energi terbarukan sebagai fondasi ketahanan energi nasional. Target pengembangan energi surya hingga 100 GW menjadi gambaran besarnya ambisi pemerintah dalam membangun sistem energi yang semakin kuat. Pernyataan Presiden bahwa dengan kapasitas 100 GW Indonesia dapat menjadi bangsa yang benar-benar berdiri di atas kaki sendiri menunjukkan bahwa energi dipandang sebagai bagian integral dari kedaulatan nasional. Pandangan tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia ke depan. Pertumbuhan penduduk, industrialisasi, digitalisasi, dan peningkatan aktivitas ekonomi akan membutuhkan pasokan energi yang semakin besar. Karena itu, ketahanan energi tidak cukup hanya diukur dari kemampuan menyediakan energi pada hari ini, tetapi juga dari kemampuan negara memastikan ketersediaannya dalam jangka panjang dengan biaya yang kompetitif dan sumber yang berkelanjutan. Target pengembangan energi surya tersebut tentu membutuhkan terobosan, investasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat kedaulatan energi nasional. Strateginya pun tidak bertumpu pada satu model, melainkan memanfaatkan potensi berbagai wilayah melalui PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pemanfaatan energi surya untuk kawasan industri dan kegiatan produktif. Pendekatan tersebut penting karena Indonesia memiliki karakter geografis yang sangat beragam. Potensi energi surya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah. PLTS terapung, misalnya, dapat memanfaatkan badan air tanpa harus mengorbankan lahan produktif. Sementara PLTS atap dapat mendorong masyarakat, dunia usaha, dan institusi untuk ikut menjadi bagian dari ekosistem energi bersih. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan harus dilihat sebagai kebijakan ekonomi, bukan semata-mata kebijakan energi. Investasi di sektor energi bersih berpotensi menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pembangunan pembangkit, manufaktur komponen, jasa konstruksi, pengembangan teknologi, hingga pemeliharaan infrastruktur. Semakin besar ekosistem yang terbentuk di dalam negeri, semakin besar pula peluang Indonesia memperoleh nilai tambah. Yang tidak kalah penting, transisi energi harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran PLTS Pulau Sembur, sebagaimana disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan penguatan koperasi dan pertumbuhan ekonomi desa. Artinya, energi bersih tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur, tetapi dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.…

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Investasi Hijau Jalan Ekonomi Indonesia Tumbuh Tanpa Korbankan Masa Depan Oleh: Miftakhul Jannah Investasi hijau…

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Ekonomi Hijau Jadi Motor Baru Pertumbuhan dan Investasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus mendorong ekonomi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.