• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Jagoan Mulyono Keok di Jakarta!

Jagoan Mulyono Keok di Jakarta!

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 28 November 2024

Hasil hitung cepat Pilkada DKI Jakarta 2024 menunjukkan kemenangan pasangan Pramono Anung dan Rano Karno yang berhasil mengalahkan pasangan Ridwan Kamil dan Suswono. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang secara terang-terangan mendukung Ridwan Kamil dan Suswono dalam kontestasi politik ini.

Ketua Ikatan Santri DKI Jakarta, Gus Afthon Lubbi, menyoroti hasil tersebut sebagai bukti bahwa warga Jakarta memilih berdasarkan akal sehat dan tidak mudah terpengaruh oleh politik populisme atau janji-janji kosong.

“Jokowi tetap ketar-ketir. Di Jakarta, jagoannya keok. Jakarta ini adalah kumpulan akal sehat, orang-orang waras, tidak bisa ditipu. Dari Jakarta, Indonesia masih punya harapan untuk lebih baik,” tegas Gus Afthon.

Dalam pernyataan lanjutan, Gus Afthon juga mengkritisi strategi besar-besaran yang digunakan pasangan Ridwan Kamil-Suswono.

“Ridwan Kamil dan Suswono sudah didukung 12 partai, dikampanyekan Jokowi, didukung Prabowo, diendorse oleh artis-artis besar, bahkan PKS dan PSI satu barisan, plus Habib Riziek, mereka satu barisan untuk kekuasaan. Ternyata kalah juga oleh Mas Pram dan Bang Doel yang berkoalisi dengan warga Jakarta,” ujar Gus Afthon.

Menurutnya, kemenangan Pramono Anung dan Rano Karno adalah bukti sejarah bahwa warga Jakarta memiliki kecerdasan politik yang tinggi. Ia menilai warga Jakarta memilih berdasarkan visi dan program kerja, bukan sekadar popularitas atau pencitraan.

“Ini sejarah. Warga Jakarta layak disebut warga yang cerdas, tidak mempan ditipu gimmick, mereka memilih dengan akal sehat,” tambahnya.

Hasil Pilkada ini juga menunjukkan pergeseran peta politik di Ibu Kota, di mana kekuatan politik besar tidak lagi menjadi jaminan kemenangan. Dukungan dari tokoh nasional, partai-partai besar, dan kelompok strategis ternyata tidak cukup untuk memenangkan hati warga Jakarta.

Kemenangan Mas Pram dan Bang Doel yang didukung koalisi warga ini dinilai sebagai angin segar bagi demokrasi Indonesia. Banyak pihak berharap keberhasilan ini menjadi momentum untuk membangun Jakarta yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Tekanan Global

August 16, 2026

Ekonomi RI Tumbuh Solid, Pemerintah Jaga Optimisme dan Daya Beli Rakyat

August 16, 2026

Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Tekanan Global

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Perkasa di Tengah Tekanan Global JAKARTA – Perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketangguhannya…

Ekonomi RI Tumbuh Solid, Pemerintah Jaga Optimisme dan Daya Beli Rakyat

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Ekonomi RI Tumbuh Solid, Pemerintah Jaga Optimisme dan Daya Beli Rakyat JAKARTA — Perekonomian Indonesia…

B50 dan Bioetanol Jadi Momentum Penguatan Energi Berbasis Produksi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

B50 dan Bioetanol Jadi Momentum Penguatan Energi Berbasis Produksi Nasional Oleh: Dwi Saputri Kebijakan pengembangan…

Percepatan B50 dan Bioetanol, Langkah Berani Menuju Kedaulatan Energi

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Percepatan B50 dan Bioetanol, Langkah Berani Menuju Kedaulatan Energi Oleh : Abdul Razak Pemerintah terus…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.