• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pengawasan Media Diperlukan Dalam Pelaksanaan Pilkada

Pengawasan Media Diperlukan Dalam Pelaksanaan Pilkada

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 9 November 2024

Pengawasan Media Diperlukan Dalam Pelaksanaan Pilkada

Semarang – Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, mengajak insan pers untuk terlibat aktif dalam proses pengawasan Pilkada serentak yang akan datang.

“Kita harapkan media pers ikut memastikan penyelenggaraan pilkada, dapat berjalan dengan aman dan kondusif,” ujarnya.

Pengawasan media memegang peranan penting dalam memastikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 berjalan secara aman, kondusif, dan demokratis. Beberapa tokoh pemerintahan dan pengawas pemilu di Indonesia menegaskan betapa pentingnya peran media dalam mengawasi jalannya pemilihan umum, serta dalam memberikan informasi yang netral kepada masyarakat.

Nana menekankan bahwa media memiliki tanggung jawab untuk menyosialisasikan hak pilih kepada publik, khususnya dalam mendorong pemilih milenial dan Gen Z, yang menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah berjumlah sekitar 53% dari total pemilih tetap di provinsi tersebut.

“Jadi kalau kita hitung generasi milenial dan Gen Z ini, ada sekitar 53% pemilih. Mereka selama ini tidak asing dengan media online,” tambah Nana.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Papua Barat Daya, Farli Sampetoding Rego, menyatakan bahwa media juga berperan dalam menangani potensi pelanggaran selama Pilkada. Dalam sebuah kegiatan yang diadakan di Kota Sorong, ia mengajak media untuk turut mengawasi pelanggaran kampanye serta melaporkan setiap temuan ke Bawaslu.

“Teman-teman media ini punya hak untuk meliput setiap agenda terkait Pilkada. Jika ditemukan ada pelanggaran, media punya hak mengangkatnya menjadi berita dan melaporkannya kepada Bawaslu,” kata Farli.

Farli berharap agar peran media dapat membantu Bawaslu dalam mengontrol berbagai aspek pelaksanaan Pilkada, seperti kampanye dan logistik pemilu. Dengan adanya keterlibatan aktif media, diharapkan potensi kecurangan dapat diminimalisir, serta mendorong suasana pemilu yang jujur dan adil.

“Kami berharap adanya peran serta dari pers, agar Pilkada berjalan aman dan lancar, tanpa adanya kecurangan atau pelanggaran,” pungkasnya.

Kolaborasi media bertujuan untuk memperkuat pemahaman akan pentingnya jurnalisme positif dalam mendukung Pilkada 2024. Inisiatif ini juga mendorong terjalinnya kerja sama dengan unsur-unsur pentahelix untuk memperkuat stabilitas dan kesatuan selama proses Pilkada agar terus kondusif dan transparan.

Para penggiat media diharapkan dapat mengedepankan jurnalisme positif dan berperan aktif dalam melawan hoaks serta ujaran kebencian yang sering muncul selama masa kampanye. Langkah ini sangat penting untuk membangun iklim Pilkada agar tetap damai dan terhindar dari perpecahan.

***

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 25, 20260

Harga Minyak Menguat, Prospek Pendapatan Negara dari Migas Meningkat JAKARTA — Sektor hulu minyak dan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.