• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Jelang Pelantikan Prabowo, Ini Pesan Yudi Latif di Acara Bedah Buku “Strategi Indonesia 2040” Karya Dr. Rahmat Mulyana

Jelang Pelantikan Prabowo, Ini Pesan Yudi Latif di Acara Bedah Buku “Strategi Indonesia 2040” Karya Dr. Rahmat Mulyana

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 18 October 2024

Menjelang pelantikan presiden terpilih, Renebook menggelar acara bedah buku Strategi Indonesia 2040 karya pakar strategi, Dr. Rahmat Mulyana di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan hari ini (18/10/2024). Buku ini menyajikan strategi pembangunan jangka panjang Indonesia.

“Tanpa tata kelola yang efisien dan strategi yang jelas,” Yudi Latif membuka, “Indonesia bisa kehilangan momentum emas yang penting dalam 25 tahun ke depan. Momentum ini ada di tangan pemerintahan baru. Namun, tantangan terbesar adalah kabinet baru yang gemuk, hal ini berpotensi memperlambat proses akselerasi di dua tahun pertama pemerintahan,” jelas mantan kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.

Yudi Latif menyoroti bahwa pembangunan bangsa harus mencakup tiga aspek penting: mental kultural, tata kelola kelembagaan sosial-politik, dan tata sejahtera (ekonomi). Menurutnya, ketiga aspek ini harus berjalan secara inklusif dan bersinergi jika Indonesia ingin mencapai pembangunan yang utuh.

Penulis buku “Negara Paripurna” ini menyayangkan bahwa masih banyak pemimpin di negeri ini, bahkan sekelas presiden yang tidak klir dalam mendefinisikan pembangunan. Pada akhirnya yang dilakukan adalah bukan membangun tapi malah merusak. Baginya pembangunan adalah gerak berkelanjutan untuk meningkatkan mutu manusia dan peradaban, baik aspek lahir maupun batin.

“Pemerintah tidak boleh hanya fokus pada pembangunan fisik seperti Ibu Kota Negara (IKN), tetapi juga harus membangun mentalitas dan jiwa bangsa,” pungkas doktor sosiologi politik jebolan Australian National University (ANU).

Yudi juga menggarisbawahi pentingnya buku ini dalam menghubungkan visi kebangsaan dengan strategi yang realistis. “Para pemimpin sering berhenti pada mimpi. Namun, mimpi tanpa strategi hanya menjadi angan-angan. Buku ini mengajak kita membangun strategi yang terukur, menghubungkan antara mimpi dan eksekusi nyata,” jelasnya.

Rahmat Mulyana memaparkan bahwa buku ini merupakan hasil kajian mendalam terhadap Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), sebuah proyek strategis pemerintah sejak 2011. Strategi Indonesia 2040 memberikan rekomendasi praktis bagi Indonesia dalam mencapai kemakmuran pada 2040, dengan fokus pada lima elemen utama: pertumbuhan ekonomi, pemerataan sosial, pembangunan modal manusia, keberlanjutan lingkungan, dan reformasi kelembagaan.

“Indonesia memiliki potensi besar, tetapi masih menghadapi tantangan mendasar. Kita memerlukan strategi yang komprehensif, adaptif, dan inklusif. Buku ini menyajikan peta jalan untuk mengatasi tantangan tersebut,” papar dosen STEI Tazkia ini.

Rahmat juga menekankan pentingnya dua langkah kunci dalam buku ini. Pertama, menjelaskan secara kuantitatif tujuan yang ingin dicapai; dan kedua, menyampaikan visi tersebut secara jelas dan mudah dipahami semua pihak.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini menarik partisipasi dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, jurnalis, mahasiswa, hingga profesional. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah tentang realisasi visi Indonesia Emas 2045, mengingat ketimpangan sosial yang masih tinggi.

Rahmat menegaskan pentingnya strategi inklusif dalam bidang ekonomi, politik, dan hukum.

“Pemimpin harus melibatkan rakyat dalam pengambilan keputusan dan memperjelas tujuan nasional untuk mewujudkan pertumbuhan yang inklusif,” jelasnya.

Acara ditutup dengan penandatanganan buku oleh penulis, diikuti sesi foto bersama. Diskusi yang hangat menunjukkan antusiasme besar terhadap buku Strategi Indonesia 2040. Banyak peserta berharap buku ini bisa menjadi panduan bagi pemerintah dalam merancang masa depan Indonesia yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan.

Pemerintah Tangani Potensi Dampak Bencana Alam Secara Terpadu

September 13, 2026

Pemerintah Pastikan Penanganan Terpadu Bencana Alam Berjalan 24 Jam

September 13, 2026

Pemerintah Tangani Potensi Dampak Bencana Alam Secara Terpadu

By Kata IndonesiaSeptember 13, 20260

Pemerintah Tangani Potensi Dampak Bencana Alam Secara Terpadu Jakarta – Pemerintah memperkuat penanganan bencana alam…

Pemerintah Pastikan Penanganan Terpadu Bencana Alam Berjalan 24 Jam

By Kata IndonesiaSeptember 13, 20260

Pemerintah Pastikan Penanganan Terpadu Bencana Alam Berjalan 24 Jam JAKARTA — Pemerintah mempercepat penanganan bencana…

Presiden Prabowo Tegaskan bahwa Karhutla Bukan Pelanggaran Ringan

By Kata IndonesiaSeptember 13, 20260

Presiden Prabowo Tegaskan bahwa Karhutla Bukan Pelanggaran Ringan Oleh : Catur Ronggo Kebakaran hutan dan…

Karhutla Diusut, Prabowo Minta Penelusuran Pemilik Korporasi Bermasalah

By Kata IndonesiaSeptember 13, 20260

Karhutla Diusut, Prabowo Minta Penelusuran Pemilik Korporasi Bermasalah Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.