• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Transformasi Infrastruktur Menjadi Kunci Sukses Era Jokowi dalam Satu Dekade

Transformasi Infrastruktur Menjadi Kunci Sukses Era Jokowi dalam Satu Dekade

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 5 October 2024

Transformasi Infrastruktur Menjadi Kunci Sukses Era Jokowi dalam Satu Dekade

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 10 tahun masa kepemimpinannya terus mencatatkan berbagai capaian kinerja yang sangat luar biasa. Salah satu kunci kesuksesan Presiden Jokowi adalah transformasi pembangunan infrastruktur di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, konektifitas, pangan dan energi hingga pembangunan IKN di Indonesia.

Dalam SAPA Indonesia Malam di Kompas TV, Jumat (04/10), Sesmenko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan bahwa dalam 10 tahun ini, di era kepemimpinan Presiden Jokowi, pembangunan infrastruktur yang dilakukan sangat massif.

“Seperti yang disampaikan beberapa data terkait Pembangunan tol baru lebih dari 2.400 km, instalasi air minum, kelistrikan, kemudian dari 61 bendungan yang sudah mulai beroperasi yakni 53 bendungan,” jelas Susiwijono.

Pembangunan infrastruktur yang masif ini sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi selama 1 dekade ini. Dirinya menambahkan bahwa hingga saat ini terdapat 205 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang sudah selesai.

“Terkait konektifitas aksesibilitas, ada 11 pelabuhan dan 50 bandara baru, 7 proyek kereta api baru. Ini semua proyek multi years, sehingga dari sisi jumlah, relatif seluruhnya sudah selesai dan sebagian masih dalam proses.” ungkapnya.

Sementara itu, terkait ketahanan energi, pembangkit listrik sudah mencapai 21,7 Gigawatt. Sedangkan terkait hilirisasi industri terutama dari kawasan-kawasan strategis.

“Dari KEK sendiri, yang dimulai pada 2014, sudah ada 22 Kawasan Ekonomi Khusus, tersebar 15 di luar Jawa dan ini mendorong ekonomi inklusif. Dari sisi investasinya sudah mendorong Rp. 205.2 Triliun,” kata Sesmenko.

Sesmenko melanjutkan, terkait pembangunan di daerah 3T, khususnya yang terluar, misalnya pembangunan PLBN (Pos Lintas Batas Negara), terdapat 15 PLBN.

“PLBN yang dibangun dalam 10 tahun ini, betul-betul telah mendorong perekonomian di daerah perbatasan,” ucapnya.

Presiden Jokowi mampu membangun berbagai macam fondasi kokoh untuk peradaban baru dengan pembangunan yang bersifat Indonesiasentris dan tidak lagi Jawasentris, yakni membangun dari wilayah pinggiran serta daerah terluar.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty mengatakan, kinerja 2 dekade Presiden Jokowi layak mendapatkan apresiasi yang setinggi-tingginya sebagai Bapak Infrastruktur Indonesia.

“Dibutuhkan keberanian untuk membangun infrastruktur. Kita memberikan apresiasi Pak Jokowi bahwa beliau merupakan Bapak Infrastruktur Indonesia karena meninggalkan legacy luar biasa,” kata Telisa.

Menurut Telisa, pembangunan infrastruktur memberikan multiplier effect yang cukup besar.

“Banyak program prioritas strategis nasional menyerap lapangan kerja. Kemudian pemerintah sekarang juga mendorong TKDN agar pembangunan infrastruktur menggunakan produk lokal.” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, dengan modal infrastruktur yang baik, Indonesia bisa membangun pendidikan dan kesehatan menjadi lebih baik.

“Karena dengan masyarakat yang lebih sehat dan berpendidikan, maka kita bisa bertumbuh lagi,” katanya.

Sejauh ini, Indonesia telah mengalami banyak sekali perkembangan, di era pemerintahan Presiden Jokowi.

Telisa berharap agar pemerintahan yang akan datang terus melanjutkan pembangunan infrastruktur tersebut, dimana selama masa pemerintahan Presiden Jokowi, seluruh kebutuhan dasar masyarakat terus dipasok dan didorong dengan perbaikan konektivitas.

Masa transisi pemerintahan dari Presiden Jokowi ke Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa keberhasilan yang telah diraih selama 10 tahun pemerintahan Jokowi dapat berlanjut di era kepemimpinan Prabowo. [-red]

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

November 7, 2026

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

November 7, 2026

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Gentengisasi Prabowo, Memperkuat UMKM dan Menghidupkan Potensi Ekonomi Daerah Oleh Sulaiman Di tengah upaya memperkuat…

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Pembasahan Gambut Menjadi Langkah Penting Memutus Siklus Karhutla Oleh : Sigit Prasetyo Pembasahan gambut menjadi…

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Kasus Penyadapan Ilegal Diusut, Semua Pihak Diminta Tunduk pada Hukum Jakarta – Kasus dugaan penyadapan…

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara 

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

Mengapresiasi Prabowo: Berani dan Tegas kepada Pengancam Negara  Oleh: Amril Jambak Ada saatnya seorang pemimpin harus mengambil sikap tegas. Bukan semata-mata untuk menunjukkan kekuasaan, melainkan untuk memastikan bahwa negara tidak boleh dipermainkan oleh siapa pun. Terlebih jika persoalan yang dihadapi menyangkut keselamatan kepala negara, keamanan pemerintahan, serta kedaulatan bangsa. Perkembangan terbaru mengenai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara menjadi persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebagai perkara biasa. Apalagi, dugaan tersebut menyeret sejumlah individu dari lingkungan institusi penegak hukum. Pada 3 November 2026, Bareskrim Polri menetapkan tiga personel kepolisian berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan tanpa prosedur, akses ilegal, serta penghapusan data elektronik. Ketiganya kemudian menjalani penahanan untuk kepentingan penyidikan. Sehari setelahnya, 4 November 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Pemerintah bahkan menilai perkara itu memiliki indikasi yang mengarah pada perbuatan makar dan berpotensi membahayakan keselamatan pimpinan serta kepentingan negara. Langkah Presiden yang menandatangani keputusan pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Staf Kepresidenan juga menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Untuk sementara, Presiden menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan. Keputusan tersebut patut diapresiasi. Sebab, seorang presiden tidak boleh ragu mengambil tindakan ketika terdapat persoalan serius yang menyentuh keamanan dan kewibawaan negara. Indonesia adalah negara hukum, bukan negara yang boleh dikendalikan oleh kepentingan kelompok, jaringan kekuasaan, ataupun faksi tertentu.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.