• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Wanagama Nusantara di IKN Bukti Komitmen Presiden Jokowi Jaga Kelestarian Lingkungan

Wanagama Nusantara di IKN Bukti Komitmen Presiden Jokowi Jaga Kelestarian Lingkungan

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 23 September 2024

Wanagama Nusantara di IKN Bukti Komitmen Presiden Jokowi Jaga Kelestarian Lingkungan

Oleh : Dani Ramdan

Presiden Joko Widodo secara resmi mencanangkan hutan Wanagama Nusantara untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), di Zona Rimba Kota B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), IKN.

Pencanangan Wanagama Nusantara adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan, dengan mengedepankan penanaman pohon dan restorasi lahan yang rusak. Melalui program ini, Presiden Jokowi tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi tetapi juga keberlanjutan ekosistem di IKN. Pencanangan Wanagama Nusantara juga berfungsi sebagai model bagi inisiatif hijau di seluruh Indonesia, menyatukan upaya masyarakat dan pemerintah dalam melawan perubahan iklim serta kerusakan lingkungan.

Presiden Jokowi telah mengedepankan lingkungan sebagai salah satu prioritas dalam berbagai kebijakannya. Pencanangan Wanagama Nusantara di IKN merupakan salah satu bukti nyata dari komitmen tersebut. Melalui pencanangan ini, fokus tidak hanya pada pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi semata, tetapi juga memastikan bahwa setiap langkah pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan.

Dalam pidato-pidatonya, Presiden Jokowi sering menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Wanagama Nusantara adalah contoh konkret bagaimana prinsip ini diterapkan dalam praktik. Dengan integrasi antara pembangunan IKN dan upaya restorasi ekosistem, pencanangan ini menunjukkan bahwa kemajuan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan dengan seimbang.

Konsep Wanagama Nusantara adalah untuk restorasi hutan hujan tropis harus jadi. Selain itu, pengembangan infrastruktur untuk pengembangan research hub dalam pengembangan riset-riset unggulan dalam bidang sustainability tropis juga perlu dilakukan. Konsep Wanagama Nusantara juga penting sebagai model restorasi hutan hujan tropis di IKN. Wanagama Nusantara tidak hanya fokus pada penanaman pohon, tetapi juga harus mencakup pengembangan infrastruktur untuk research hub. Research hub ini diharapkan dapat mendukung riset-riset unggulan dalam bidang keberlanjutan tropis. Dengan fasilitas riset yang memadai, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan inovasi terkait keberlanjutan lingkungan, serta mendorong solusi praktis untuk tantangan ekologis yang dihadapi.

Pencanangan Wanagama Nusantara tidak hanya memberikan manfaat ekologis tetapi juga sosial. Secara ekologis, penanaman pohon dan rehabilitasi lahan akan membantu mengurangi erosi tanah, memperbaiki kualitas tanah, dan meningkatkan kapasitas penyimpanan air tanah yang sangat penting untuk mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Selain itu, pembentukan Wanagama Nusantara merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menghadapi perubahan iklim. Perubahan iklim akan berdampak luas terhadap seluruh sendi kehidupan di tiap-tiap negara termasuk Indonesia. Namun pemerintah terus melakukan upaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Inilah yang harus dipahami oleh seluruh pihak, sehingga tidak terus melihat dari “kacamata kuda” yang seolah-olah negara tidak memikirkan dampak perubahan iklim serta dampak lingkungan dalam setiap pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan.

Dengan adanya Wanagama Nusantara, diharapkan dapat mengurangi jejak karbon dari pembangunan IKN dan berkontribusi pada upaya global dalam mitigasi perubahan iklim. Kemudian penanaman pohon di kawasan IKN diharapkan dapat menyerap karbon dioksida, mengurangi dampak negatif dari emisi gas rumah kaca, dan meningkatkan kualitas udara di kawasan tersebut.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K).,Ph.D., mengatakan pencanangan Wanagama Nusantara berfokus pada pengembangan hutan pendidikan dan penelitian lintas disiplin. Hutan ini berlokasi di kawasan inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan luas 621 hektar. Ova Emilia berharap Wanagama Nusantara mendukung visi IKN sebagai Forest City, yang merupakan salah satu prioritas Presiden Jokowi sesuai dengan amanat Pasal 22 UU No. 3 Tahun 2022. Selain itu, keberadaan Wanagama Nusantara tentunya sebagai bagian dari komitmen UGM dalam mendukung pembangunan IKN sebagai kota yang berkelanjutan.

Dari segi sosial, pencanangan Wanagama Nusantara dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal dan melibatkannya dalam kegiatan lingkungan. Partisipasi masyarakat dalam penanaman pohon dan pemeliharaan ekosistem membantu menciptakan kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Selain itu, Wanagama Nusantara berpotensi menjadi pusat edukasi lingkungan dan ekowisata, memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Perubahan iklim adalah tantangan global yang memerlukan tindakan nyata dari semua sektor. Wanagama Nusantara berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon dioksida. Pohon-pohon yang ditanam akan menyerap CO2, gas rumah kaca utama yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Dengan meningkatkan luas area hutan dan vegetasi, Wanagama Nusantara ini membantu mengurangi jejak karbon dan mendukung upaya Indonesia untuk memenuhi target pengurangan emisi gas rumah kaca.

Selain itu, restorasi ekosistem yang dilakukan dalam pencanangan ini juga membantu meningkatkan ketahanan iklim dengan memperbaiki fungsi ekosistem yang rusak termasuk pemulihan hutan yang dapat bertindak sebagai penyangga terhadap cuaca ekstrem, seperti hujan deras dan kekeringan.

Wanagama Nusantara di IKN merupakan bukti komitmen Presiden Jokowi dalam menjaga kelestarian lingkungan sambil memajukan pembangunan. Pencanangan Wanagama Nusantara mencerminkan integrasi antara upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan infrastruktur, menunjukkan bahwa keduanya tidak harus saling bertentangan. Melalui penanaman pohon, rehabilitasi lahan, dan pemulihan ekosistem, Wanagama Nusantara berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan dukungan yang berkelanjutan, proyek ini dapat menjadi contoh sukses dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan untuk Indonesia.

)* Penulis adalah Pemerhati Lingkungan

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan

November 8, 2026

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan

November 8, 2026

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Kasus Penembakan Aceh Jadi Perhatian, Perlindungan Warga Diutamakan Oleh: Damar Setiawan Pemerintah terus menunjukkan komitmen…

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan

By Kata IndonesiaNovember 8, 20260

Pembahasan UMP 2027 Didorong Sejalan dengan Penguatan UU Ketenagakerjaan Jakarta – Pembahasan penetapan Upah Minimum…

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UMP 2027 Menjaga Keseimbangan Upah Layak dan Keberlanjutan Usaha Oleh: Anggi Kurniawan Penyusunan kebijakan Upah…

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh

By Kata IndonesiaNovember 7, 20260

UU Ketenagakerjaan dan UMP 2027 Menjadi Jalan Memperkuat Kesejahteraan Buruh Oleh: Mega Triyana Pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2027 menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan dan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan pengupahan yang lebih terarah. Kehadiran undang-undang ketenagakerjaan yang baru diharapkan memberikan landasan lebih kuat bagi pemerintah dalam memastikan hak-hak pekerja terlindungi. Penetapan upah minimum juga perlu memperhatikan perkembangan kebutuhan hidup masyarakat, daya beli, serta kemampuan dunia usaha agar peningkatan kesejahteraan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mulai mempersiapkan berbagai aspek yang menjadi dasar penetapan UMP 2027. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa formula pengupahan tahun mendatang akan mengacu pada undang-undang perlindungan ketenagakerjaan yang baru disahkan DPR pada 6 Oktober 2026. Regulasi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kepastian hukum sekaligus memberikan pedoman bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengupahan. Dengan landasan hukum yang diperbarui, penetapan upah diharapkan semakin memperhatikan keseimbangan antara perlindungan pekerja dan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian pemerintah adalah kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai pertimbangan dalam menentukan besaran upah minimum. Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah sedang menghitung estimasi KHL dengan memanfaatkan data yang dihimpun dan dievaluasi oleh kementerian serta lembaga terkait. Penghitungan ini diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan riil pekerja dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Komponen kebutuhan tersebut mencakup pangan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga yang terus mengalami perkembangan. Penempatan KHL dalam pembahasan UMP menunjukkan bahwa kebijakan pengupahan tidak semata-mata berorientasi pada persentase kenaikan tahunan. Upah minimum memiliki keterkaitan langsung dengan kemampuan pekerja memenuhi kebutuhan dasar dan mempertahankan kualitas hidup keluarganya. Penghasilan yang lebih layak dapat memberikan ruang bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, memperoleh layanan kesehatan, serta membangun ketahanan ekonomi rumah tangga. Oleh karena itu, penghitungan kebutuhan hidup perlu menjadi pertimbangan substantif agar kebijakan pengupahan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata. Pembahasan kebijakan juga dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur melalui mekanisme kelembagaan yang telah ditetapkan. Yassierli menyampaikan bahwa prosesnya akan dimulai melalui Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional sebelum berlanjut ke Dewan Pengupahan Nasional. Selanjutnya, masukan dari Dewan Pengupahan Daerah menjadi bagian dari pertimbangan gubernur dalam menetapkan besaran UMP di masing-masing wilayah. Mekanisme ini memberikan ruang bagi pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menyampaikan pandangan berdasarkan kepentingan serta kondisi yang mereka hadapi. Dari kalangan pekerja, usulan kenaikan UMP 2027 sebesar 7,5 hingga 9,5 persen telah disampaikan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Pekerja, Said Iqbal, juga menyampaikan pandangan mengenai kebutuhan peningkatan upah minimum pada tahun mendatang. Simulasi yang mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi menghasilkan perkiraan kenaikan sekitar 7,8 persen berdasarkan asumsi yang digunakan. Masukan dari kalangan pekerja menjadi bagian penting karena buruh merupakan kelompok yang merasakan langsung dampak perubahan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.