• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Ambyar… Kenaikan PPN Jadi 12 Persen Masuk dalam Target APBN Prabowo di 2025

Ambyar… Kenaikan PPN Jadi 12 Persen Masuk dalam Target APBN Prabowo di 2025

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 28 July 2024

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan pemerintah sudah memasukkan pertimbangan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen dalam menyusun asumsi makro 2025.

Berdasarkan pasal 7 UU No 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), kenaikan PPN menjadi 12 persen berlaku mulai 1 Januari 2025.

“Semua asumsi semua antisipasi apa pun (kenaikan PPN 12 persen) sudah dijadikan dasar dalam membuat postur (APBN 2025). Jadi sebenarnya memang sudah dihitung semua,” kata Susi di kantornya, Kamis (25/7).

Kenaikan PPN 12 persen bakal mengerek penerimaan negara dari pajak. Dalam hal ini, Susi mengatakan pemerintah sudah merumuskan target penerimaan negara jika terjadi kenaikan PPN.

Dalam RAPBN 2025, pemerintah menargetkan penerimaan tahun pertama Prabowo sebesar 12,3 persen hingga 12,36 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Susi melanjutkan, kehadiran Tim Gugus Sinkronisasi Prabowo-Gibran, Thomas Djiwandono, menjadi Wakil Menteri Keuangan II, bakal memuluskan proses transisi.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kenaikan PPN 12 persen akan mempertimbangkan kondisi perekonomian. Sebab, kebijakan perpajakan bersifat distortif akan mempengaruhi daya beli.

“Nah kalau itu nanti kita lihat kemampuan ekonomi dalam negeri,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kenaikan tarif PPN menjadi 12 persen di tahun 2025 akan diserahkan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Mengenai PPN itu nanti kami serahkan pemerintahan baru,” kata Sri Mulyani kepada awak media di Kompleks Parlemen RI, Senin (20/5).

Bendahara negara itu memastikan pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Prabowo Subianto dalam menyusun APBN 2025. Artinya, seluruh penyusunan asumsi makro 2025 akan memasukkan aspirasi dari pemerintahan baru.

“Kita terus berkomunikasi dengan dengan tim maupun orang-orang yang ditunjuk oleh Pak Prabowo. Sehingga apa yang kita tuangkan akan bisa sedapat mungkin memasukkan seluruh aspirasi,” tutur Menkeu.

Pemerintah Perkuat Kolaborasi untuk Dorong Partisipasi CKG

May 15, 2026

Partisipasi Masyarakat Jadi Penentu Keberhasilan Program CKG Nasional

May 15, 2026

Pemerintah Perkuat Kolaborasi untuk Dorong Partisipasi CKG

By Kata IndonesiaMay 15, 20260

Pemerintah Perkuat Kolaborasi untuk Dorong Partisipasi CKG Oleh: Fajar Nugroho Pemerintah terus memperkuat kolaborasi lintas…

Partisipasi Masyarakat Jadi Penentu Keberhasilan Program CKG Nasional

By Kata IndonesiaMay 15, 20260

Partisipasi Masyarakat Jadi Penentu Keberhasilan Program CKG Nasional Jakarta – Keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis…

Pemerintah Dorong Partisipasi CKG Lebih Luas demi Kesehatan Berkualitas

By Kata IndonesiaMay 15, 20260

Pemerintah Dorong Partisipasi CKG Lebih Luas demi Kesehatan Berkualitas JAKARTA — Pemerintah terus memperluas pelaksanaan…

Gus Yusuf Chudhori: Oase di Tengah Prahara Kramat Raya

By Kata IndonesiaMay 15, 20260

Oleh: Anis Maftukhin   Di sebuah sudut remang Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, kepul asap kopi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.