• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Pembangunan Papua Bukti Konkret Pemerintah Ciptakan Kesejahteraan Masyarakat

Pembangunan Papua Bukti Konkret Pemerintah Ciptakan Kesejahteraan Masyarakat

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 15 July 2024

Pembangunan Papua Bukti Konkret Pemerintah Ciptakan Kesejahteraan Masyarakat

Oleh: Devaryo Valarie

Pembangunan di Papua masih terus digencarkan pemerintah di berbagai sektor hingga saat ini. Komitmen tersebut menjadi bukti nyata bahwa pemerintah sangat serius menciptakan kesejahteraan untuk masyarakat Papua.

Pemerintah pusat hingga daerah saling bersinergi untuk mewujudkan Papua semakin maju dengan pembangunan secara fisik maupun non fisik. Pemerintah berupaya memberikan pelayanan publik secara optimal kepada seluruh masyarakat Papua agar mereka dapat hidup nyaman dan sejahtera di Bumi Cenderawasih.

Salah satu usaha yang dilakukan pemerintah untuk pembangunan Papua yaitu Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) dan Sistem Informasi Percepatan Pembangunan Papua (SIPPP). RIPPP merupakan perencanaan terpadu antar sektor dan daerah yang mengedepankan prinsip pengelolaan keuangan yang baik, yang disusun bersama-sama dengan Kementerian/Lembaga (K/L), Pemerintah Daerah, dan tokoh masyarakat Papua yang mengedepankan prinsip pengelolaan keuangan yang baik. Sementara SIPPP adalah platform sistem informasi terintegrasi dalam kerangka RIPPP.
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa mengatakan peluncuran RIPPP 2022–2041 dan SIPPP merupakan tahapan penting pembangunan Papua. Dengan diluncurkannya dokumen tersebut, pemerintah memperkenalkan arah pembangunan jangka panjang wilayah Papua. Pihaknya berharap ini menjadi momen penting dalam mendorong sinkronisasi dan harmonisasi perencanaan serta penganggaran, kolaborasi pemerintah pusat, daerah, maupun pelaku pembangunan lainnya dalam percepatan pembangunan wilayah Papua.
Suharso Monoarfa juga menjelaskan pemerintah memutuskan untuk mengedepankan pendekatan kesejahteraan dalam program percepatan pembangunan di Tanah Papua yang mulai bergulir pada tahun 2024. Pendekatan kesejahteraan bagi masyarakat Papua dilakukan secara bertahap, yang meliputi sektor pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Pendekatan keamanan juga diberikan perhatian secara khusus, karena untuk menjamin kedamaian di Papua.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan pembangunan rumah sakit pemerintah tipe B di Kabupaten Nabire, guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule mengatakan untuk menjalankan satu layanan kesehatan komprehensif yang dikerjakan seluruhnya di Provinsi Papua Tengah, dibutuhkan rumah sakit rujukan provinsi yang tipenya adalah Rumah Sakit tipe B. Hal itu sesuai dengan tuntutan RIPPP tahun 2022-2041 yang mengusung visi besar terwujudnya Papua Mandiri, Adil, dan Sejahtera. Sebagai upaya mewujudkan Papua Sehat Pemprov Papua Tengah membangun RS Tipe B.
Menurut Silwanus, kesehatan adalah fondasi, tidak bisa bicara Papua cerdas dan Papua produktif jika Papua itu tidak sehat. Pihaknya menjelaskan filosofi dasar yang mesti dipegang adalah bahwa kesehatan itu bukan segala-galanya tapi tanpa kesehatan segala-galanya menjadi tidak mungkin. Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah melakukan penguatan layanan dasar melalui penguatan pada level Puskesmas dan layanan rujukan dengan penguatan pada rumah sakit.
Berdasarkan RIPPP mengenai Papua sehat, dalam waktu tidak terlalu lama Papua Tengah akan mempunyai rumah sakit rujukan provinsi atau yang disebut Rumah Sakit tipe B. Adapun maksud untuk mempercepat pembangunan Rumah Sakit Tipe B adalah agar memotong mata rantai rujukan keluar Provinsi Papua Tengah.
Diharapkan dengan adanya rumah sakit itu kelak, maka rujukan dari kabupaten-kabupaten bisa diselesaikan di ibukota Provinsi Papua Tengah tanpa perlu rujukan pasien keluar dari Papua Tengah. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut maka diputuskan bahwa Rumah Sakit Tipe B rujukan Papua Tengah sudah bisa beroperasi di tahun 2026.
Pembangunan yang sangat jelas terlihat dan dirasakan manfaatnya secara langsung bagi masyarakat Papua adalah di bidang infrastruktur. Pembangunan infrastruktur telah banyak terealisasikan di Papua seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya. Hal ini semata-mata untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk membuka aksesibilitas pendidikan pada wilayah Terdepan, Terluar dan Terpinggirkan (3T).
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika, Yohana Paliling mengatakan infrastruktur menjadi salah satu pendukung terbukanya akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian. Infrastruktur seperti jalan dan jembatan, perlu dibuka untuk mendekartkan masyarakat dengan pelayanan yang disediakan pemerintah.
Jalan dan jembatan diperlukan untuk menjadi penghubung aksesibilitas serta memudahkan pemerintah untuk menjangkau masyarakat. Pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyaralat harus bertumbuh. Untuk itu, akses harus dibuka agar dapat menjangkau masyarakat.
Yohana menjelaskan prioritas pembangunan Kabupaten Mimika pertama yakni meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki daya saing. Untuk menciptakan SDM berdaya saing, maka perlu didukung dengan infrastruktur memadai agar masyarakat di kampung-kampung juga dapat mengakses pendidikan yang baik. Pembangunan infrastruktur sangat mendukung pemerataan sarana dan prasarana dalam rangka mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Jika infrastruktur memadai, sarana prasarana merata maka prioritas utama untuk meningkatkan SDM berdaya saing akan tercapai.
Berbagai pembangunan yang sudah banyak mendukung kehidupan masyarakat di Papua sudah sepatutnya diapresiasi. Jangan biarkan hasil pembangunan tersebut dirusak atau diabaikan fungsinya begitu saja. Masyarakat Papua harus menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan itu dengan baik untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Mari kawal pembangunan di Papua secara berkelanjutan demi kemajuan Bumi Cenderawasih.
)* Penulis merupakan mahasiswi asal Papua di Surabaya

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.