• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Waspada Berita Hoax dan Narasi Provokasi Soal Pilkada di Media Sosial

Waspada Berita Hoax dan Narasi Provokasi Soal Pilkada di Media Sosial

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 19 May 2024

Waspada Berita Hoax dan Narasi Provokasi Soal Pilkada di Media Sosial

Oleh: Rizky Pratam

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai penyebaran berita bohong atau hoax dan narasi yang penuh akan provokasi serta propaganda dari pihak tidak bertanggung jawab terkait Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di ruang digital dan dunia maya.

Pasalnya, pada jaman seperti sekarang ini, yang mana perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi digital sangat signifikan, bahkan masyarakat sudah menganggap bahwa media sosial adalah kebutuhan sehari-harinya yang tidak bisa terlepas dari berbagai sektor kehidupannya dalam keseharian, tentu akan terjadi banyak sekali penyebaran informasi, baik itu yang faktual ataupun berita hoax dan narasi provokasi.

Jika misalnya yang tersebar hanyalah informasi yang akurat, faktual beserta dengan data yang konkret terjadi di lapangan, maka tidak menjadi masalah. Namun, justru masalahnya adalah dengan perkembangan media sosial sekarang, kebenaran dan kebohongan seolah menyatu dan sulit untuk terdeteksi, termasuk penyebaran berita hoax dan natasi provikasi soal Pilkada 2024.

Pada era revolusi industri 4.0, yang mana menjadikan mesin sudah sangat terintegrasi antar satu sama lain atau terhubung dengan internet, maka di masa inilah memasuki sebuah situasi yang penuh akan ancaman disrupsi.

Saat ini menjadi era di mana perkembangan masa lalu telah terhapuskan oleh adanya kemajuan teknologi yang baru. Misalnya, yakni adanya Artificial Intelligence (AI) dan robot yang mulai bisa menggantikan peranan manusia.

Menurut Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Taufiq R Abdullah bahwa hari ini semua orang telah melek akan penggunaan teknologi dengan berbagai strata.

Sehingga terjadi kebanjiran informasi, yang mengakibaykan hampir semua apa yang manusia butuhkan, khususnya berkaitan dengan informasi berada di internet dan mampu secara sangat mudah atau bebas terakses oleh siapa saja tanpa terkecuali.

Hal tersebut jelas menjadi sebuah tantangan pada penerapan asas demokrasi di era digital. Karena, bukan tidak mungkin seseorang ketika mendapatkan sebuah informasi yang berlebihan, maka akan cenderung memproses data yang mereka dapatkan melalui jalan pintas.

Hari ini seluruh dunia, termasuk masyarakat di Indonesia memasuki era post truth, yakni sebuah keadaan yang menjadikan kebenaran bisa dianggap benar meski tidak perlu berlandaskan dengan fakta yang nyata.

Kebenaran tersebut mempengaruhi jaringan emosional seseorang yang memiliki pendapat sama, sehingga pada era teknologi informasi yang berkembang sedemikian rupa seperti sekarang, bisa jadi masyarakat akan cenderung mengabaikan kebenaran yang bersifat faktual, karena di jaman sekarang, hal yang paling penting adalah bagaimana menginformasikan sesuatu tersebut.

Persoalan mengenaiapakah informasi tersebut benar atau tidak, sudah bukan menjadi sesuatu yang penting di era ini. Selama sebuah informasi tersebut secara terus menerus tersebar luaskan di berbagai macam platform termasuk media sosial, maka akan bisa menjadi sebuah kebenaran.

Saat ini banyak sekali beredar berbagai konten bohong, hoax dan juga konten yang bernada kejahatan termasuk narasi provokasi atau propaganda dari kelompok tidak bertanggung jawab yang tersedia di media sosial sehingga banyak orang menganggapnya sebagai sebuah kebenaran.

Dari sana, kemudian muncul banyaknya sikap yang saling bertentengan di masyarakat, karena antara pihak yang baik dan tidak baik menjadi sangat rancu. Kondisi tersebut akan semakin parah apabila masyarakat ternyata tidak memiliki kemampuan literasi digital yang baik, sehingga tidak bisa mendeteksi atau mengklarifikasi mana informasi yang benar dan mana yang salah.

Sementara itu, Praktisi Literasi Digital, R. Wijaya Kusumawardhana menyoroti akan adanya sejumlah potensi kerawanan dalam Pilkada, mulai adanya fanatisme yang terlalu berlebihan dan pragmatisme politik di media sosial.

Bukan hanya itu, namun media sosial juga bisa menjadi tempat bersarangnya berbagai narasi provokasi seperti politisasi isu Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) sehingga masyarakat mudah teradu domba hanya karena masalah perbedaan tersebut.

Berita palsu atau hoax dan ujaran kebencian juga terus menjadi ancaman yang sangat nyata dalam menghadapi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah mendatang di media sosial. Untuk dapar mencegahnya, salah satu yang bisa masyarakat lakukan adalah terus memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam dirinya.

Dengan nilai Pancasila yang kuat, maka bukan tidak mungkin pelaksanaan Pilkada akan berjalan dengan guyub dan damai, kemudian harus ada pula literasi digital yang baik sehingga masyarakat mudah untuk membedakan mana berita hoax dan mana narasi provokatif di media sosial.

Pesan perdamaian harus terus tersebarkan dari lingkungan terkecil, seperti antar teman, keluarga ataupun masyarakat lainnya untuk terus menjaga persatuan pasca perhelatan Pemilu Februari 2024 lalu dan dalam rangka momentum persiapan menjelang Pilkada November 2024 mendatang.

Terus mewaspadai adanya kemungkinan penyebaran berita bohong atau hoax serta isu dan narasi yang bernada provokatif serta propaganda dari pihak tidak bertanggung jawab mengenai apapun, utamanya soal Pilkada di ruang digital atau dunia maya serta media sosial yang sangat rawan akan penyebaran isu negatif tersebut.

*) Pengamat Politik Lembaga Gala Indomedia

Pemerintah Dorong Industri Hijau sebagai Investasi Keberlanjutan Nasional

August 31, 2026

Pemuda yang Membaca, Meneliti, dan Berdiskusi adalah Modal Demokrasi Dewasa

August 31, 2026

Pemerintah Dorong Industri Hijau sebagai Investasi Keberlanjutan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Pemerintah Dorong Industri Hijau sebagai Investasi Keberlanjutan Nasional Jakarta – Pemerintah mendorong percepatan transformasi industri…

Pemuda yang Membaca, Meneliti, dan Berdiskusi adalah Modal Demokrasi Dewasa

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Pemuda yang Membaca, Meneliti, dan Berdiskusi adalah Modal Demokrasi Dewasa Oleh: Dwi Saputri Demokrasi yang…

Semangat Pemuda Menjadi Akal Sehat Demokrasi, Bukan Bahan Bakar Provokasi 

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Semangat Pemuda Menjadi Akal Sehat Demokrasi, Bukan Bahan Bakar Provokasi  Oleh : Nabela Andika  Demokrasi Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya berani bersuara, tetapi juga mampu menjaga akal sehat di tengah derasnya arus informasi, perbedaan kepentingan, dan meningkatnya polarisasi. Pemuda memiliki energi, idealisme, keberanian, serta kemampuan besar untuk membawa perubahan. Namun, seluruh potensi tersebut dapat kehilangan arah apabila disalurkan tanpa pertimbangan yang matang dan justru menjadi bahan bakar bagi provokasi. Karena itu, generasi muda harus menempatkan diri sebagai kekuatan intelektual yang menjaga demokrasi tetap kritis, rasional, damai, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Kebebasan berpendapat merupakan salah satu fondasi utama demokrasi. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan kritik, gagasan, dan aspirasi terhadap berbagai persoalan bangsa. Dalam konteks tersebut, mahasiswa dan generasi muda memiliki posisi yang sangat penting. Mereka tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa, melainkan ikut aktif mengawal kebijakan dan mengingatkan ketika terdapat persoalan yang perlu diperbaiki. Demokrasi akan kehilangan vitalitas apabila ruang kritik menyempit atau masyarakat memilih diam terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan publik. Ketua Aliansi Intelektual Muda Nusantara, Muhammad Reynaldi, menegaskan bahwa demokrasi membutuhkan masyarakat yang berani berpikir, bersuara, sekaligus bertanggung jawab atas setiap sikap yang diambil. Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa kebebasan tidak pernah berdiri sendiri. Kebebasan selalu berjalan bersama tanggung jawab. Menyampaikan aspirasi adalah hak, tetapi memastikan aspirasi tersebut tidak dibangun di atas informasi palsu, kebencian, dan hasutan merupakan kewajiban moral yang tidak boleh diabaikan. Di era digital, tantangan itu semakin besar. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, sedangkan kebenaran sering membutuhkan waktu untuk diverifikasi. Generasi muda yang sangat dekat dengan media sosial berada pada posisi strategis sekaligus rentan. Mereka dapat menjadi penyebar gagasan positif yang mendorong perubahan, tetapi juga dapat tanpa sadar menjadi perantara penyebaran hoaks dan provokasi. Karena itu, kebiasaan membaca sebelum berbicara, memeriksa informasi sebelum menyebarkannya, serta berpikir sebelum bertindak menjadi semakin penting dalam kehidupan demokrasi. Muhammad Reynaldi juga mendorong generasi muda untuk menyampaikan aspirasi secara damai, rasional, dan berbasis data. Pendekatan ini penting agar kritik tidak berubah menjadi kemarahan tanpa arah. Kritik yang kuat bukan kritik yang paling keras, melainkan kritik yang memiliki dasar, argumentasi, dan solusi. Pemuda harus mampu membedakan antara keberanian menyuarakan kebenaran dengan keberanian mengikuti emosi massa. Tidak semua isu yang ramai harus langsung dipercaya, dan tidak semua ajakan yang mengatasnamakan rakyat benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Ruang dialog menjadi salah satu sarana penting untuk membangun kedewasaan tersebut. Ketua Umum PP Singa Muda Hanura, Abraham, memandang dialog kebangsaan sebagai ruang bagi generasi muda untuk membicarakan persoalan demokrasi, politik, dan tantangan ekonomi secara konstruktif. Gagasan itu menunjukkan bahwa perbedaan pandangan tidak harus selalu berakhir pada konflik. Melalui dialog, generasi muda dapat mempertemukan berbagai perspektif dan membangun pemahaman yang lebih utuh terhadap persoalan bangsa. Generasi muda juga tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan dan politik. Mereka harus diberikan ruang nyata untuk ikut menentukan arah masa depan bangsa. Keterlibatan itu dapat diwujudkan melalui organisasi, forum diskusi, kegiatan sosial, pengawasan kebijakan, partisipasi politik, hingga pengembangan inovasi ekonomi. Semakin luas ruang partisipasi yang tersedia, semakin besar peluang bagi pemuda untuk menyalurkan energi perubahan secara produktif dan bertanggung jawab.…

Pemuda Serukan Demokrasi Sehat dan Persatuan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Pemuda Serukan Demokrasi Sehat dan Persatuan Nasional Jakarta – Generasi muda terus didorong mengambil peran…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.