• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Sinergitas Kunci Cegah Penyebaran Paham Radikal dan Intoleran

Sinergitas Kunci Cegah Penyebaran Paham Radikal dan Intoleran

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 19 May 2024

Sinergitas Kunci Cegah Penyebaran Paham Radikal dan Intoleran

Oleh : Diska Putro

Sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait memiliki peran penting dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal dan intoleran di masyarakat. Dalam menghadapi tantangan ini, kolaborasi yang kokoh antara berbagai pihak adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi semua.
Pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam menyediakan keamanan dan menjaga stabilitas negara.

Melalui kebijakan yang tepat dan penegakan hukum yang kuat, pemerintah dapat memberikan landasan yang kokoh untuk melawan paham radikal dan intoleran. Selain itu, peran pemerintah dalam memberikan pendidikan dan akses kepada masyarakat tentang nilai-nilai toleransi dan pluralisme sangat penting.

Aparat Kepolisian dari Polres Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung terus meningkatkan sinergitas dengan kalangan ulama di daerah, langkah itu dilakukan guna mencegah paham radikalisme dengan melakukan gotong royong dan bakti sosial bersama pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Kasat Intelkam, Iptu Joniarto mengatakan pihaknya melaksanakan kegiatan cegah paham radikalisme guna meningkatkan sinergi dengan pemangku agama di daerah. Sinergitas diperlukan untuk menjalin kedekatan dan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dalam setiap kegiatan.
Melalui kegiatan tersebut pihaknya juga terus berupaya untuk mencegah pemahaman radikalisme kepada masyarakat. Di mana penyebaran paham radikal masih terus diwaspadai pemerintah Indonesia. Dalam setiap kegiatan keagamaan dan pencegahan paham radikalisme kami juga terus berkolaborasi. Baik antara pihak kepolisian dan pemangku agama.
Kegiatan sosialisasi cegah paham radikalisme sangat penting sebagai bentuk penegasan dan komitmen bersama untuk melawan serta menolak paham radikalisme dan intoleransi yang dapat melemahkan ideologi dan dasar negara.
Tanggung jawab ini tidak hanya ada pada pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran krusial dalam mencegah penyebaran paham radikal dan intoleran. Dengan meningkatkan kesadaran dan pendidikan masyarakat tentang bahaya radikalisme, serta mempromosikan dialog antaragama dan antarbudaya, masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam membangun keharmonisan sosial.
Dengan mengimplementasikan langkah cegah paham radikalisme secara komprehensif, diharapkan masyarakat dapat membangun pertahanan yang kuat terhadap penyebaran paham radikal dan intoleran, serta memperkuat fondasi perdamaian dan toleransi.

Selain pemerintah dan masyarakat, lembaga terkait seperti lembaga pendidikan, agama, dan media juga memiliki tanggung jawab dalam memerangi paham radikal dan intoleran. Lembaga pendidikan dapat memainkan peran yang signifikan dalam membentuk pemikiran dan sikap toleransi sejak dini. Sementara itu, lembaga agama dapat menggunakan pengaruh mereka untuk mempromosikan pesan perdamaian dan kerukunan antarumat beragama. Media, di sisi lain, memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak memicu konflik dan intoleransi.
Paham radikalisme tumbuh subur dan menyusup melalui lingkungan sekolah, menancapkan, mendoktrin secara pelan dan  perlahan tapi pasti. Pelajar menjadi sasaran empuk untuk bisa mendulang kekuatan dalam menebarkan virus ekstrem yang nilai simpatik dan peduli terhadap sesama dilunturkan, kelembutan dan kasih sayang berubah menjadi kekerasan, hingga tawuran. Toleran berubah menjadi intoleran melawan keberagaman yang terjadi di lingkungan masyarakat.  Bhinneka Tunggal Ika yang sudah menjadi semboyan sengaja dibenturkan dengan berbagai alasan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan pihaknya mengajak mahasiswa untuk meneladani semangat dan daya juang para pahlawan, sekaligus meningkatkan pendidikan kebangsaan dalam rangka membangun ketahanan nasional.
Terdapat empat alasan mengapa pendidikan kebangsaan itu penting kaitannya dengan pencegahan ideologi radikalisme dan terorisme. Pertama, radikalisme dan terorisme tidak sesuai dan mengancam keutuhan NKRI. Kedua, radikalisme dan terorisme merusak peradaban umat manusia dan merobek-robek humankind.
Saran utama radikalisme dan terorisme adalah perempuan, anak, dan remaja. Keempat, radikalisme dan terorisme memanipulasi kesucian simbol dan atribut agama untuk kepentingan kekuasaan dengan menghalalkan segala cara atas nama agama.
Maka dari itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan mahasiswa dan sivitas untuk membangun kesadaran bersama tentang segala bahaya laten ideologi kekerasan dan melapor kepada pihak berwenang, jika menemukan kajian yang mengajarkan kekerasan dan intoleran.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah memperkuat pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan cinta NKRI. Paham radikalisme bertentangan dengan  Pancasila, yang mengajarkan nilai – nilai kemanusiaan untuk menjadi warga negara yang baik. Tidak hanya sekedar teori saja melainkan juga dalam praktek, penerapan dalam kehidupannya.
Penting merancang program-program pencegahan yang holistik, yang mencakup pendekatan edukasi, pembangunan komunitas, pembinaan keterampilan sosial, dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Dengan sinergitas yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, kita dapat mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh paham radikal dan intoleran. Kolaborasi lintas sektor dan pemahaman bersama tentang pentingnya toleransi dan keragaman akan menciptakan fondasi yang kokoh untuk masyarakat yang inklusif dan damai.

)* Mahasiswa Bhayangkara

Pemerintah Dorong Industri Hijau sebagai Investasi Keberlanjutan Nasional

August 31, 2026

Pemuda yang Membaca, Meneliti, dan Berdiskusi adalah Modal Demokrasi Dewasa

August 31, 2026

Pemerintah Dorong Industri Hijau sebagai Investasi Keberlanjutan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Pemerintah Dorong Industri Hijau sebagai Investasi Keberlanjutan Nasional Jakarta – Pemerintah mendorong percepatan transformasi industri…

Pemuda yang Membaca, Meneliti, dan Berdiskusi adalah Modal Demokrasi Dewasa

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Pemuda yang Membaca, Meneliti, dan Berdiskusi adalah Modal Demokrasi Dewasa Oleh: Dwi Saputri Demokrasi yang…

Semangat Pemuda Menjadi Akal Sehat Demokrasi, Bukan Bahan Bakar Provokasi 

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Semangat Pemuda Menjadi Akal Sehat Demokrasi, Bukan Bahan Bakar Provokasi  Oleh : Nabela Andika  Demokrasi Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya berani bersuara, tetapi juga mampu menjaga akal sehat di tengah derasnya arus informasi, perbedaan kepentingan, dan meningkatnya polarisasi. Pemuda memiliki energi, idealisme, keberanian, serta kemampuan besar untuk membawa perubahan. Namun, seluruh potensi tersebut dapat kehilangan arah apabila disalurkan tanpa pertimbangan yang matang dan justru menjadi bahan bakar bagi provokasi. Karena itu, generasi muda harus menempatkan diri sebagai kekuatan intelektual yang menjaga demokrasi tetap kritis, rasional, damai, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Kebebasan berpendapat merupakan salah satu fondasi utama demokrasi. Setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan kritik, gagasan, dan aspirasi terhadap berbagai persoalan bangsa. Dalam konteks tersebut, mahasiswa dan generasi muda memiliki posisi yang sangat penting. Mereka tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa, melainkan ikut aktif mengawal kebijakan dan mengingatkan ketika terdapat persoalan yang perlu diperbaiki. Demokrasi akan kehilangan vitalitas apabila ruang kritik menyempit atau masyarakat memilih diam terhadap persoalan yang menyangkut kepentingan publik. Ketua Aliansi Intelektual Muda Nusantara, Muhammad Reynaldi, menegaskan bahwa demokrasi membutuhkan masyarakat yang berani berpikir, bersuara, sekaligus bertanggung jawab atas setiap sikap yang diambil. Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa kebebasan tidak pernah berdiri sendiri. Kebebasan selalu berjalan bersama tanggung jawab. Menyampaikan aspirasi adalah hak, tetapi memastikan aspirasi tersebut tidak dibangun di atas informasi palsu, kebencian, dan hasutan merupakan kewajiban moral yang tidak boleh diabaikan. Di era digital, tantangan itu semakin besar. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, sedangkan kebenaran sering membutuhkan waktu untuk diverifikasi. Generasi muda yang sangat dekat dengan media sosial berada pada posisi strategis sekaligus rentan. Mereka dapat menjadi penyebar gagasan positif yang mendorong perubahan, tetapi juga dapat tanpa sadar menjadi perantara penyebaran hoaks dan provokasi. Karena itu, kebiasaan membaca sebelum berbicara, memeriksa informasi sebelum menyebarkannya, serta berpikir sebelum bertindak menjadi semakin penting dalam kehidupan demokrasi. Muhammad Reynaldi juga mendorong generasi muda untuk menyampaikan aspirasi secara damai, rasional, dan berbasis data. Pendekatan ini penting agar kritik tidak berubah menjadi kemarahan tanpa arah. Kritik yang kuat bukan kritik yang paling keras, melainkan kritik yang memiliki dasar, argumentasi, dan solusi. Pemuda harus mampu membedakan antara keberanian menyuarakan kebenaran dengan keberanian mengikuti emosi massa. Tidak semua isu yang ramai harus langsung dipercaya, dan tidak semua ajakan yang mengatasnamakan rakyat benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Ruang dialog menjadi salah satu sarana penting untuk membangun kedewasaan tersebut. Ketua Umum PP Singa Muda Hanura, Abraham, memandang dialog kebangsaan sebagai ruang bagi generasi muda untuk membicarakan persoalan demokrasi, politik, dan tantangan ekonomi secara konstruktif. Gagasan itu menunjukkan bahwa perbedaan pandangan tidak harus selalu berakhir pada konflik. Melalui dialog, generasi muda dapat mempertemukan berbagai perspektif dan membangun pemahaman yang lebih utuh terhadap persoalan bangsa. Generasi muda juga tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan dan politik. Mereka harus diberikan ruang nyata untuk ikut menentukan arah masa depan bangsa. Keterlibatan itu dapat diwujudkan melalui organisasi, forum diskusi, kegiatan sosial, pengawasan kebijakan, partisipasi politik, hingga pengembangan inovasi ekonomi. Semakin luas ruang partisipasi yang tersedia, semakin besar peluang bagi pemuda untuk menyalurkan energi perubahan secara produktif dan bertanggung jawab.…

Pemuda Serukan Demokrasi Sehat dan Persatuan Nasional

By Kata IndonesiaAugust 31, 20260

Pemuda Serukan Demokrasi Sehat dan Persatuan Nasional Jakarta – Generasi muda terus didorong mengambil peran…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.