• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Waspadai Eks HTI Rekrut Generasi Muda Sebarkan Paham Khilafah

Waspadai Eks HTI Rekrut Generasi Muda Sebarkan Paham Khilafah

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 23 February 2024

Waspadai Eks HTI Rekrut Generasi Muda Sebarkan Paham Khilafah

Oleh : Tyas Permata Wiyana

Seluruh elemen masyarakat Indonesia perlu untuk mewaspadai aktivitas dan pergerakan dari para eks HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) dalam upaya mereka untuk mencoba melakukan perekrutan generasi muda dan menyebarkan paham khilafah di Tanah Air, karena hal tersebut jelas sangat berbahaya serta sama sekali tidak sesuai dengan ideologi bangsa ini.

Diketahui bahwa sebanyak ribuan orang mengikuti acara organisasi terlarang itu (HTI) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. Acara bertajuk ‘Metamorfoshow: It’s Time to be One Ummah’ tersebut digelar pada Sabtu 17 Februari 2024 lalu.

Sebagaimana unggahan salah satu akun dalam media sosial X (Twitter) bernama @gagal_hijrah, setidaknya pada acara itu telah hadir sebanyak 1.200 orang dan rata-rata dari mereka yang hadir adalah para pemuda. Parag generasi penerus bangsa itu dicuci otaknya oleh HTI dan terdapat informasi pula bahwa mereka juga akan kembali menggelar acara serupa di banyak kota.

Mirisnya, kegiatan dan bangkitnya kembali aktivitas eks anggota organisasi terlarang yang menyebarkan paham Khilafah di Indonesia tersebut dengan sengaja dilakukan pada saat perhatian masyarakat tengah terpusat pada penghitungan hasil suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada pelaksanaan kontestasi politik 2024.
Ketika bangsa Indonesia sedang melaksanakan pesta demokrasi dengan dilangsungkannya Pemilu, ternyata HTI juga sedang melakukan ‘pesta’ pula karena ternyata mereka tidak benar-benar mati, tidak juga sedang tertidur, melainkan mereka terus melanjutkan pergerakannya.

Dari sebanyak ribuan pemuda yang hadir dalam acara di Taman Mini Indonesia Indah, mereka semua dicuci otaknya agar menyepakati paham HTI, yakni untuk bisa menegakkan adanya Khilafah Tahririyah ala organisasi terlarang itu.

Meski sejatinya HTI sendiri memang telah secara resmi dibubarkan oleh negara, namun ternyata organisasi terlarang itu hanyalah melepas ‘baju’ mereka secara sesaat saja. Pasalnya, badan dan ita mereka sampai saat ini masih sangat sehat dan bahkan terus menggencarkan berbagai macam gerakan untuk merongrong ideologi bangsa ini.

Dalam acara Metamorfoshow di TMII tersebut, di dalamnya berisi propaganda bahwa seolah-olah negara Indonesia ini sudah mengalami kebobrokan, bukan hanya itu, namun mereka juga menyebarluaskan ajaran bahwa dunia ini pun sekarang sudah bobrok, sehingga hanyalah Khilafah Islamiyah solusi paling tepat dalam mengatasi seluruh kebobrokan tersebut.

Sehingga setelah selesai mengikuti acara di Taman Mini tersebut, sebanyak ribuan pemuda tersebut dikhawatirkan memiliki semangat yang berbahaya, alih-alih mereka akan membangun bangsa ini sebagaimana tegak lurus dengan ideologi dan falsafah dasar bangsa seperti para pahlawan pendahulu, namun mereka justru akan memiliki semangat akan Khilafah Islamiyah bahkan akan memperjuangkan nilai terlarang itu dengan segala cara.

Setelah dilangsungkannya kegiatan tersebut, kemudian kini menjadi viral dan menjadi bahan perbincangan seluruh netizen di Indonesia. Beberapa diantara netizen tersebut memberikan testimoni mereka terkait bagaimana pengamatan mereka, bahwa memang sasaran utama yang biasanya disasar oleh para eks HTI itu adalah para mahasiswa karena nyatanya belakangan ini menjadi semakin banyak mahasiswa yang secara tiba-tiba melakukan hijrah.

Sementara itu, menanggapi adanya persitiwa ini, Ketua Program Studi Kajian Terorisme Sekolah Kajian Stratejik Global Universitas Indonesia (SKSG UI), Muhammad Syauqillah berpendapat bahwa Pemerintah Republik Indonesia (RI) memang harus benar-benar memberikan perhatian secara serius terhadap kebangkitan Hizbut Tahrir Indonesia.

Bagaimana tidak, perhatian serius dari Pemerintah RI itu jelas menjadi hal yang penting karena memang nyatanya kini HTI sudah kembali memperlihatkan diri mereka, khususnya dalam momentum transisi kepemimpinan Indonesia pada tahun 2024.

Jelas bahwa kemunculan HTI tersebut merupakan sebuah sinyal yang kuat bahwa organisasi terlarang itu bahkan sampai detik ini sebenarnya masih terus eksis di Tanah Air. Meski sudah dibubarkan oleh Pemerintah, namun nyatanya sel-sel yang dimiliki oleh HTI masih terus tertancap dengan kuat dan bahkan mereka berani mengadakan kegiatan yang dihadiri oleh ribuan pemuda dengan menyebarkan pesan secara gamblang terkait penegakan ajaran Khilafah.

Adanya gerakan Khilafah itu tentu harus menjadi sebuah perhatian yang sangat serius dan patut untuk diwaspadai oleh semua pihak, hendaknya seluruh pihak jangan sampai mudah terlena dengan adanya tren penurunan angka kejahatan serta terorisme belakangan waktu ini, karena nyatanya pemikiran akan paham radikalisme dan ekstremisme masih saja terus mengemuka.

Terlebih, di era penggunaan media sosial belakangan ini yang begitu bebas, tentunya semakin menambah akan kerawanan seluruh masyarakat dalam terpapar dengan adanya agitasi serta propaganda oleh kelompok radikal dan ekstrimis itu.

Maka dari itu, kewaspadaan dari seluruh pihak harus benar-benar mampu ditingkatkan sedini mungkin bahkan dengan lebih ekstra atas bagaimana pergerakan dari para eks HTI yang nyatanya terus bergerak. Mereka berupaya untuk merekrut para generasi muda bangsa ini dalam penyebaran paham Khilafah ala mereka.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum Oleh: Salsa Viona Konstitusi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.