• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Jaga Marwah Bangsa, Aparatur Negara Komitmen Netral Selama Pemilu

Jaga Marwah Bangsa, Aparatur Negara Komitmen Netral Selama Pemilu

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 3 December 2023

Jaga Marwah Bangsa, Aparatur Negara Komitmen Netral Selama Pemilu

Oleh : Fabian Aditya Pratama

Pemilihan Umum (Pemilu) yang semakin mendekat menuntut keberlanjutan komitmen netralitas dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, dalam menjelang Pemilu ke-5 di era reformasi, menekankan perlunya menjaga netralitas para aparat negara sebagai suatu komitmen bersama.

Dalam sebuah acara yang digelar di Istana Wapres pada 14 November 2023, Wakil klPresiden Ma’ruf Amin mengungkapkan harapannya agar para potages, baik dari TNI, Polri, maupun ASN yang terlibat langsung di lapangan, dapat menjaga netralitas dalam menghadapi pelaksanaan pemilihan umum.

Komitmen bersama untuk menjaga netralitas di tengah proses penyelenggaraan Pemilu kelima, menegaskan bahwa Pemilu lima tahunan di Indonesia dianggap sebagai agenda yang memerlukan prinsip kejujuran, keadilan, dan kerahasiaan untuk dapat berjalan dengan baik.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyoroti bahwa pelaksanaan Pemilu bukan kali pertama, melainkan yang kelima sejak dimulainya era reformasi. Harapannya adalah bahwa pengalaman serta regulasi yang telah tersusun dapat menjamin agar Pemilu berlangsung dengan prinsip kejujuran, keadilan, ketertiban, dan kerahasiaan. Wapres menambahkan bahwa semua pihak, termasuk petugas, aparat, ASN, TNI, dan Polri, telah diatur untuk bersikap netral, dan hal ini telah disampaikan oleh Presiden.
Wakil Presiden menegaskan bahwa komitmen penuh TNI untuk tetap bersikap netral dalam situasi tersebut tetap terjaga. Wapres menyatakan keyakinannya bahwa komitmen netralitas yang dimiliki oleh TNI secara keseluruhan, termasuk di antaranya Jenderal Agus, dan seluruh anggota AU, AL, AD, bersifat universal.
Dalam hal ini, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan bahwa pihaknya siap mengusung netralitas TNI dalam Pemilu 2024. Ia mengaku telah menginstruksikan jajaran di bawahnya untuk memberikan penyuluhan mengenai netralitas TNI agar prajurit tidak berpolitik praktis. Bahkan, dirinya juga akan memberikan sanksi tegas kepada oknum-oknum yang tidak netral.
Selain itu, Panglima TNI sebelumnya, Laksamana Yudo Margono telah membentuk posko pengaduan masyarakat untuk mengawal jalannya Pemilu 2024. Masyarakat bisa melapor ke sana jika menemukan aparat TNI yang tidak netral.
Menurut Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, anggota TNI memang dilarang untuk terlibat dalam kegiatan politik praktis. Selain itu, dirinya juga menegaskan bahwa keterlibatannya yang dekat dengan Presiden Joko Widodo bersifat profesional dan bertujuan untuk mendukung kemajuan wilayah serta kesejahteraan masyarakat.
Larangan berpolitik bagi TNI, kata Jenderal Agus telah sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan, terutama dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang menegaskan dalam pasal 39 bahwa TNI dilarang terlibat dalam politik praktis.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo turut menyoroti urgensi keutuhan bangsa dan persatuan melalui kerjasama yang harmonis antara Polri, TNI, dan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa tugas Polri sejalan dengan TNI, yaitu menjaga keutuhan masyarakat, keseluruhan bangsa, serta menjaga persatuan dan kesatuan. Listyo menekankan bahwa hal tersebut merupakan hal utama, tanpa memandang siapapun yang menjabat sebagai presiden
Dalam mendukung upaya menjaga netralitas, Wakil Presiden didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, dan Anggota Dewan GTK Anhar Gonggong.
Sejalan dengan komitmen di tingkat nasional, ratusan aparatur sipil negara di Kota Makassar menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen netralitas menjelang Pemilu 2024. Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, Kapolrestabes Makassar, Kajari Makassar, dan ketua Bawaslu kota Makassar menjadi saksi langsung dalam acara tersebut.
Penandatanganan pakta integritas ini dilakukan untuk menjaga prinsip netralitas dalam pelayanan publik selama Pemilu, menghindari konflik kepentingan, dan mencegah intimidasi serta pengancaman terhadap masyarakat.
Pentingnya menjaga netralitas aparatur negara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan. Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko, mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi netralitas Aparatur Negara, baik sipil maupun TNI/Polri pada Pemilu dan Pilpres 2024.
Moeldoko dengan tegas mengimbau agar jika terdapat pelanggaran netralitas dari aparatur negara, sebaiknya dilaporkan atau bahkan dibagikan secara luas. Ia menegaskan bahwa instrumen pengawasan telah tersedia dalam berbagai regulasi, baik undang-undang maupun peraturan KPU dan Bawaslu. Moeldoko memberikan penekanan pada signifikansi peran masyarakat dalam mengawasi perilaku para aparatur negara di lapangan.
Perlu diingat bahwa menjaga netralitas aparatur negara bukanlah tugas eksklusif pemerintah atau aparat keamanan. Kesigapan masyarakat dalam melihat dan melaporkan potensi pelanggaran netralitas akan memastikan bahwa proses demokrasi di Indonesia terus matang tanpa terpengaruh oleh asumsi dan persepsi yang mungkin muncul.
Dalam menjaga marwah bangsa, netralitas aparatur negara menjadi fondasi yang krusial untuk menjaga kepercayaan publik dan keutuhan bangsa. Ajakan kepada masyarakat untuk aktif dalam menjaga dan melaporkan pelanggaran netralitas menjadi panggilan bersama untuk memastikan integritas dalam proses demokrasi Indonesia.

)* Penulis adalah Kontributor Nawasena Institut

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

August 27, 2026

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

August 27, 2026

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Koperasi Merah Putih: Senjata Melawan Penimbunan dan Rentenir Oleh : Gavin Asadit Pemerintah terus memperkuat…

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Arahkan Koperasi Merah Putih Jadi Jalur Baru Cegah Kebocoran Subsidi Jakarta – Pemerintah terus…

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Pemerintah Pangkas Rantai Distribusi Subsidi lewat Koperasi Merah Putih INDRAMAYU — Pemerintah terus mematangkan pembangunan…

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG

By Kata IndonesiaAugust 27, 20260

Komitmen Jaga Kualitas, Pemerintah Terima Kritik terhadap MBG Oleh : Irfan Aditya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecukupan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan cakupan penerima manfaat yang terus bertambah di berbagai daerah, pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala nasional ini harus diiringi dengan standar kualitas yang tinggi. Oleh karena itu, berbagai kritik dan masukan dari masyarakat dipandang sebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan agar manfaat MBG dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh penerima. Dalam setiap kebijakan publik, kritik merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang perlu diapresiasi. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya bergantung pada perencanaan yang baik, tetapi juga pada kemampuan melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Masukan mengenai kualitas makanan, ketepatan distribusi, kebersihan dapur, maupun pelayanan di lapangan menjadi indikator penting untuk memperbaiki sistem yang sudah berjalan. Pendekatan yang terbuka terhadap kritik menunjukkan bahwa pemerintah mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan kualitas manusia sebagai prioritas utama pemerintahan. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memperoleh akses terhadap makanan yang sehat, aman, dan bergizi. Dalam berbagai kesempatan, Presiden menegaskan bahwa pelaksanaan program harus terus dievaluasi agar kualitas layanan tetap terjaga sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang muncul selama implementasi. Komitmen pemerintah dalam menerima kritik juga tercermin dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG. Menurutnya, evaluasi merupakan bagian dari proses memperkuat tata kelola program sehingga seluruh rantai penyediaan pangan, mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyajian makanan, dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Pandangan senada disampaikan oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, yang menilai pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis harus terus diperkuat seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat. Menurutnya, DPR RI mendukung penuh keberlanjutan program tersebut, namun pelaksanaannya harus disertai pengawasan yang ketat agar setiap makanan yang diterima masyarakat benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya juga menekankan bahwa kritik dari masyarakat hendaknya dijadikan bahan evaluasi bersama sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat tanpa mengurangi tujuan utama program.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.