Acara Tajammu’ dan Jalan Sehat yang akan diadakan pada Ahad (22/10) sebagai rentetan dari acara Tasyakuran Peringatan 100 Tahun Gontor, juga diperingati untuk mewujudkan kedamaian dan persatuan Indonesia.
Ketua Panitia Tajammu’ dan Jalan Sehat 100 Tahun Gontor, Zakiyanto Arief di Jakarta, Sabtu (21/10) mengatakan acara ini juga diisi dengan kegiatan Petisi Tanda Tangan Peringatan 100 Tahun Gontor Merajut Kebersamaan untuk Persatuan Indonesia.
“Hal ini terwujud atas rasa syukur kita kepada Gontor dan Indonesia. Alumni Gontor sudah banyak berkiprah dalam berbagai profesi di Indonesia, artinya Gontor di atas dan untuk semua golongan,” katanya
Tercatat, sejumlah alumni Gontor telah berkiprah di berbagai bidang dan terdiri atas berbagai unsur. Seperti halnya Wakil Ketua MPR RI Dr. K.H. Hidayat Nur Wahid yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mantan Menteri Agama (Menag) RI Dr. K.H. Lukman Hakim Saifuddin yang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Selain itu, terdapat pula Prof. Din Syamsuddin yang juga merupakan tokoh alumni Gontor yang menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2015, dan Alm. K.H. Hasyim Muzadi yang menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2000-2010.
“Insyaallah Gontor hadir terdepan untuk merawat kebhinekaan dan persatuan Indonesia,” ujar Zakiyanto.
Terkait hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI Dr. K.H. Hidayat Nur Wahid menyebutkan Gontor telah memiliki sifat keindonesiaan yang telah diterapkan sehari-hari, di mana para santri dari berbagai daerah di Indonesia hidup bersama-sama tanpa dibeda-bedakan.
“Itulah gambaran kami. Meskipun berasal dari organisasi yang berbeda, kami tetap bisa menjaga _ukhuwwah islamiyah_ . Itu yang ditanamkan sejak kami menjadi santri,” imbuhnya.
Hidayat mengungkapkan santri Gontor diajarkan untuk menjadi perekat umat, sehingga keberagaman golongan yang dianut oleh para alumni Gontor tidak menimbulkan kegaduhan satu sama lain.
Menegaskan hal tersebut, dia mengutip sebuah prinsip yang diajarkan dalam pelajaran _mahfuzhat_ (pepatah arab) oleh Penyair Arab, Syauqy Bey, yang diajarkan di Gontor, yang berbunyi ” _Innamal umamul akhlaqu ma baqiyat, wa inhumu dzahabat akhlaquhum dzahabu_ (Hidup dan bangunnya suatu bangsa tergantung pada akhlaknya, jika mereka tidak lagi menjunjung tingi norma-norma akhlakul karimah, maka bangsa itu akan musnah bersamaan dengan keruntuhan akhlaknya.”
Untuk diketahui, acara Tajammu’ dan Jalan Sehat diadakan di di Kawasan Monumen Nasional (Monas) hingga Bundaran HI pada Ahad, 22 Oktober 2023 dan akan dimulai pukul 05.30 WIB.
Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor beserta tokoh-tokoh nasional alumni Gontor, ratusan Pondok Pesantren Alumni Gontor, serta puluhan ribu keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor.