• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»DOB Papua Bukti Pemerintah Optimal Tangani Kasus Pelanggaran HAM

DOB Papua Bukti Pemerintah Optimal Tangani Kasus Pelanggaran HAM

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 23 August 2023

DOB Papua Bukti Pemerintah Optimal Tangani Kasus Pelanggaran HAM

Oleh : Shenna Aprilya Zahra

Kasus pelanggaran HAM di Papua menjadi topik yang cukup hangat untuk dibahas, apalagi benang kusut kasus tersebut amatlah rumit. Namun keberadaan Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua rupanya menjadikan penanganan kasus pelanggaran HAM menjadi lebih mudah, hal tersebut dikarenakan rentang kendali birokrasi diperpendek sehingga pelayanan publik dapat dimaksimalkan.

Willem Frans Ansanay selaku Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Papua, memberikan apresiasi atas dibentuknya daerah otonomi baru (DOB) di Papua dan menyebut bahwa DOB akan memudahkan penanganan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Dirinya menuturkan kalau dulu amatlah sulit dalam mengikuti penyelesaian pelanggaran HAM, benang kusutnya terlalu rumit, saat ini dengan adanya DOB, rentang kendali birokrasi menjadi diperpendek dan pelayanan publik dimaksimalkan.

Selain itu, dalam keterangan tertulisnya Willem menerangkan, bahwa akselerasi pembangunan yang digencaran oleh pemerintah juga diyakininya akan membuat masa depan Papua menjadi lebih baik dan menumbuhkan banyak harapan baru di daerah tersebut. Willem juga menilai masalah pelanggaran HAM di Papua harus merujuk kepada UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Perbuatan Pelanggaran HAM yang bisa terjadi terhadap hak-hak hidup orang lain, baik pribadi, kelompok, maupun institusi.

Sementara itu untuk konteks pelanggaran HAM di Papua yang terjadi baik di masa lampau maupun saat ini, memang tidak terlepas dari perbedaan persepsi tentang bagaimana hidup berbangsa dan bernegara dalam NKRI. Dirinya menyebut salah satu hal yang menyebabkan terjadinya pelanggaran HAM adalah persoalan Papua yang dulu bernama Irian Barat. Padahal, persoalan tersebut telah selesai dan Papua merupakan wilayah yang sepenuhnya bagian integral dari NKRI.

Apabila masih ada kekecewaan sehingga meletus dan melebar kepada keinginan yang tida sejalan dengan tujuan berbangsa dan bernegara, maka hal inilah yang terkadang memunculkan terjadinya pelanggaran HAM baik yang disengaja atau tidak, baik pribadi perorangan atau kelompok. Berkaitan dengan penanganan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Papua, Willem menyebutkan bahwa pendekatan hukum formal merupakan amanat undang-undang. Namun, dirinya menjelaskan beberapa daerah di Papua memiliki karakteristik berbeda, sehingga hukum adat juga memungkinkan untuk diberlakukan. Tetapi hukum adat itu sendiri bisa dirundingkan, dibicarakan, sehingga tidak terlalu fenomenal untuk merugikan pihak yang lain. Apalagi hukum konvensi membutuhkan kesepakatan karena berkaitan dengan mana yang bisa dibicarakan dengan baik. Tinggal bagaimana pemerintah daerah membangun komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat.
Di sisi lain Willem juga berharap agar pemerintah daerah dapat memahami duduk persoalan yang terjadi dalam penyelesaian pelanggaran HAM. Oleh arena itu, dirinya mendorong untuk memaksimalkan pelayanan publik oleh pemda setempat. Jika pelayanan publiknya baik, tentu saja hal-hal yang dikhawatirkan seperti pelanggaran HAM tidak akan mungkin terjadi.
Willem juga berharap agar pemimpin di Papua tidak mengutamakan kepentingan pribadi dan bersedia untuk mengabdi bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. Keberadaan DOB diharapkan mampu mengubah pelayanan birokrasi serta pelayanan publik menjadi lebih cepat dan efektif, di mana hal tersebut akan meredam kemungkinan terjadinya pelanggaran HAM di Papua.
Pelanggaran HAM bisa terjadi karena seseorang merasa tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal. Hal tersebut ditambah dengan birokrasi yang sulit sehingga membuat masyarakat merasa kesal karena tidak mendapatkan pelayanan yang efektif.
Di sektor keamanan, keberadaan DOB tentu saja akan meningkatkan pengamanan di Papua. Hal ini dikarenakan penambahan DOB tentu saja akan menambah jumlah personel TNI-Polri di Bumi Cenderawasih. Meningkatnya keamanan di Papua tentu akan berdampak pada lancarnya distribusi logistik untuk menangani masalah kelaparan di Papua. Apalagi faktor keamanan juga menjadi salah satu masalah yang menyebabkan pengiriman bantuan tidak dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, Presiden juga turut menginstruksikan jajaran TNI untuk membantu mengawal pengiriman bantuan tersebut.
Keberadaan DOB tentu saja menjadi harapan bagi masyarakat serta upaya konkrit pemerintah dalam menjalin kedekatan antara pemerintah dengan masyarakat asli Papua. Hal ini tentu saja menjadi langkah preventif agar kasus pelanggaran HAM tidak terjadi.
Pemerintah Daerah tentu memiliki peran vital guna menangani pelanggaran HAM yang terjadi di Papua. Hal ini dikarenakan Pemda setempatlah yang memiliki otoritas serta pemahaman terhadap duduk permasalahan yang ada. Sehingga upaya penyelesaian kasus pelanggaran HAM bisa diselesaikan dengan cepat.
Di sisi lain, pembangunan DOB juga perlu mendapatkan dukungan dari para tokoh masyarakat, tokoh adat maupun tokoh intelektual. Dukungan merekalah yang membuat pembentukan DOB menjadi lebih kuat dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Para tokoh ini juga berperan sebagai perpanjangan tangan pemda untuk mengkaji penyebab terjadinya pelanggaran HAM di Papua.
Pembangunan DOB Papua tentu saja bertujuan untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, serta memudahkan penanganan kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Bumi Cenderawasih.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum Oleh: Salsa Viona Konstitusi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.