• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Waspadai Penyebaran Radikalisme di Media Sosial

Waspadai Penyebaran Radikalisme di Media Sosial

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 23 August 2023

Waspadai Penyebaran Radikalisme di Media Sosia

Oleh : Eva Kalyna Audrey

Media Sosial diduga masih menjadi inkubator radikalisme, sehingga perlu untuk terus diwaspadai masyarakat khususnya menjelang Pemilu 2024.

Dengan adanya kewaspadaan semua pihak, Pemilu diharapkan dapat berjalan aman dan lancar dan radikalisme dapat ditekan
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menangkap satu tersangka teroris berinisial DE di Kawasan Bekasi, Jawa Barat. DE ditangkap di Jalan Raya Bulak Sentul, RT 07/RW 027, Harapan Jaya, Bekasi Utara. Setelah diselidiki DE ternayat adalah karyawan BUMN PT KAI.

Berdasarkan hasil pendalaman Tim Densus 88 Polri, DE diketahui merupakan pendukung Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS). DE bahkan juga aktif dalam melakukan propaganda jihad melalui media sosialnya dengan cara memberikan motivasi untuk berjihad dan menyerukan agar bersatu dalam tujuan jihad melalui laman facebooknya.
DE juga tergabung dalam grup media sosial Telegram bernama BELL4J4R PEDUL1 MUH4JIR.

Grup tersebut merupakan grup penggalangan dana, di mana DE diketahui menjadi admin dan pembuat beberapa chanel atau saluran Telegram ‘Arsip Film Dokumenter dan Breaking News’ yang merupakan channel perkembangan teror global yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Tidak hanya aktif bermedia sosial, DE juga memiliki senjata api rakitan dan bendera ISIS yang didominasi berwarna hitam dengan tulisan berbahasa Arab. Selain itu, ditemukan pula beberapa barang seperti buku tebal, satu buah laptop, sejumlah ponsel dan kamera yang diduga menjadi alat untuk melakuka propaganda di media sosial. Selain mengamankan barang-barang tersebut, penyidik Densus 88 juga menyita sejumlah barang bukti, yakni satu buah dompet berwarna biru dongker dan KTP atas nama DE.
Terkait penangkapan tersebut, PT KAI mengaku siap untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum atas penangkapan pegawainya yang menjadi tersangka teroris. PT KAI juga menghargai proses hukum yang sedang berjalan serta akan mendukung berbagai upaya dalam memberantas terorisme. Dalam kasus ini, PT KAI tidak akan memberikan toleransi akan tindakan yang bertentangan dengan hukum, terlebih pada kasus terorisme.
PT KAI juga telah berkomitmen untuk turut memberantas kejahatan terorisme di lingkungan perusahaan dengan terus mengingatkan seluruh jajaran mengenai integritas dan nasionalisme, serta melakukan peningkatan pengawasan oleh fungsi terkait.
Kabag Ops Densus 88 Antiteror Polri Komisaris Besar Aswin Siregar dalam kesempatan konferensi persnya mengatakan, pada 2014, DE pertama kali menyatakan baiat kepada amir ISIS. Sejak saat itu pria berusia 28 tahun tersebut semakin serius dalam mempersiapkan diri untuk berjihad. DE berlatih dan mengumpulkan barang-barang terkait dengan rencana jihadnya.
DE ternyata juga pernah bergabung dalam kelompok Mujahidin Indonesia Barat (MIB). Hal tersebut terjadi pada 13 tahun silam. Setelah MIB bubar, DE kemudian aktif dan berbaiat ke ISIS pada 2014. Diketahui DE berbaiat kepada ISIS sebelum bekerja sebagai karyawan PT KAI, sedangan DE menjadi karyawan PT KAI sejak 2016.
Aswin juga menerangkan bahwa DE memiliki semangat untuk melakukan tindak pidana terorisme dengan berencana melakukan penyerangan kepada petugas di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada Mei 2018 guna membebaskan para narapidana terorisme (napiter). Setelah itu, DE melakukan latihan-latihan untuk bisa melancarkan aksi terorisme. Selain menyerang polisi, DE juga disebut hendak menyerang markas TNI. Pemikiran DE juga terpengaruh oleh film pertempuran ghuwairan (pembebasan napiter di Syam) terkait aksi terorisme.
Pihak kepolisian juga telah mengamankan 16 pucuk senjata dalam penangkapan DE. Senjata yang diamankan tersebut merupakan senjata jenis pabrikan dan senjata rakitan. Tercatat ada 11 senjata laras pendek dan 5 senjata laras panjang. Selain itu, aparat kepolisian juga mengamankan sejumlah magasin beserta amunisinya.
Direktur Utama PT KAI Didiek Hartyanto menyebutkan bahwa DE merupakan juru langsir di stasius Jakarta Kota. Dia menyatakan PT KAI sudah berupaya maksimal untuk mendeteksi sejak dini potensi terorisme, salah satunya adalah melalui kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Penangkapan terhadap DE tentu menjadi bukti bahwa pelaku terorisme masih ada di masyarakat, sehingga sudah sepatutnya kita semua bersikap waspada secara proporsional. Apalagi bahaya terorisme serta penyebaran paham radikal masih berkeliaran di sekitar kita.
Pemerintah juga harus lebih selektif dalam menseleksi pegawai, baik untuk ASN ataupun pegawai di BUMN. Screening akan sikap nasionalisme calon pegawai jelas diperlukan agar lingkukan ASN bersih dari virus radikalisme.
Kewaspadaan terhadap penyebaran Radikalisme harus terus dijaga, meskipun organisasi berpaham radikal telah dibubarkan, bukan berarti paham radikal turut lenyap, justru mereka yang berpaham radikal bisa memilih untuk bergabung dengan organisasi radikal lainnya sehingga membuat paham radikal bisa menyasar siapa saja.

)* Penulis merupakan kontributor pada Lembaga Lintas Nusamedia

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

June 20, 2026

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

June 20, 2026

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Sinergitas Bersama Tolak Demo Anarkis di Papua Oleh : Yohanes Wandikbo Papua saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, penguatan sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah terus dijalankan untuk mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Dalam situasi tersebut, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi modal utama yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergitas antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan seluruh warga Papua menjadi kunci dalam menolak segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu keamanan dan menghambat pembangunan. Pada negara demokrasi, kebebasan berpendapat merupakan hak yang dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun masukan terhadap kebijakan publik. Namun, kebebasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati hak masyarakat lainnya. Penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai, santun, dan sesuai ketentuan hukum merupakan wujud kedewasaan demokrasi yang perlu terus dikedepankan. Sebaliknya, tindakan anarkis yang mengarah pada perusakan fasilitas umum, intimidasi, atau gangguan terhadap aktivitas masyarakat hanya akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat itu sendiri. Komitmen menjaga situasi tetap kondusif terlihat dari langkah yang diambil aparat keamanan menjelang pelaksanaan berbagai agenda nasional di Papua. Salah satunya pada penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV di Manokwari yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Papua merupakan wilayah yang aman, damai, dan mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional. Dalam hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan bahwa kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, aparat berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan selama berlangsungnya agenda nasional tersebut. Menurutnya, pendekatan persuasif dan dialog terus dilakukan guna membangun kesadaran bersama bahwa stabilitas keamanan merupakan kepentingan seluruh masyarakat Papua. Pendekatan yang mengedepankan dialog tersebut menunjukkan bahwa pemerintah dan aparat keamanan tidak menutup ruang demokrasi. Sebaliknya, negara hadir untuk memastikan setiap aspirasi dapat disampaikan dengan cara yang tertib dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa keamanan dan demokrasi bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dalam kerangka hukum dan kepentingan bersama. …

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Pemerintah Mendengar dengan Saksama Aspirasi Demo Mahasiswa Oleh: Margo Nov R Dalam demokrasi yang sehat,…

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Waspada Penumpang Gelap dalam Aksi Demonstrasi, Mahasiswa Diminta Kedepankan Kajian dan Solusi  Oleh: Ahmad Fauzi Demokrasi Indonesia memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara terbuka. Dalam perjalanan bangsa, mahasiswa selalu menjadi salah satu elemen penting yang berperan sebagai pengawal demokrasi, penyambung suara masyarakat, sekaligus mitra kritis dalam proses pembangunan nasional. Oleh karena itu, kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat dan matang. Namun demikian, seiring meningkatnya dinamika politik dan sosial di ruang publik, kewaspadaan terhadap potensi penunggangan aksi demonstrasi oleh kelompok-kelompok berkepentingan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Gerakan mahasiswa yang lahir dari idealisme, kajian akademik, dan semangat pengabdian kepada masyarakat harus tetap dijaga independensinya agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis maupun agenda tertentu yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat. Dalam konteks tersebut, pernyataan BEM Bersatu yang menegaskan penolakan terhadap segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis patut mendapatkan perhatian. Sikap tersebut menunjukkan adanya kesadaran di kalangan mahasiswa bahwa gerakan yang sehat harus tetap berpijak pada kajian ilmiah, argumentasi yang kuat, serta orientasi yang jelas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat luas. Independensi gerakan mahasiswa merupakan aset penting yang harus dijaga agar tetap memperoleh kepercayaan publik sebagai kekuatan moral bangsa. Kewaspadaan terhadap potensi penunggangan bukan berarti membatasi kebebasan mahasiswa dalam menyampaikan kritik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan bukan didorong oleh kepentingan pihak tertentu. Mahasiswa perlu terus memperkuat budaya intelektual melalui diskusi, riset, kajian akademik, serta penguasaan data yang komprehensif sehingga setiap tuntutan yang disampaikan memiliki landasan yang kuat dan memberikan kontribusi positif bagi perbaikan kebijakan publik. Di sisi lain, pemerintah telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendengar berbagai aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa. Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menerima dan berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa menjadi bukti bahwa pemerintah membuka ruang komunikasi yang luas bagi berbagai masukan dan kritik yang konstruktif. Sikap terbuka tersebut mencerminkan bahwa pemerintah memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan nasional dan penguatan demokrasi. Pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwa jalur dialog tetap menjadi instrumen yang efektif dalam menyampaikan aspirasi. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan dapat dibahas secara objektif dan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif. Budaya dialog yang semakin kuat akan memperkokoh kualitas demokrasi Indonesia sekaligus memperkecil ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan di luar substansi perjuangan mahasiswa. Sejumlah tokoh juga menilai bahwa aspirasi mahasiswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menegaskan bahwa pemerintah akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan kebijakan. Pada saat yang sama, ia mengingatkan bahwa indikasi adanya pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan mahasiswa akan terlihat seiring perkembangan situasi, sehingga kewaspadaan tetap perlu dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.…

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Aksi Demonstrasi Mahasiswa Harus Berjalan Selaras dengan Hukum dan Kepentingan Umum Oleh: Salsa Viona Konstitusi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.