• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Generasi Muda Berperan Menciptakan Pemilu Damai

Generasi Muda Berperan Menciptakan Pemilu Damai

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 19 June 2023

Generasi Muda Berperan Menciptakan Pemilu Damai

Oleh : Janu Farid Kesar

Pemilu 2024 nanti akan menjadi kontestasi politik di mana 60% suara berasal dari kalangan anak muda. Harapannya anak muda saat ini harus aktif untuk terlibat dalam memberikan suaranya untuk menentukan nasib bangsa. Kesadaran politik harus ditumbuhkan pada anak muda apalagi mereka yang menyandang status pemilih pemula (first voters), kesadaran ini penting guna mencegah kampanye yang tidak sehat.

Banyak cara untuk bisa memengaruhi anak muda untuk menyemarakkan pemilu 2024, di era serba digital ini, kampanye tidak melulu pasang baliho atau bagi-bagi kaos, tetapi juga bisa melalui media sosial di mana mayoritas penggunanya adalah kalangan milenial dan pemilih pemula.

Anak muda sudah sepantasnya turut ambil bagian untuk aktif dalam seleksi kepemimpinan nasional yang akan datang. Anak muda sudah tidak lagi waktunya hanya menjadi objek tetapi juga harus berkontribusi dalam menyemarakkan semangat kampanye pemilu yang damai dan adil.

Salah satu gerakan guna mendukung terciptanya pemilu yang berkualitas adalah dengan menggelar diskusi publik seperti yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Sahid dan Komunitas Anak Bangsa (ABAS) menggelar diskusi Menguji Reformasi dengan tema “Sudahkah Partai Politik Menjadi Ruang yang Inklusif Bagi Regenerasi Kepemimpinan”.

Geandra Kartasasmita selaku Chairman Anak Bangsa mengatakan, Inilah saatnya anak muda selaku pemilik 60% suara pada pemilu nanti untuk mengambil bagian. Turun tangan dan mau maju bersama dengan menawarkan gagasan demi Indonesia yang lebih baik dari hari ini. Komunitas tersebut juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pesta demokrasi yang akan datang. Geandra menilai bahwa keterlibatan anak muda sangat penting demi terwujudnya Indonesia yang lebih baik.

Dirinya menuturkan bahwa ABAS akan bergerak mengajak anak muda untuk melek politik. ABAS juga berupaya mengampanyekan pemilu yang adil dan damai. ABAS berharap bahwa negara bisa netral dalam Pemilu 2024 dan membiarkan para calon untuk berkontestasi secara adil. Geandra menambahkan bahwa ABAS akan terus mengkampanyekan kesadaran politik di kalanan anak muda khususnya para firs voters, jangan sampai banyak yang golput karena hal tersebut rawan membuka peluang bagi kecurangan pada pemilu.
Sementara itu, Inisiator gerakan ABAS Gusti Arief menyambut baik progresifitas yang dilakukan oleh Geandra dan juga struktur secara keseluruhan. Apalagi kolaborasi ABAS tersebut rupanya mendapatkan sambutan baik oleh jajaran Universitas Sahid. Dekan FH Universitas Sahid, memberikan arahan kepada ABAS untuk menjadi agen-agen perubahan yang mampu membuat terobosan-terobosan baru.
Dekan FH Usahid menuturkan, organisasi anak-anak muda yang mau membicarakan dan memikirkan bangsa ini harus diperbanyak dan didukung. Pihaknya berharap agar Gerakan ABAS harus ditanamkan sebagai panggilan. Gerakan tersebut juga harus dilakukan berdasarkan pada kerja sama demi kepentingan bersama.
Pada kesempatan berbeda Anggota KPU Mochammad Afifudin menyampaikan pentingnya generasi muda untuk didorong partisipasinya, karena bagaimanapun juga, anak muda merupakan pemangku kepentingan yang sesungguhnya. Oleh karena itu, para generasi muda juga diharapkan lebih selektif terhadap segala pemberitaan demi memfilter hoaks.
Afifudin juga berujar, bahwa KPU juga membutuhkan energi dari kalangan anak muda untuk menjaga toleransi atas persaingan politik dan memberikan nilai-nilai objektif, kritik yang baik terhadap penyelenggaraan pemilu. Hal tersebut tentu saja sejalan dengan visi utama yang telah disosialisasikan oleh KPU, yakni Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa, bukan pemecah belah bangsa.
Perlu diketahui bahwa terdapat 4 masalah besar yang melingkupi penyelenggaraan pemilu, yakni politik uang, politisasi SARA, Politik Identas dan hoax. Masalah itulah yang harus ditangani secar serius agar penyelenggaraan Pemilu dapat berjalan dengan lancar. Padahal Pemilu sendiri merupakan tahapan yang sudah tidak asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Tinggal nanti bagaimana pelaksanaan pesta demokrasi ini dapat terwujud dengan damai, tidak hanya dibebankan pada penyelenggara serta peserta pemilu.
Pemilu 2024 merupakan topik yang sangat erat kaitannya dengan masa depan dan kemajuan Bangsa. Sehingga generasi muda juga harus mengambil perannya demi terpilihnya pemimpin yang kelak akan membawa bangsa Indonesia kepada 5 tahun kedepan. Energi positif dari generasi milenial tentu bisa dimanfaatkan untuk bisa berkolaborasi dengan pihak yang berkepentingan dalam penyelenggaraan pemilu 2024.
Selain itu, anak muda juga harus paham bahwa pengawasan terhadap pemilu bukan hanya tugas pemerintah, KPU dan Bawaslu saja, tetapi juga seluruh masyarakat termasuk anak muda juga memiliki peran dalam mengawasi jalannya kampanye menuju pemilu 2024. Anak muda yang kritis tidak akan mau menggadaikan pilihan nurani hatinya untuk mendukung wakil rakyat maupun pemimpin yang dikehendaki.
Anak muda dengan segenap energi dan kreativitasnya tentu saja perlu didukung jika mereka hendak terlibat aktif dalam menyukseskan Pilpres 2024. Anak muda juga memiliki pengaruh yang kuat untuk mengajak teman-temannya turut serta dalam hajat nasional bernama Pemilu.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Program MBG Tingkatkan Serapan Hasil Petani dan Peternak

August 20, 2026

Tata Kelola dan Transparansi MBG Diperkuat, Pemerintah Tunjukkan Langkah Serius

August 20, 2026

Program MBG Tingkatkan Serapan Hasil Petani dan Peternak

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Program MBG Tingkatkan Serapan Hasil Petani dan Peternak Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut…

Tata Kelola dan Transparansi MBG Diperkuat, Pemerintah Tunjukkan Langkah Serius

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Tata Kelola dan Transparansi MBG Diperkuat, Pemerintah Tunjukkan Langkah Serius Oleh: Bara Winatha Program Makan…

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat  Oleh: Alfian Dwi P. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian lokal. Ketika kebutuhan pangan untuk jutaan penerima manfaat dipenuhi secara rutin, program tersebut menciptakan permintaan yang relatif stabil terhadap berbagai komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan lokal. Kondisi ini membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, pelaku usaha mikro, hingga masyarakat desa untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok MBG. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengatakan MBG telah mendorong peningkatan penyerapan pangan langsung dari petani dan peternak. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan yang besar dan berlangsung secara rutin membuat hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang lebih jelas. Kondisi tersebut semakin kuat apabila petani dan peternak mengonsolidasikan produksinya melalui koperasi sehingga hasil produksi dalam skala kecil dapat dikumpulkan menjadi pasokan yang lebih besar dan mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketut menjelaskan bahwa pola tersebut dapat membentuk ekosistem pangan yang menghubungkan produksi di tingkat hulu dengan kebutuhan konsumsi di tingkat hilir. Kehadiran MBG memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak karena terdapat kebutuhan bahan pangan yang dapat diproyeksikan secara berkala. Dengan adanya permintaan yang lebih terukur, pelaku usaha pangan dapat menyesuaikan volume produksi, menjaga kualitas komoditas, serta merencanakan kegiatan usaha secara lebih berkelanjutan. Ketersediaan pangan nasional yang relatif kuat menjadi modal penting bagi keberlanjutan MBG. Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, stok beras pada akhir tahun diperkirakan mencapai sekitar 16 juta ton, yang berasal dari stok awal sekitar 12,4 juta ton dan proyeksi produksi beras 34,7 juta ton setelah memperhitungkan kebutuhan konsumsi sekitar 31,1 juta ton. Selain beras, ketersediaan telur ayam, daging ayam, bawang merah, dan cabai juga disebut berada dalam kondisi cukup kuat bahkan surplus. Kekuatan pasokan tersebut menunjukkan bahwa MBG memiliki peluang untuk menjadi instrumen yang mempertemukan kepentingan gizi dengan kepentingan ekonomi masyarakat. Ketut mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T dapat mempertimbangkan potensi produksi setempat. Wilayah yang memiliki hasil perikanan melimpah, misalnya, dapat memanfaatkan ikan lokal sebagai salah satu sumber protein dalam menu MBG sehingga kebutuhan program sekaligus menciptakan pasar bagi hasil produksi masyarakat setempat. …

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat

By Kata IndonesiaAugust 20, 20260

Program MBG Perkuat Ekonomi Lokal, Kesejahteraan Masyarakat Ikut Meningkat  Oleh: Alfian Dwi P. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perekonomian lokal. Ketika kebutuhan pangan untuk jutaan penerima manfaat dipenuhi secara rutin, program tersebut menciptakan permintaan yang relatif stabil terhadap berbagai komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan pangan lokal. Kondisi ini membuka peluang bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, pelaku usaha mikro, hingga masyarakat desa untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok MBG. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, mengatakan MBG telah mendorong peningkatan penyerapan pangan langsung dari petani dan peternak. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan yang besar dan berlangsung secara rutin membuat hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang lebih jelas. Kondisi tersebut semakin kuat apabila petani dan peternak mengonsolidasikan produksinya melalui koperasi sehingga hasil produksi dalam skala kecil dapat dikumpulkan menjadi pasokan yang lebih besar dan mampu memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketut menjelaskan bahwa pola tersebut dapat membentuk ekosistem pangan yang menghubungkan produksi di tingkat hulu dengan kebutuhan konsumsi di tingkat hilir. Kehadiran MBG memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak karena terdapat kebutuhan bahan pangan yang dapat diproyeksikan secara berkala. Dengan adanya permintaan yang lebih terukur, pelaku usaha pangan dapat menyesuaikan volume produksi, menjaga kualitas komoditas, serta merencanakan kegiatan usaha secara lebih berkelanjutan. Ketersediaan pangan nasional yang relatif kuat menjadi modal penting bagi keberlanjutan MBG. Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, stok beras pada akhir tahun diperkirakan mencapai sekitar 16 juta ton, yang berasal dari stok awal sekitar 12,4 juta ton dan proyeksi produksi beras 34,7 juta ton setelah memperhitungkan kebutuhan konsumsi sekitar 31,1 juta ton. Selain beras, ketersediaan telur ayam, daging ayam, bawang merah, dan cabai juga disebut berada dalam kondisi cukup kuat bahkan surplus. Kekuatan pasokan tersebut menunjukkan bahwa MBG memiliki peluang untuk menjadi instrumen yang mempertemukan kepentingan gizi dengan kepentingan ekonomi masyarakat. Ketut mengatakan pemenuhan kebutuhan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T dapat mempertimbangkan potensi produksi setempat. Wilayah yang memiliki hasil perikanan melimpah, misalnya, dapat memanfaatkan ikan lokal sebagai salah satu sumber protein dalam menu MBG sehingga kebutuhan program sekaligus menciptakan pasar bagi hasil produksi masyarakat setempat. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.