Oleh: Santi Karlina Safitri (Netizen Depok)
Partai Persatuan Pembangunan baru baru ini mengeluarkan statement yang ditunggu tunggu oleh banyak orang terutama pendukung Ganjar Pranowo pada pemilu 2024 yakni mengenai siapa orang yang cocok dan pantas untuk mendampingi Ganjar Pranowo pada pagelaran akbar tahun 2024 nanti.
PPP datang dengan usulan yang menarik dan juga dianggap brilian oleh beberapa orang, PPP mengusulkan seorang ulama sekaligus imam besar Masjid istiqlal sejak tahun 2016 yakni Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar.
Partai PDIP yang merupakan anggota koalisi Bersama PPP belum mengonfirmasi dukungannya terhadap usulan dari PPP ini. PDIP Bersama koalisi tentunya mendapatkan banyak sekali naman ama yang berpotensi mendampingi Ganjar Pranowo pada pemilihan presiden tahun 2024 nanti dan belum mendapatkan yang pas.
Tetapi dengan adanya usulan dari PPP ini serta alasan dari PPP mengusulkan Nasaruddin Umar sebagai cawapres Ganjar Pranowo tentunya dapat menjadi masukan dan pertimbangan kepada PDIP untuk menjadikan Nasaruddin Umar sebagai cawapres dari Ganjar Pranowo.
Usulan PPP ini bukanlah usulan yang asal asalan karena K.H. Nasaruddin Umar merupakan sesosok yang sangat berpengalaman dan berjiwa kepemimpinan yang tidak usah diragukan lagi. Sepak terjang beliau dalam segi kepemimpinan sudah melanglang buana.
Selain beliau merupakan seorang imam besar di Masjid Istiqlal, beliau juga pernah menjadi wakil Menteri agama Indonesia ke-1 tahun 2011-2014 pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan beliau menjalankan Amanah tersebut secara baik.
Selain itu, beliau merupakan Rektor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ), Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, serta mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (2015-2020). Jadi, kredibilitas beliau sebagai seorang pemimpin tidak perlu diragukan lagi.
Latar belakang yang beragam dan warna agama yang moderat membuat banyak kalangan dapat menerima dan mendukungnya sebagai pemimpin bangsa Indonesia. Dukungan yang akan diperoleh juga diperbanyak karena keberhasilan pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin yang gaya kepemimpinannya akan mirip dengan pasangan Ganjar Pranowo – Nasaruddin Umar jika usulan PPP baru baru ini disetujui oleh anggota koalisi dan resmi direalisasikan
Indonesia sangat membutuhkan sosok ulama yang dapat memimpin dalam aspek kekuatan beragama karena agama merupakan satu hal yang tidak dapat terlepas dari setiap individu dalam setiap aspek kehidupannya.
Pemimpin yang berlatar belakang agama yang kuat sangatlah dibutuhkan di masa sekarang dimana maksiat semakin merajalela, LGBT atau percintaan sejenis semakin menjadi di Indonesia, tindak kejahatan, korupsi, dan mendukung hal hal yang salah sudah seperti rutinitas di negara ini dan hal hal ini harus segera diberantas secepat mungkin jika tidak ingin Indonesia menjadi negara yang bebas dan terpecah belah tidak memiliki pedoman apapun. Di sini lah peran ulama sebagai pemimpin dibutuhkan, ulama sekaligus pemimpin tersebut dapat menggalakkan gerakan gerakan menentang penyimpangan agar Indonesia tetap memiliki dasar agama yang kuat
Memang jika dilihat dari mata telanjang dan tidak melalui riset, tentu pemimpin berdasar ulama ini tidak dapat berbuat banyak jika dilihat dari aspek ekonomi, antarnegara, sosial, dan yang lainnya. Namun jika ditelusuri secara lebih dalam, ternyata pemimpin yang memiliki dasar ulama ini sangat sangat berjasa di bidang keagamaan di Indonesia. Mereka lah yang menjaga perdamaian dari perbedaan di negeri ini. Jika tidak ada mereka, nasib perdamaian dari perbedaan di Indonesia terancam dan norma norma kehidupan rakyat bangsa Indonesia akan terhapus dan hilang akibat normalisasi hal hal yang tidak sesuai dengan Pancasila.
Saat dimintai pendapat mengenai isu yang beredar bahwa beliau diusulkan menjadi cawapres dari Ganjar Pranowo, beliau hanya menyerahkan semua hal tersebut kepada pemberi amanah dan beliau tidak pernah menyangka dapat menjadi seorang wakil presiden karena beliau hanya memfokuskan diri kepada bangsa Indonesia dan umat islam di Indonesia, beliau tidak pernah berpikir untuk maju dalam dunia politik.
Hal ini merupakan contoh baik yang beliau perlihatkan yaitu rendah hati dan tawakal kepada Allah SWT. Hal inilah yang patut dimiliki oleh seorang pemimpin di Indonesia agar menjadi contoh bagi masyarakatnya sehingga menjadi lebih baik. Indonesia tidak lagi butuh pemimpin yang hanya mengeluarkan janji manis saja dari mulutnya dan tidak pernah menepatinya. Sudah ada contoh pemimpin seperti itu dan semoga kita rakyat Indonesia dijauhkan dari pemimpin pemimpin semacam itu yang hanya menginginkan jabatan saja tanpa memperdulikan rakyatnya dan tidak memberikan contoh yang baik bagi rakyatnya.