• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Apresiasi Langkah Cepat Penanganan Aksi Teror KST Papua

Apresiasi Langkah Cepat Penanganan Aksi Teror KST Papua

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 1 March 2023

Apresiasi Langkah Cepat Penanganan Aksi Teror KST Papua

Oleh : Timotius Gobay

Dalam menangani teror KST yang semakin sering, TNI AD melakukan langkah penanganan cepat. Jumlah prajurit ditambah agar mereka bisa membantu Tim Satgas Damai Cartenz dalam memberantas KST. Langkah TNI dipuji masyarakat Papua karena aparat benar-benar jadi sahabat rakyat dan memikirkan keselamatan warga di Bumi Cendrawasih.

Papua adalah daerah yang cukup bergejolak karena adanya permaslahan KST disana. Kelompok separatis ini ingin memerdekakan diri dari Indonesia dan tidak mengakui pemerintahan pusat di Jakarta.

Berbagai teror dilakukan, mulai dari propaganda, pengancaman, sampai penembakan. KST sangat arogan sampai meremehkan kekuatan dari aparat yang menjaga di Papua.

Pemberantasan KST menjadi fokus dari para prajurit TNI. Penyebabnya karena mereka sudah mengganggu kedaulatan negara. NKRI harga mati, sehingga ketika ada kelompok yang ingin memerdekakan diri dari Indonesia, wajib diberantas hingga ke akarnya.
Apalagi ketika KST pimpinan Egianus Kogoya membakar pesawat Susi Air dan menyandera pilot serta penumpangnya. Prajurit TNI langsung dikerahkan untuk membantu Tim Satgas Damai Cartenz dalam misi penyelamatan agar korban bisa kembali dalam keadaan selamat. Jumlah prajurit juga ditambah agar Papua makin aman dan KST bisa ditumpas oleh aparat keamanan.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurrahman menyatakan bahwa pihaknya memberangkatkan pasukan ke Papua untuk menangani aksi teror KST melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Beliau langsung datang ke sana untuk memberikan dukungan moril.
Jenderal TNI Dudung Abdurrahman menambahkan, pasukan TNI diberangkatkan untuk menangani KST di Distrik Paro, Kabupaten Nduga (yang menjadi lokasi pembakaran pesawat dan penculikan). Targetnya adalah menemukan KST dan membebaskan para sandera.
Masyarakat mengapresiasi langkah KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurrahman yang sangat perhatian dalam misi pembebasan para sandera yang diculik oleh KST. TNI berkomitmen untuk membebaskan mereka dalam keadaan selamat. Warga Papua yang masih berkerabat dengan para korban tentu harap-harap cemas menanti beritanya, dan mereka optimis korban akan cepat dibebaskan berkat jasa prajurit TNI.
Apalagi di antara korban penculikan ada seorang bayi, dan ia paling dikhawatirkan kondisinya. Diharap dengan datangnya pasukan tambahan dari TNI AD akan memudahkan Tim Satgas Damai Cartenz dalam misi penyelamatan sandera sekaligus pemberantasan KST.
Sementara itu, Deputi V KSP (Kantor Staf Presiden) bidang Hukum, Keamanan, dan HAM Jaleswari Pamodhowardani menjelaskan bahwa KST sangat brutal, oleh karena itu aparat harus bertindak dan melakukan penegakan hukum secara tuntas pada KST.
Jaleswari menambahkan, KST pantas ditangkap karena mereka mengganggu masyarakat sipil. Mereka juga merusak fasilitas umum dan fasilitas kesehatan. Bahkan terakhir, KST tega menyerang para tenaga medis di Kiwirok dan menimbulkan korban jiwa, padahal saat itu sedang bertugas untuk memeriksa kondisi kesehatan rakyat di sana. Oleh karena itu penangkapan KST oleh aparat didukung penuh.
Kehadiran aparat memang selalu siaga di Papua, bukan untuk ‘menyulapnya’ jadi daerah operasi militer, tetapi untuk menjaga keamanan masyarakat di Bumi Cendrawasih. Selain aparat yang biasanya bertugas, mereka sangat terbantu oleh Satgas Damai Cartenz yang memang khusus diterjunkan untuk memburu anggota KST. Para anggota Satgas adalah putra terbaik bangsa yang rela blusukan ke hutan demi membela negaranya.
Satgas Damai Cartenz memang turun langsung untuk mencari markas KST, karena mereka bergerilya sampai tengah hutan belantara dan pegunungan. Kondisi geografis Papua yang masih hijau menguntungkan mereka untuk bersembunyi. Sehingga KST harus sangat teliti untuk menemukan markas KST, apalagi markasnya tidak hanya 1 tetapi banyak dan berpencar-pencar.
Dalam siaran pers Humas Satgas Damai Cartenz disebutkan bahwa tim gabungan TNI dan Polri berhasil memetakan tempat-tempat persembunyian anggota KST. Lokasinya tidak hanya di Intan Jaya, tetapi juga di Distrik Iwika, Mimika, dan daerah-daerah lain. Dengan pemetaan ini maka penangkapan akan lebih terstruktur dan diprediksi akan berhasil.
Aparat gabungan TNI dan Polri memang ditugaskan untuk membantu Satgas Damai Cartenz dalam penangkapan KST. Tujuannya agar keamanan warga benar-benar terjaga. Jangan sampai KST lolos dan menembaki warga sipil dan terjadi tragedi lagi karena banyaknya korban.
Dengan penambahan jumlah prajurit TNI di Kabupaten Nduga maka sangat bagus karena menambah kekuatan Tim Satgas Damai Cartenz. Mereka bisa mengatur strategi untuk mengatur agar KST mudah ditemukan lalu dilakukan tindakan tegas teratur. Dengan banyaknya prajurit yang turun dalam menangani KST, diharap para korban penyanderaan akan segera dibebaskan, karena KST menyerah kalah.
Masyarakat Papua mengapresiasi KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurrachman yang dengan sigap mengirim pasukan ke Kabupaten Nduga, dalam misi penyelamatan korban yang disandera oleh KST. Mereka akan membantu Tim Satgas Damai Cartenz dan memberantas KST bersama-sama. Seluruh warga Papua berdoa semoga para korban selamat, dan prajurit TNI menjalankan tugasnya dengan baik.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Pemerintah Tidak Beri Toleransi bagi Dapur MBG yang Abaikan Sanitasi

August 10, 2026

APBN untuk Sekolah Rakyat adalah Bukti Negara Berpihak pada Mobilitas Sosial 

August 10, 2026

Pemerintah Tidak Beri Toleransi bagi Dapur MBG yang Abaikan Sanitasi

By Kata IndonesiaAugust 10, 20260

Pemerintah Tidak Beri Toleransi bagi Dapur MBG yang Abaikan Sanitasi JAKARTA – Pemerintah memperkuat pengawasan…

APBN untuk Sekolah Rakyat adalah Bukti Negara Berpihak pada Mobilitas Sosial 

By Kata IndonesiaAugust 10, 20260

APBN untuk Sekolah Rakyat adalah Bukti Negara Berpihak pada Mobilitas Sosial  Oleh : Ricky Rinaldi Atmosfer pembangunan nasional dan pemerataan akses pendidikan di Indonesia kini memasuki babak baru yang sangat optimistis. Peringatan dan ikhtiar memperkuat pendidikan nasional bukan sekadar rutinitas pemenuhan kewajiban konstitusional, melainkan pilar utama dalam membangun fondasi kedaulatan bangsa serta memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Di tengah berbagai tantangan percepatan ekonomi global dan domestik, langkah berani pemerintah mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program Sekolah Rakyat menjadi penanda nyata keberpihakan negara terhadap mobilitas sosial masyarakat. Wacana ini mengemuka seiring menguatnya komitmen nyata pemerintah untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan berkualitas tinggi secara gratis dan memadai. Dua figur utama yang memberikan pemikiran konstruktif dalam wacana publik ini adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, yang secara aktif mengawal implementasi serta perluasan akses program, serta Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji, yang memberikan apresiasi sekaligus masukan berharga terkait penguatan kualitas pembelajaran. Kehadiran dua pandangan ini menunjukkan adanya sinergi yang harmonis antara eksekutif dan pakar pendidikan demi kemajuan masa depan anak bangsa. Perdebatan publik mengenai pembiayaan Sekolah Rakyat sejatinya menegaskan bahwa kebijakan strategis pemerintah berada di jalur yang tepat dalam mempercepat pemerataan pendidikan nasional. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan komitmen tinggi pemerintah dalam mengoptimalkan peran APBN sebagai instrumen kesejahteraan rakyat. Dalam pandangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, alokasi anggaran untuk Sekolah Rakyat adalah investasi wujud nyata kehadiran negara untuk menghapus jurang ketimpangan sosial. Pengalokasian APBN ini diproyeksikan sebagai instrumen redistribusi ekonomi yang objektif dan berbasis data, sehingga setiap rupiah uang rakyat benar-benar menyasar masyarakat di lapisan bawah. Langkah cepat pemerintah ini memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup dan derajat sosial keluarga penerima manfaat. …

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi

By Kata IndonesiaAugust 10, 20260

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi Oleh: M. Naufal Fahri Kemiskinan tidak hanya berkaitan…

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi 

By Kata IndonesiaAugust 10, 20260

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi Oleh: M. Naufal Fahri Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga terbentuk melalui keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup. Selama anak-anak dari keluarga miskin menghadapi hambatan memperoleh pendidikan yang layak, siklus kemiskinan akan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, pembangunan manusia harus menjadi fondasi utama dalam strategi pembangunan nasional. Kehadiran Program Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa negara tidak sekadar memberikan bantuan sosial yang bersifat jangka pendek, melainkan membangun jalan keluar yang berkelanjutan melalui pendidikan. Sekolah Rakyat menjadi salah satu kebijakan paling strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Pembangunan dan pengoperasian sekolah berasrama tersebut mencerminkan perubahan pendekatan negara dari sekadar mengurangi dampak kemiskinan menjadi memutus akar penyebabnya. Pendidikan yang berkualitas membuka ruang mobilitas sosial, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, serta memperluas peluang memperoleh pekerjaan yang lebih baik di masa depan. Dengan demikian, investasi pada pendidikan merupakan investasi yang memberikan manfaat lintas generasi. Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2 atau 20 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah. Menurut Dirgayuza, seluruh kebutuhan pendidikan, pengasuhan, tempat tinggal, hingga kebutuhan dasar peserta didik dipenuhi oleh negara agar mereka dapat belajar dalam lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menghilangkan hambatan ekonomi yang selama ini menjadi penyebab utama anak-anak putus sekolah atau tidak memperoleh pendidikan yang layak. Langkah tersebut sekaligus mempertegas bahwa negara hadir secara nyata untuk memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh warga negara. Lebih jauh, Dirgayuza menilai Sekolah Rakyat merupakan implementasi konkret amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan kewajiban negara memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar serta memberdayakan masyarakat yang lemah sesuai dengan martabat kemanusiaan. Pandangan tersebut menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar layanan publik, melainkan hak konstitusional yang harus dapat dinikmati seluruh anak Indonesia tanpa memandang kondisi ekonomi keluarganya. Keberhasilan menuju Indonesia sebagai negara maju tidak hanya ditentukan oleh tingginya angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan negara menghadirkan keadilan dalam akses pendidikan. Semakin banyak anak dari kelompok rentan memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas, semakin besar peluang Indonesia membangun sumber daya manusia yang unggul. Selain meningkatkan akses pendidikan, model sekolah berasrama juga memberikan ruang pembinaan karakter yang lebih komprehensif. Anak-anak tidak hanya memperoleh materi akademik, tetapi juga dibimbing untuk membangun disiplin, kemandirian, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan hidup yang dibutuhkan pada masa depan. Pendekatan tersebut menjadi penting karena kemiskinan sering kali disertai berbagai keterbatasan sosial yang memengaruhi proses tumbuh kembang anak. Dengan lingkungan belajar yang kondusif, negara berupaya memastikan setiap peserta didik memiliki peluang yang sama untuk mengembangkan potensinya secara optimal. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.