• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Waketum MUI : Hindari Perpecahan di Tahun Politik Dengan Berprasangka Baik dan Tabayyun

Waketum MUI : Hindari Perpecahan di Tahun Politik Dengan Berprasangka Baik dan Tabayyun

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 25 February 2023

Waketum MUI : Hindari Perpecahan di Tahun Politik Dengan Berprasangka Baik dan Tabayyun

Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa menjadi sangat penting untuk menjaga perdamaian di tengah situasi politik yang memanas. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kyai Marsudi Syuhud dalam sebuah program televisi yang digelar di Jakarta pada Jumat (24/2).

Menurutnya, Pemilu dan tahun politik selalu menjadi waktu yang menantang bagi bangsa Indonesia, karena situasi tersebut berpotensi memicu konflik dan perpecahan antara kelompok-kelompok masyarakat.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum MUI tersebut menegaskan bahwa tahun politik memiliki ciri tersendiri, maka ketika mengambil posisi politik tertentu akan membentuk situasi yang beragam.

“Ritual Pemilu diharapkan menjadi hal yang biasa, sehingga masyarakat diimbau untuk tenang dan menyikapi secara biasa saja, apalagi jika sampai mengancam NKRI”, ungkap Kyai Marsudi.

Tujuan politik, menurut Kyai Marsudi, adalah untuk mengomposisikan rencana-rencana lima tahun ke depan.

“Tujuan lainnya, untuk menyatukan masyarakat. Jika masyarakat sudah disatukan, maka kemudian harus gotong royong dan mengecilkan suara kebisingan. Oleh sebab itu, Pemilu diharapkan berjalan aman dan nyaman”, tutur Wakil Ketua Umum MUI.

Salah satu upaya untuk bisa menjaga persatuan NKRI di tahun politik adalah semua pihak harus bisa menghindari adanya prasangka buruk, termasuk narasi yang disampaikan oleh siapapun agar bangsa ini tidak mudah dipecah belah.

Mengenai polemik terkait pidato Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu perihal ibu-ibu pengajian, juga menjelaskan bahwa pernyataan Ketua Umum PDIP tersebut tidak dapat ditelan mentah-mentah, sehingga penafsiran sebenarnya ada pada yang bersangkutan.

“Kalau saya lihat begini, bahwa tujuan orang ngomong pada satu statement atau lafalnya adalah orang yang mengungkapnya, nah jika ada orang yang menanggapi statement itu mungkin ada pasnya dan mungkin ada tidak pasnya” kata Kyai Marsudi.

Ia juga mengimbau masyarakat melaksanakan tabayyun atau memverifikasi agar dapat mengetahui maksud sebenarnya.

Bukan hanya itu, dia meluruskan bahwa sebenarnya pidato tersebut berisi ajakan kepada majelis taklim untuk tidak saja fokus pada urusan akhirat, melainkan juga pada urusan dunia, khususnya stunting.

“Menurut saya kalimat itu kalimat yang disampaikan adalah kalau bisa majelis taklim tidak saja urusan akhirat saja tapi juga urusan dunia seperti stunting ini disampaikan” imbuhnya.

Menurut Kyai Marsudi, konsep keseimbangan dunia dan akhirat, termasuk mengurusi stunting merupakan perintah agama.

“Maka jika kita mencari akhirat jangan lupakan dunia karena sesungguhnya dunia adalah lahan untuk akhirat” pungkasnya

Sementara itu, Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia, Dr. Aditya Perdana menyatakan dalam era digital ini tidak mudah karena sepanjang apapun pernyataannya akan dipotong-potong sesuai kepentingan kelompok yang kemudian akan diviralkan. Hal ini tentu punya tujuan karena ini akan menyebar.

Menurutnya, semua pihak mungkin akan menghalalkan segala cara untuk memenangkan pertarungan selama Pemilu. Oleh sebab itu, perlu diingatkan.

“Selain itu ada berita hoax sehingga perlu keyakinan agar selalu berhati-hati dan menguatkan literasi digital, termasuk saring sebelum sharing. Karena penetrasi internet hebat dan kita harus mewaspadai hal itu, apalagi terkait isu etnis, keagamaan dan sebaiknya, ini perlu dibatasi”, tutur Aditya Perdana.

Insentif dan Program Belanja Nasional Perkuat UMKM dan Pelaku Ritel di Musim Liburan

June 17, 2026

Insentif Liburan sebagai Bantalan Daya Beli dan Pendorong Pertumbuhan

June 17, 2026

Insentif dan Program Belanja Nasional Perkuat UMKM dan Pelaku Ritel di Musim Liburan

By Kata IndonesiaJune 17, 20260

Insentif dan Program Belanja Nasional Perkuat UMKM dan Pelaku Ritel di Musim Liburan Oleh :…

Insentif Liburan sebagai Bantalan Daya Beli dan Pendorong Pertumbuhan

By Kata IndonesiaJune 17, 20260

Insentif Liburan sebagai Bantalan Daya Beli dan Pendorong Pertumbuhan Oleh: Bara Winatha Konsumsi rumah tangga…

Diskon Tiket dan Belanja Jadi Paket Stimulus Pemerintah untuk Perkuat Konsumsi Nasional

By Kata IndonesiaJune 17, 20260

Diskon Tiket dan Belanja Jadi Paket Stimulus Pemerintah untuk Perkuat Konsumsi Nasional Jakarta – Pemerintah…

Pemerintah Beri Stimulus Libur Sekolah, Tiket Pesawat hingga Kereta Didiskon

By Kata IndonesiaJune 17, 20260

Pemerintah Beri Stimulus Libur Sekolah, Tiket Pesawat hingga Kereta Didiskon Jakarta,- Pemerintah terus menghadirkan berbagai…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.