• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Teror KST Papua Sebabkan Trauma Mendalam pada Masyarakat

Teror KST Papua Sebabkan Trauma Mendalam pada Masyarakat

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 16 February 2023

Teror KST Papua Sebabkan Trauma Mendalam pada Masyarakat

Oleh : Rebecca Marian

Teror yang terus dilakukan oleh KST Papua ternyata sampai menyebabkan trauma yang mendalam kepada benak masyarakat dan warga sipil di Bumi Cenderawasih. Maka dari itu, para aparat keamanan langsung bersiap siaga untuk meningkatkan penjagaan di wilayah terkait dan bahkan melaksanakan sejumlah kegiatan bertajuk trauma healing kepada warga.

Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua memang sudah sejak lama, bahkan hingga saat ini terus saja melakukan berbagai macam jenis teror yang mengancam keselamatan warga sipil yang sama sekali tidak bersalah. Baru-baru ini, teror dilakukan kepada Pesawat Pilatus Porter Susi Air yang dilaporkan telah dibakar oleh KST Papua sesaat setelah melakukan landing di Bandara Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan pada Selasa tanggal 7 Februari 2023.

Diketahui bahwa pesawat Pilatus Porter Susi Air dengan Nomor Penerbangan SI 9386 tersebut sebenarnya memiliki tujuan dari Timika ke Paro kemudian kembali ke Timika. Namun ternyata sesaat setelah landing di Paro, pesawat tersebut sempat mengalami hilang kontak dan sama sekali tidak bisa dihubungi.

Mengenai hal tersebut, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo dalam keterangannya pada hari Selasa, 7 Februari 2023 lalu menyampaikan terkait kronologis pesawat Pilatus Porter Susi Air di Bandara Paro itu.

Dirinya menyebutkan bahwa memang pesawat tersebut mengalami hilang kontak setelah melakukan pendaratan atau landing di Paro.

Padahal seharusnya, sebagaimana keterangan dari pihak Maskapai Susi Air sendiri, seharusnya pesawat tersebut sudah kembali ke Bandara Mozes Kilangin di Kabupaten Mimika pada pukul 07:40 Waktu Indonesia bagian Timut (WIT), namun ternyata pesawat tidak kunjung kembali ke bandara hingga waktu yang telah ditentukan.
Lebih lanjut, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo menambahkan bahwa Pesawat Pilatus Porter Susi Air tersebut memang telah ditahan oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) di Nduga Papua yang merupakan kelompok pimpinan Egianus Kogoya. Bahkan dilaporkan pula bahwa pesawat naas tersebut sempat terlihat mengeluarkan kepulan asap tebal di Bandara Paro.
Akibat dari sejumlah aksi teror yang terus dilakukan oleh KST Papua, mulai dari aksi penembakan hingga pembakaran tersebut tentunya kemudian memicu adanya ketakutan yang luar biasa di kalangan masyarakat Bumi Cenderawasih sendiri. Bahkan, akibat rasa takut yang dimiliki oleh warga setempat, membuat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) langsung melaksanakan trauma healing untuk menenangkan warga.
Kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh personel TNI dan dipimpin langsung oleh Pabung Kodim 1715/Yahukimo, Mayor Arh Soni BS Simanjuntak tersebut disambut dengan sangat baik oleh seluruh masyarakat. Dirinya menyatakan bahwa dia berada di sana memang ditugaskan untuk melakukan penjagaan akan keamanan masyarakat.
Tentunya penjagaan akan keamanan masyarakat sangat penting untuk terus dijaga dan dipastikan lantaran beberapa waktu lalu telah terjadi gangguan keamanan, yakni teror yang terus dilakukan oleh KST Papua sehingga bahkan menimbulkan ketakutan bagi masyarakat di Bumi Cenderawasih sendiri.
Untuk itu, para aparat keamanan, menurut Mayor Arh Soni BS Simanjuntak memiliki komitmen sangat kuat dan bersama-sama dengan pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk terus menjaga wilayah tersebut dan akan menjaga anak-anak yang berada di sana untuk bisa bersekolah lagi.
Lebih lanjut, Pabung Kodim 1715/Yahukimo tersebut berpesan kepada seluruh masyarakat untuk dapat melakukan pelaporan kepada pihak aparat keamanan yang terdiri dari personel gabungan antara TNI dan Polri apabila mereka melihat kelompok-kelompok penyebar teror itu.
Bahkan, dirinya berpesan, apabila memang masyarakat sedang mengetahui bahwa ada orang yang mencurigakan bisa segera dilaporkan. Tentunya apabila masyarakat turut aktif untuk menjaga keamanan di lingkungannya dengan melakukan pelaporan, maka hal tersebut menjadi upaya untuk bisa meminimalisasi adanya gangguan yang bisa saja kembali terjadi ke depannya. Maka dari itu, menurutnya para generasi muda harus giat dan terus belajar serta jangan sampai ikut terjerumus seperti kelompok KST tersebut.
Dalam kegiatan trauma healing itu, Komandan Koramil 1715-01/Oksibil, Kapten Cba Dwi Wawan H menyampaikan bahwa saat ini memang para aparat keamanan dari personel gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri memang terus melaksanakan patroli dengan membawa senjata.
Dengan adanya patroli yang dilakukan oleh para aparat beserta senjata tersebut, dirinya kemudian berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak merasa ketakutan karena memang patroli tersebut bertujuan untuk terus menjaga masyarakat Bumi Cenderawasih sendiri dari ancaman dan gangguan KST Papua.
Tidak bisa dipungkiri bahwa terdapat rasa trauma yang cukup mendalam dialami oleh masyarakat Papua lantaran hal tersebut dikarenakan dari perasaan ketakutan yang mereka rasakan. Bagaimana tidak, sebab, teror terus saja dilakukan oleh KST Papua di wilayah tersebut dan sampai kini masih saja tidak kunjung berhenti.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Di Usia RI ke-81, Pangan Menjadi Simbol Kedaulatan dan Kepercayaan Diri Nasional  

August 9, 2026

Swasembada Pangan adalah Wujud Kemerdekaan Paling Dasar bagi Bangsa Indonesia

August 9, 2026

Di Usia RI ke-81, Pangan Menjadi Simbol Kedaulatan dan Kepercayaan Diri Nasional  

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Di Usia RI ke-81, Pangan Menjadi Simbol Kedaulatan dan Kepercayaan Diri Nasional *) Oleh : Gavin Asadit Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk menegaskan bahwa kedaulatan bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan pertahanan atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan memenuhi kebutuhan pangan rakyat secara mandiri. Berbagai kebijakan yang dijalankan menunjukkan komitmen kuat menjadikan sektor pangan sebagai fondasi ketahanan nasional sekaligus simbol kepercayaan diri Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Presiden Prabowo Subianto mengatakan kedaulatan pangan sebagai salah satu agenda strategis yang menentukan masa depan Indonesia. Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai langkah nyata dalam memperkuat sektor pangan, termasuk pelibatan seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan swasembada pangan sebagai fondasi stabilitas nasional sekaligus memperkuat kepercayaan diri Indonesia dalam menghadapi dinamika global. Memasuki usia ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia, pembangunan sektor pangan tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi. Kebijakan yang dijalankan juga diarahkan untuk membangun sistem pangan nasional yang kuat dari hulu hingga hilir. Melalui penguatan produksi, modernisasi pertanian, pemanfaatan teknologi, serta hilirisasi komoditas, Indonesia berupaya menciptakan nilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional. Pendekatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan pangan telah menjadi bagian dari strategi besar menuju Indonesia yang semakin mandiri. …

Swasembada Pangan adalah Wujud Kemerdekaan Paling Dasar bagi Bangsa Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Swasembada Pangan adalah Wujud Kemerdekaan Paling Dasar bagi Bangsa Indonesia  Oleh Yulia Rahmi Kemerdekaan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga kedaulatan wilayah atau memperkuat posisi diplomasi di panggung internasional. Kemerdekaan yang sesungguhnya juga tercermin dari kemampuan sebuah negara memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya secara mandiri, terutama kebutuhan pangan. Indonesia sebagai negara agraris dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, swasembada pangan bukan sekadar target pembangunan sektor pertanian, melainkan simbol kedaulatan nasional yang menentukan keberlanjutan kehidupan bangsa. Pandangan tersebut semakin relevan di tengah dinamika global yang terus berubah. Konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia, perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, hingga fluktuasi harga pangan dan energi telah menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap impor pangan menyimpan risiko yang sangat besar. Banyak negara yang selama ini bergantung pada pasokan luar negeri harus menghadapi kelangkaan bahan pangan maupun lonjakan harga yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan lagi sekadar isu pertanian, melainkan bagian dari strategi pertahanan nasional, stabilitas ekonomi, dan keamanan sosial. Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Menurut Presiden Prabowo, pembangunan bangsa harus dimulai dari penguatan ekonomi yang berpijak pada kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama pangan. Ketika kebutuhan paling mendasar masyarakat dapat dipenuhi, pembangunan di sektor lain akan memiliki landasan yang jauh lebih kokoh. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam mewujudkan ketahanan pangan dalam waktu yang relatif singkat. Keberhasilan tersebut menjadi modal penting dalam membangun rasa percaya diri bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan global. Kemampuan menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat memberikan kepastian bahwa Indonesia memiliki daya tahan yang lebih kuat ketika dunia menghadapi gejolak ekonomi maupun politik internasional. Keberhasilan menuju swasembada pangan tentu tidak hadir secara instan. Dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi, konsistensi pelaksanaan di lapangan, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun sistem pangan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan masa depan. Langkah tersebut mencerminkan perubahan paradigma bahwa ketahanan pangan harus dibangun dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan lahan, peningkatan produktivitas, distribusi hasil pertanian, hingga perlindungan terhadap kesejahteraan petani. Dukungan terhadap agenda tersebut juga datang dari kalangan dunia usaha. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, memandang penguatan sektor pangan sebagai salah satu prioritas utama yang terus ditekankan pemerintah dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional. Keterlibatan dunia usaha menjadi elemen penting karena pembangunan pertanian modern memerlukan investasi, inovasi teknologi, penguatan rantai pasok, serta pengembangan industri pengolahan hasil pertanian. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta akan mempercepat terciptanya ekosistem pangan yang lebih produktif sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian Indonesia.…

Swasembada Pangan Jadi Modal Kemerdekaan Indonesia Hadapi Gejolak Global

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Swasembada Pangan Jadi Modal Kemerdekaan Indonesia Hadapi Gejolak Global JAKARTA – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat BULOG untuk Jaga Swasembada Pangan dan Stok Nasional

By Kata IndonesiaAugust 9, 20260

Pemerintah Perkuat BULOG untuk Jaga Swasembada Pangan dan Stok Nasional JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.