• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Bisnis»Tau Minuman Kesehatan Milagros? Ternyata Leader Penghasilan Terbesarnya adalah Jebolan Pesantren Gontor

Tau Minuman Kesehatan Milagros? Ternyata Leader Penghasilan Terbesarnya adalah Jebolan Pesantren Gontor

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 14 January 2023

Baru- baru ini viral di sosial media Tik Tok Alumnus Pondok Pesantren Gontor Tahun 1997 Agus Purnomo kini menjadi salah satu pengusaha sukses. Dia memiliki rumah mewah dan luas. Rumahnya pun dilengkapi dengan berbagai fasilitas mewah.

Namun sebelum bisa kaya raya seperti sekarang, Agus Purnomo dulu adalah orang susah. Namun hal itu yang justru menjadi motivasi bagi Agus Purnomo untuk mengubah hidupnya.

Dalam salah satu postingannya di Tik Tok pria yang dijuluki “Juragan” ini tengah menghitung segepok uang pecahan Rp 100 ribu. Tak main-main jumlah uang yang dihitung Agus mencapai Rp 1 miliar.

Selain memiliki hobi “pamer” di media sosial, Agus juga kerap memberikan tips kesuksesannya. Saat ini Agus menjabat sebagai direktur Milagros Indonesia. Perusahaan ini merupakan perusahaan air minum dalam kemasan yang alami, asal Indonesia.

Ia sudah sering jadi pembicara di berbagai acara mengenai tips kesuksesannya, dan beberapa kali diundang jadi bintang tamu di program televisi.

Sultan Sentul ini semakin terkenal karena aktif mengunggah konten tentang kehidupannya di media sosial.

Redaksi kataindonesia.com berkesempatan mewancarai dengan Agus Purnomo pada Rabu, (11/1/2023).

Dirinya pun bercerita saat menjadi santri Pondok Modern Gontor, bahwa kekuatan media sosial dapat menemukan hubungan silaturahmi yang sempat hilang selama 32 Tahun.

“Hati-hati Dengan kekuatan pikiran. Teman saat jadi santri di Gontor, sudah tidak ketemu selama 32 Tahun, tidak tahu kontaknya sama sekali, Alhamdulillah Bisa ketemu lagi. Sekitar satu tahun lalu saya bilang ke istri Dian Handayani klo saya dulu punya teman satu angkatan saat di Gontor itu ribuan orang dan mereka semua dari seluruh Indonesia tapi sayang sama sekali tidak ada kontaknya. Saya yakin suatu saat pasti bisa ketemu dan Silaturrohim lagi dengan mereka. Alhamdulillah lewat Tiktok ada yg kenal saya dan komen klo dulu Sama-sama nyantri di Babussalam Delopo Madiun dan lanjut ke Gontor Ponorogo, Silaturrohim berlanjut dan langsung memutuskan untuk join Milagros,” jelasnya.

Pria kelahiran Jakarta ini juga menceritakan bahwa dengan perjuangan dari awal bergabung di Milagros hidupnya dapat berubah 360 derajat.

“Dulu saya sama teman- teman selalu dikucilkan tapi setelah saya bergabung dengan Milagros yang hanya bermodal 400 Ribu Rupiah dan semangat gigih serta pantang menyarah, alhamdulillab akhirnya saya dapat menerima hasilnya,” ungkapnya.

Agus pun mengajak jika ada teman- teman Alumni Gontor yang ingin bersilaturahmi ke kediamannya dapat menghubungi kontaknya.

Dengan Saudara Hamdi Madaniah
085890157670.

Kabinet Bayangan Perlu Hindari Kegaduhan Politik yang Merugikan Publik

August 6, 2026

Algoritma Mengejar Atensi, Jurnalisme Menjaga Akurasi dan Akal Sehat Publik 

August 6, 2026

Kabinet Bayangan Perlu Hindari Kegaduhan Politik yang Merugikan Publik

By Kata IndonesiaAugust 6, 20260

Kabinet Bayangan Perlu Hindari Kegaduhan Politik yang Merugikan Publik Jakarta – Wacana pembentukan kabinet bayangan…

Algoritma Mengejar Atensi, Jurnalisme Menjaga Akurasi dan Akal Sehat Publik 

By Kata IndonesiaAugust 6, 20260

Algoritma Mengejar Atensi, Jurnalisme Menjaga Akurasi dan Akal Sehat Publik  Oleh: Ratna Komala Gelombang transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengonsumsi, dan menyebarkan informasi. Kehadiran platform digital dengan algoritma yang dirancang untuk memaksimalkan atensi telah menciptakan ekosistem informasi yang bergerak sangat cepat, tetapi tidak selalu mengutamakan akurasi. Konten yang memancing emosi sering kali memperoleh jangkauan lebih luas dibandingkan informasi yang telah melalui proses verifikasi. Dalam situasi demikian, jurnalisme berkualitas menjadi semakin penting sebagai penopang ruang publik yang sehat, menjaga nalar masyarakat agar tetap berpijak pada fakta di tengah derasnya arus disinformasi. Peran pers tidak lagi terbatas sebagai penyampai berita, melainkan menjadi institusi yang menjaga kualitas demokrasi melalui penyajian informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Jurnalisme yang profesional berfungsi sebagai penyeimbang kekuasaan sekaligus penghubung antara pemerintah dan masyarakat melalui informasi yang akurat. Namun, tantangan yang dihadapi industri media semakin kompleks akibat dominasi algoritma platform digital global yang mengubah pola distribusi informasi sekaligus memengaruhi model bisnis media. Ketimpangan tersebut menuntut hadirnya kebijakan yang mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih adil bagi seluruh pelaku industri pers. Dalam konteks itu, langkah pemerintah menghadirkan regulasi mengenai tanggung jawab platform digital menjadi bagian penting dari upaya memperkuat keberlanjutan jurnalisme nasional. Kebijakan ini tidak dimaksudkan untuk membatasi inovasi teknologi, melainkan membangun keseimbangan antara perkembangan platform digital dan keberlangsungan media yang menghasilkan karya jurnalistik berkualitas. Ruang digital yang sehat membutuhkan mekanisme yang memastikan informasi yang diproduksi melalui proses jurnalistik memperoleh posisi yang layak di tengah banjir konten yang beredar tanpa proses verifikasi. Dengan demikian, kepentingan publik tetap menjadi orientasi utama dalam tata kelola informasi nasional. Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Marsda TNI Eko Dono Indarto, menegaskan bahwa Kemenko Polkam memiliki peran strategis dalam mengawal penyusunan Peraturan Presiden mengenai tanggung jawab platform digital untuk mendukung jurnalisme berkualitas. Menurut Eko Dono Indarto, pembentukan Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB) merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem informasi yang sehat, menjaga kualitas pers nasional, sekaligus memperkokoh stabilitas keamanan di ruang digital. Kehadiran pedoman pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 menjadi tonggak penting dalam memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan secara terukur. Komitmen pemerintah tersebut menunjukkan bahwa penguatan jurnalisme dipandang sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan informasi nasional. Lebih jauh, lahirnya pedoman pelaksanaan kewajiban platform digital memberikan kepastian mengenai tanggung jawab setiap pemangku kepentingan dalam membangun ruang digital yang lebih sehat. Selama ini, perusahaan platform memperoleh manfaat ekonomi yang besar dari distribusi konten jurnalistik, sementara media menghadapi tekanan finansial yang semakin berat akibat perubahan pola konsumsi informasi. Ketimpangan tersebut berpotensi melemahkan kualitas jurnalisme apabila tidak diimbangi dengan tata kelola yang lebih berkeadilan. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah menjadi instrumen penting untuk menciptakan hubungan yang lebih seimbang antara inovasi digital dan keberlanjutan industri pers. Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan telah menghadirkan tantangan baru terhadap kredibilitas informasi. Teknologi AI memungkinkan produksi konten dalam jumlah besar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi tidak seluruhnya dibangun di atas prinsip verifikasi dan etika jurnalistik. Kondisi ini meningkatkan risiko penyebaran informasi yang menyesatkan, manipulasi visual, hingga lahirnya narasi yang sulit dibedakan dari fakta. Akibatnya, kemampuan masyarakat dalam memperoleh informasi yang benar semakin bergantung pada keberadaan media yang menjunjung tinggi profesionalisme.…

Menjawab Perang Algoritma AI dengan Etika, Verifikasi, dan Media Tepercaya

By Kata IndonesiaAugust 6, 20260

Menjawab Perang Algoritma AI dengan Etika, Verifikasi, dan Media Tepercaya Oleh : Antonius Utomo Perkembangan…

Pemerintah Perkuat Ekosistem Media Digital Nasional Hadapi Perang Algoritma AI

By Kata IndonesiaAugust 6, 20260

Pemerintah Perkuat Ekosistem Media Digital Nasional Hadapi Perang Algoritma AI JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.