• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mengapresiasi Pembangunan Infrastruktur Papua di Era Jokowi

Mengapresiasi Pembangunan Infrastruktur Papua di Era Jokowi

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 4 October 2022

Mengapresiasi Pembangunan Infrastruktur Papua di Era Jokowi

Oleh : Sabby Kosay

Langkah Presiden Jokowi dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Papua pantas diapresiasi. Selain untuk mendukung kemajuan Papua, keberadaan infrastuktur diharapkan mampu meminimalisasi disparitas harga kebutuhan dasar dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Stadion Papua Bangkit dan Jembatan Youtefa berdiri megah di Papua, dan didirikan di masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Di masa pemerintahan beliau, pembangunan di Papua dilakukan begitu pesatnya, terutama di bidang infrastruktur. Bahkan untuk pertama kalinya Papua dipercaya pemerintah pusat untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional XX.

Masyarakat juga mengapresiasi percepatan pembangunan infrastruktur di Papua, terutama Jalan Trans Papua yang membentang sepanjang 4.600 kilometer. Anis Wayag, warga Kampung Walarek Kabupaten Yalimo, menyatakan dulu harus menghabiskan waktu hingga sebulan untuk berjalan kaki dari kampungnya ke Elelim (ibu kota Yalimo). Namun setelah ada Jalan Trans Papua, hanya butuh sehari saja untuk pergi ke sana.

Mudahnya akses masyarakat Papua memang menjadi prioritas pemerintah dalam membangun infrastruktur, terutama Jalan Trans Papua. Jika mobilitas rakyat di Bumi Cenderawasih makin baik, maka akan berpengaruh pada semua bidang. Terutama bidang ekonomi, kesehatan, keamanan, dan lain-lain.

Jika infrastrukturnya baik dan mobilitasnya lancar maka warga Papua bisa lebih cepat dalam menjalankan perdagangan antar kota/kabupaten.

Dengan melewati Jalan Trans Papua maka ongkos kirim dan ongkos BBM juga bisa dihemat, karena lebih cepat sampai. Mereka akan memperoleh keuntungan yang lebih banyak.

Kemudian, jalan dan jembatan yang dibangun oleh pemerintah juga memudahkan masyarakat Papua dalam memperoleh akses kesehatan. Jika jalannya mudah maka mereka bisa datang ke Puskesmas atau RS terdekat, dan korban kecelakaan atau warga yang sakit parah akan bisa ditangani dengan cepat. Begitu juga dengan ibu hamil yang bisa cepat ditolong oleh bidan, sehingga akan mengurangi angka kematian ibu hamil di Papua.
Sekretaris Umum Barisan Merah Putih Provinsi Papua, Wusabek Wantik, mengapresiasi pembangunan infrastruktur di Papua yang dilakukan di masa pemerintahan Presiden Jokowi. Di Papua dan Papua Barat, transportasinya sudah bagus dan tidak kalah dengan di Jawa. Harga semen di Bumi Cendrawasih juga diturunkan.
Harga semen di Papua memang jauh lebih mahal daripada di Jawa, bahkan sempat mencapai 2 juta rupiah per saknya. Namun di masa pemerintahan Presiden Jokowi, harganya bisa ditekan menjadi 500.000 hingga 650.000 rupiah saja per saknya.
Harga semen sangat mahal sebab biaya angkut juga mahal, karena dibawa dengan pesawat terbang (harga avtur mahal). Namun dengan adanya Jalan Trans Papua, pengangkutan semen bisa melalui jalur darat, sehingga ongkos kirimnya lebih murah dan berpengaruh juga pada murahnya harga semen.
Pengurangan harga semen sangat penting bagi pembangunan Papua. Banyaknya infrastruktur dan fasilitas umum yang dibangun, tentu membutuhkan semen sebagai bahan baku. Jika harga semen lebih murah maka bisa menekan biaya pembangunan, dan akan lebih cepat selesai, kemudian akan bisa dimanfaatkan oleh rakyat Papua.
Wusabek melanjutkan, Presiden Jokowi memberikan bantuan sosial (bansos) sampai ke Papua. Dalam artian, beliau menerapkan Pancasila terutama sila ‘Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia’. Di mana seluruh rakyat di negeri ini berhak mendapatkan bansos sebagai bantalan pengaman dalam masa pandemi, dan diberikan dari Sabang sampai Merauke.
Sementara itu, masyarakat Papua mengapresiasi pembangunan di Papua, dan juga pemekaran wilayah. Jika ada penambahan provinsi baru maka pembangunan di Bumi Cendrawasih akan lebih masif. Penyebabnya karena di provinsi baru tersebut akan dibangun jalan dan infrastruktur baru sebagai fasilitas umum. Rakyat yang akan diuntungkan karena mereka bisa menikmatinya.
Kondisi Papua berbeda jauh dengan di Jawa, di mana geografisnya agak susah. Dalam artian, masih ada jalan setapak, hutan, perbukitan, dan akan menyulitkan mobilitas masyarakat. Namun ketika ada pembangunan infrastruktur (jalan raya), akan lebih dirapikan sehingga jalannya layak untuk dilewati kendaraan bermotor.
Sebagai wujud apresiasi rakyat kepada pemerintah, masyarakat adat Wate di Kabupaten Nabire, menghibahkan 75 hektar tanah adat untuk dijadikan kantor Gubernur Papua Tengah. Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo menyatakan bahwa hibah ini adalah dukungan dari rakyat yang luar biasa. Bahkan rumah dinas Bupati juga direlakan untuk digunakan oleh Penjabat Gubernur nanti.
Sebagai putra asli Papua, John Wetipo merasa bangga karena saudara sesukunya mendukung langkah pemerintah dalam menyukseskan pemekaran wilayah. Terbukti penambahan provinsi dan diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang sangat diapresiasi oleh orang asli Papua.
Apresiasi dari berbagai pihak akan percepatan pembangunan infrastruktur di Papua merupakan bukti bahwa rakyat Papua cinta pemerintah Indonesia. Mereka sangat berterima kasih karena di masa pemerintahan Presiden Jokowi, Papua begitu diperhatikan. Berbagai infrastruktur dibangun agar Papua makin modern dan tidak tertinggal dari daerah lain.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bali

Pemerintah Perkuat Debottlenecking untuk Dorong Investasi Ekonomi Nasional

August 28, 2026

Kurikulum Digital dan Sekolah Rakyat Yang Makin Adaptif dan Berdaya Saing

August 28, 2026

Pemerintah Perkuat Debottlenecking untuk Dorong Investasi Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Pemerintah Perkuat Debottlenecking untuk Dorong Investasi Ekonomi Nasional Jakarta – Pemerintah terus memperkuat kebijakan debottlenecking…

Kurikulum Digital dan Sekolah Rakyat Yang Makin Adaptif dan Berdaya Saing

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Kurikulum Digital dan Sekolah Rakyat Yang Makin Adaptif dan Berdaya Saing   Oleh : Abdul Razak Transformasi pendidikan terus didorong pemerintah melalui penguatan akses sekaligus pembaruan cara belajar. Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sementara pengembangan kurikulum digital diarahkan agar proses pembelajaran semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik. Penguatan tersebut salah satunya terlihat dari penyusunan modul pembelajaran digital untuk Sekolah Rakyat. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung telah menyerahkan 1.018 konten modul pembelajaran kepada Kementerian Sosial sesuai kebutuhan program. Seluruh modul akan dimanfaatkan melalui Learning Management System (LMS) sehingga dapat diakses secara digital oleh guru maupun peserta didik. Direktur Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta UPI, Ahmad Yani menjelaskan, ribuan konten tersebut mencakup 177 mata pelajaran untuk jenjang SD hingga SMA. Penyusunan dilakukan selama dua tahun, dengan 322 modul dari 63 mata pelajaran diselesaikan pada tahun lalu dan 696 modul dari 114 mata pelajaran rampung pada tahun ini. Berdasarkan jenjang pendidikan, modul tersebut terdiri atas 73 mata pelajaran untuk SD, 44 mata pelajaran untuk SMP, dan 60 mata pelajaran untuk SMA. Setiap konten dirancang dalam beberapa bagian, mulai dari pendahuluan, kegiatan belajar, rangkuman, refleksi, latihan, hingga tes formatif. Ahmad Yani menjelaskan modul digital memiliki karakter berbeda dibandingkan buku teks elektronik atau e-book. Pada jenjang SD, materi dibuat lebih ringkas, sederhana, dan disesuaikan dengan perkembangan peserta didik. Untuk SMP, materi disusun dengan kedalaman menengah, bahasa komunikatif, serta aktivitas pembelajaran yang lebih beragam. …

Kurikulum Digital Diperkuat, Sekolah Rakyat Masuki Era Kelas Pintar

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Kurikulum Digital Diperkuat, Sekolah Rakyat Masuki Era Kelas Pintar Jakarta – Sekolah Rakyat memasuki babak…

Presiden Prabowo Bakal Hadiri Puncak 100 Tahun Gontor

By Kata IndonesiaAugust 28, 20260

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) secara resmi memastikan bahwa Presiden Republik Indonesia,…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.