• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mengapresiasi Keberhasilan Pengendalian Covid-19 Pemerintah

Mengapresiasi Keberhasilan Pengendalian Covid-19 Pemerintah

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 24 September 2022

Mengapresiasi Keberhasilan Pengendalian Covid-19 Pemerintah

Oleh : Ridwan Alamsyah

Pemerintah Indonesia berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 seiring dengan penurunan kasus positif akibat virus tersebut. Keberhasilan ini tentunya perlu mendapat apresiasi semua pihak sebagai bentuk yang menandakan bahwa kebijakan Pemerintah selama ini berada di jalur tepat.

Dengan terus membaiknya kondisi pandemi Covid-19 yang ada di Indonesia, Ketua DPR RI, Puan Maharani menyatakan bahwa seluruh pihak harus banyak bersyukur, namun juga tetap sama sekali agar tidak menjadi jumawa dan terus waspada karena memang kondisi dan sifat dasar dari sebuah virus sulit untuk diprediksi dan penuh akan ketidakpastian.

Meski begitu, Puan tetap menegaskan bahwa memang penanganan pandemi Covid-19 yang selama ini telah diupayakan oleh pemerintah telah menuai keberhasilan yang sangat signifikan sehingga saat ini keadaan bisa menjadi jauh lebih baik jika dibandingkan dengan dua tahun belakangan.

Laporan dari World Health Organization (WHO) sendiri menunjukkan kalau angka kematian akibat Covid-19 sendiri secara global sudah menurun hingga 22 persen dalam sepekan ini dan menjadi angka kematian paling rendah. Bukan hanya itu, namun kasus Covid-19 sendiri juga mengalami penurunan angka dalam beberapa minggu terakhir.

Dari data WHO yang mencakup keseluruhan tersebut, memang kondisi COVID-19 di Indonesia sendiri khususnya juga sudah mencapai pada level yang sangat terkendali sejauh ini. Meski sempat terjadi kemunculan varian baru, yakni gelombang subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, namun nyatanya gelombang tersebut sama sekali tidak sedahsyat jika dibandingkan dengan gelombang Covid-19 sebelumnya sehingga lonjakan kasus tidak langsung terjadi dengan sangat signifikan seperti yang lalu telah terjadi.
Sebelumnya, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus sendiri juga sudah menyatakan bahwa akhir dari keberadaan pandemi COVID-19 benar-benar sudah di depan mata.

Menyusul pernyataan tersebut, dirinya menambahkan supaya saat ini semua pihak bisa bekerja sama untuk mengerahkan seluruh tenaga mereka agar pandemi bisa benar-benar berakhir.
Tedros menyatakan bahwa meski memang pada saat ini manusia memang sudah bisa dikatakan telah berhasil mengantongi kemenangan atas pandemi, namun bukan berarti lantas justru berhenti berlari begitu saja.

Justru menurutnya saat ini adalah waktu terbaik untuk terus berlari dengan jauh lebih keras agar seluruh usaha yang telah dilakukan selama ini benar-benar bisa mencapai garis finish yang diinginkan.
Seluruh keberhasilan dalam penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari bagaimana kebijakan pemerintah yang sudah sangat tegas menerapkan protokol kesehatan supaya dilakukan oleh seluruh masyarakat Indonesia, beserta bagaimana masyarakat sendiri patuh untuk melaksanakan kebijakan tersebut.
Tidak hanya itu, namun kebijakan pemerintah Indonesia sejak awal untuk langsung menyebarluaskan capaian vaksinasi Covid-19 di Tanah Air hingga menyasar ke seluruh masyarakat tanpa terkecuali dengan secepat mungkin, termasuk juga diberikannya dosis ketiga atau booster untuk masyarakat secara luas sehingga masyarakat juga cepat mencapai imunitas kelompok terhadap virus Corona. Bahkan target dari pemerintah sendiri pada akhir tahun 2022 ini adalah supaya persebaran vaksin dosis booster mencapai hingga 100 juta dosis.
Vaksinasi ketiga atau dosis booster sendiri memang sangatlah penting bagi masyarakat, lantaran Puan Maharani mengatakan bahwa berdasarkan berbagai kajian, vaksinasi booster efektif untuk melindungi warga dari keparahan dan kematian akibat Covid-19, termasuk bagi lansia. Vaksinasi booster harus digenjot agar tingkat imunitas masyarakat terus terjaga,
Sebagai informasi, hingga akhir Agustus 2022, vaksinasi dosis ketiga atau booster di Indonesia baru menyasar 62,1 juta penduduk atau 23 persen dari total populasi di Indonesia. Puan meminta Pemerintah meningkatkan kerja sama dengan berbagai instansi maupun kelompok masyarakat untuk mempercepat target capaian vaksinasi booster. Karena dengan dijalinnya kerja sama oleh pemerintah bahkan pada berbagai instansi, tentu akan semakin mempercepat tujuan persebaran vaksin booster ke masyarakat.
Terkait dengan bagaimana kesuksesan pemerintah dalam menggencarkan penyaluran vaksinasi Covid-19 pada seluruh masyarakat Indonesia, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa kesuksesan tersebut adalah bentuk dari kerja sama antar seluruh pihak, baik kementerian/lembaga hingga elemen masyarakat, turut didukung sistem logistik yang memadai.
Lebih lanjut, Puan Maharani menyatakan DPR akan terus mengawal penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemerintah. Ia memastikan, DPR senantiasa memberikan kemudahan dalam kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah selama hal tersebut demi kebaikan dan kesejahteraan rakyat.
Bukan hanya itu, namun dirinya menambahkan bahwa DPR juga akan mendukung berbagai persiapan infrastruktur dalam rangka memasuki endemi COVID-19. Seluruh masyarakat harus selalu yakin bahwa Indonesia akan benar-benar segera meman hasil dari seluruh kerja keras yang selama ini dilakukan, berikut juga termasuk kerja bersama yang sejauh ini terus dilakukan berbagai pihak dalam rangka penanganan pandemi.
Pernyataan WHO yang mengungkapkan bahwa memang pandemi COVID-19 sudah berada pada titik akhir yang bahkan sudah berada di depan mata, menunjukkan bagaimana bukti dari suksesnya seluruh upaya penanganan dan juga pengendalian pandemi yang selama ini sudah dilakukan oleh Pemerintah RI.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

UMKM Dinilai Berperan Strategis Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia

September 11, 2026

Isu September Hitam Jangan Sampai Mengikis Solidaritas Sesama Anak Bangsa 

September 11, 2026

UMKM Dinilai Berperan Strategis Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

UMKM Dinilai Berperan Strategis Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia JAKARTA – Usaha mikro, kecil, dan menengah…

Isu September Hitam Jangan Sampai Mengikis Solidaritas Sesama Anak Bangsa 

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

Isu September Hitam Jangan Sampai Mengikis Solidaritas Sesama Anak Bangsa Oleh: Gavin Asadit Munculnya isu September Hitam 2026 perlu disikapi secara bijak agar tidak berkembang menjadi narasi yang mengikis solidaritas dan persatuan sesama anak bangsa. Refleksi terhadap berbagai catatan sejarah hak asasi manusia (HAM) tetap penting, tetapi penyikapannya perlu dilakukan dengan mengedepankan informasi yang benar, dialog, serta semangat menjaga keutuhan bangsa. Momentum September Hitam dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan pemahaman mengenai sejarah, demokrasi, dan HAM. Refleksi tersebut sebaiknya tidak berhenti pada penyebaran informasi di media sosial, tetapi disertai upaya memahami konteks dan fakta secara utuh. Kepala Bakom Pemerintah Republik Indonesia Muhammad Qodari menekankan pentingnya komunikasi publik yang mampu menghadirkan informasi secara tepat kepada masyarakat. Dalam konteks ruang digital, kualitas informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan dan mencegah berkembangnya narasi yang dapat memecah belah. Pesan tersebut relevan di tengah derasnya arus informasi digital. Setiap isu dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial dan membentuk persepsi publik dalam waktu singkat. Karena itu, masyarakat perlu mampu membedakan informasi faktual, opini, maupun narasi yang sengaja dibuat untuk memancing emosi. Pemerintah terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda. Kemampuan memeriksa informasi sebelum membagikannya merupakan salah satu bentuk tanggung jawab warga negara di era digital. Informasi palsu, provokasi, ujaran kebencian, dan narasi yang mempertajam perbedaan dapat merusak hubungan sosial apabila tidak disikapi dengan bijak. Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono mengajak masyarakat memperkuat persatuan dengan membangun komunikasi dan silaturahim. Menurutnya, interaksi yang baik antarelemen masyarakat penting agar warga tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang.…

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Lintas Sektor Antisipasi Karhutla di Papua

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Lintas Sektor Antisipasi Karhutla di Papua JAYAPURA — Pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi…

Inpres 11/2026 Langkah Pemerintah Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Karhutla

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

Inpres 11/2026 Langkah Pemerintah Perkuat Kolaborasi Nasional Hadapi Karhutla JAKARTA — Instruksi Presiden (Inpres) Nomor…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.