• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Mengapresiasi Rencana Investasi Pabrik Mobil China di Indonesia

Mengapresiasi Rencana Investasi Pabrik Mobil China di Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 13 August 2022

Mengapresiasi Rencana Investasi Pabrik Mobil China di Indonesia

Oleh : Adita Wijayanti

Rencana investasi yang dilakukan oleh pabrik mobil asal China harus mendapatkan dukungan serta apresiasi begitu tinggi dari seluruh masyarakat. Pasalnya memang hal tersebut akan sangat membantu upaya percepatan pemulihan ekonomi di Indonesia.

Upaya Pemerintah untuk membuka gerbang investasi dengan sangat lebar, yang tujuannya agar sesegara mungkin mewujudkan percepatan pemulihan perekonomian nasional terjawab. Salah satunya adalah dengan adanya komitmen tegas dari pabrik mobil asal China untuk menanamkan investasinya.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan besaran jumlah investasi tersebut adalah hingga mencapai Rp 14 triliun.

Memang salah satu yang mendasari hal tersebut adalah lantaran indonesia sendiri memiliki segmentasi pasar terkait otomotif dalam jumlah yang sangat besar pula sehingga akan sangat menarik para pabrikan asing untuk bisa mencoba masuk ke Tanah Air.

Pabrik mobil tersebut adalah Chery, yang mana memang bukanlah nama baru sebenarnya dalam industri otomotif Indonesia. Chery sendiri sebelumnya pernah masuk ke pasar Tanah Air, yakni sekitar tahun 2011 silam sebelum mereka memutuskan untuk menghentikan penjualan mereka. Akan tetapi ternyata kini mereka mencoba untuk kembali masuk dengan memberikan komitmen investasi yang jauh lebih serius.
Investasi yang dilakukan oleh pabrik Chery tersebut dengan nilai Rp 14 triliun yakni akan meliputi aktivitas produksi dan juga manufakturing di indonesia dengan perkiraan kapasitas yang bisa diproyeksi adalah sekitar 200 ribu kendaraan. Mengenai hal tersebut, Executive Vice President Chery International, Zhang Shengsan menyatakan bahwa memang pasar Asia Tenggara sendiri akan menjadi komponen paling penting dalam proses internasionalisasi Chery ke tahap selanjutnya.
Pasar Asia Tenggara yang dimaksudkan tersebut, utamanya adalah Indonesia karena memang merupakan negara dengan ekonomi dan juga populasi terbesa jika dibandingkan diantara sepuluh negara ASEAN lainnya sehingga jelas dianggap paling strategis dan signifikan akan mampu memberikan pembuktian dengan sendirinya.
Dengan komitmen tegas akan investasi yang akan dilakukan Chery ke Indonesia tersebut, maka pihak pabrikan akan mencoba lebih mengenalkan kendaraan mereka. Belakangan pada sebuah acara bertajuk GIIAS 2022 ini, Chery sendiri telah menampilkan lima unit mobil yang terdiri dari dua seri Tiggo, yakni Tiggo 7 PRO dan Tiggo 8 PRO, serta diikuti pula dengan EQ-1. Bahkan khusus dalam acara GIIAS 2022 tersebut untuk seri Tiggo juga dilakukan sesi pre-booking dengan program Advance Warranty dan garansi mesin hingga 10 tahun.
Perusahaan Chery sendiri bahkan telah melakukan pertemuan hingga beberapa kali dengan Menperin untuk membahas rencana investasi yang akan mulai berjalan pada tahun 2022 ini. Selain itu secara bertahap mereka juga akan mulai melakukan produksi kendaraan berjenis SUV dengan total 9 model dan diantaranya untuk kebutuhan ekspor.
Terkait hal tersebut, pihak Menperin menjelaskan bahwa PT. Chery Motors Indonesia akan melakukan 4 tahapan investasi jangka panjang hingga tahun 2028 mendatang. Bukan hanya itu, namun pihak Chery juga telah melakukan komunikasi secara intensif dengan Kemenperin dan juga menyatakan komitmen mereka untuk menjadikan Indonesia sebagai hub ASEAN dan juga bagian dari ekspor global perusahaan tersebut.
Kabar lainnya juga datang dari perusahaan otomotif China, yakni Wuling karena mereka telah merencakan untuk melakukan produksi hingga sejumlah 10 ribu unit pertahun. Maka dari itu Kemenperin sangatlah menyambut baik investasi para pelaku industri otomotif tersebut, termasuk juga upaya mereka untuk melakukan pengembanan kendaraan listrik. Secara tegas Menperin menyatakan bahwa mereka akan mendukung penuh pembangunan ekosistem kendaraan listrik dari hulu sampai hilir untuk menjadikan Indonesia sebagai pemimpin dalam produksi kendaraan listrik yang berdaya saing global.
Sebagai informasi, bahwa sebenarnya industri otomotif sendiri ternyata berperan sangat penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pasalnya sampai saat ini sudah terdapat sekitar 21 industri perakitan kendaraan roda empat tersebut dengan total nilai investasi hingga mencapai Rp 139,36 triliun.
Investasi tersebut berasal dari beberapa pabrik otomotif dari beberapa negara, seperti contohnya dari Jepang sendiri yang menyumbangkan investasi senilai Rp 116,1 triliun atau sekitar 83,31 persen dari total nilai investasi otomotif di Tanah Air. Kemudian pada peringkat kedua disusul oleh Korea yang menanamkan investasi senilai Rp 10,54 triliun atau sekitar 7,56 persen dan juga China dengan besaran investasi Rp 11,3 triliun atau sekitar 8,11 persen. Ternyata bukan hanya negara-negara asal Asia saja, melainkan pabrikan dari Uni Eropa pun tak kalah, yakni dengan investasinya senilai Rp 1,42 triliun atau sekitar 1,02 persen dari keseluruhan.
Mengetahui betapa menjanjikannya sektor otomotif dengan pasar yang begitu melimpah di Indonesia, maka memang pengamatan yang dilakukan oleh pabrikan China tersebut sudah sangatlah tepat. Rencana untuk melakukan investasi tersebut sangat patut mendapatkan apresiasi begitu tinggi dan diharapkan nantinya pasti akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Insitute

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

September 14, 2026

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

September 14, 2026

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026 Jakarta – Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi…

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global Oleh : Gavin Asadit…

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.