• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Energi»Wooww Gak Nyangka, Begini yang Dilakukan PLN demi Suksesnya G20 di Bali

Wooww Gak Nyangka, Begini yang Dilakukan PLN demi Suksesnya G20 di Bali

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 13 August 2022

PT PLN (Persero) terus memastikan keandalan pasokan listrik guna menyukseskan gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15 November 2022. Saat ini persiapan infrastruktur pengamanan kelistrikan untuk KTT G20 telah mencapai 88,6 persen.

Wakil Ketua Project Management Officer (PMO) G20 Kementerian BUMN, Wendo Asrul Rose menyatakan harapannya agar segala persiapan keandalan pasokan, penyediaan SPKLU, _showcase_ EBT, dan program beautifikasi untuk kegiatan KTT G20 terus dimonitor dan dipantau agar tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami akan terus mengintensifkan pelaksanaan _check point_ kesiapan dan memotret kendala–kendala pelaksanaan di lapangan untuk sesegera mungkin mengkomunikasikan dengan _stakeholder_ terkait,” kata Wendo.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada direksi dan segenap tim PLN yang telah melakukan persiapan dengan baik dalam upaya menyukseskan perhelatan KTT G20.

Direktur Bisnis Regional Jawa Madura dan Bali PLN, Haryanto WS mengatakan untuk menyukseskan penyelenggaraan KTT G20, PLN mendapat tugas menjaga keandalan listrik sekaligus menyiapkan infrastruktur kendaraan listrik yang digunakan para delegasi dan panitia selama gelaran KTT G20.

“Khusus di Bali, PLN telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan keamanan pasokan listrik dan memastikan seluruh kendaraan delegasi bisa melakukan pengisian baterai dengan nyaman, selama berlangsungnya kegiatan KTT G20,” jelasnya pada acara Pengarahan Kesiapan Menyambut KTT G20, di Lapangan Parkir ITDC, Jumat (12/08).

Ia menjelaskan, PLN pun telah dan sedang melakukan upaya-upaya peningkatan keandalan dari sisi hulu sampai hilir melalui berbagai pengadaan peralatan _back up supply_ dan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

“PLN juga melakukan berbagai langkah – langkah koordinasi untuk listrik di 29 _venue_ dengan pihak penyelenggara dan pemilik _venue_ termasuk _event organizer_,” ungkapnya.

Haryanto berharap di sisa waktu ini PLN secara terus meningkatkan kompetensi petugas sehingga dapat menjalankan tugas dengan optimal.

“Kepada seluruh personel yang dipercayakan mengemban tugas penting ini, laksanakan tugas dengan mematuhi SOP, mengutamakan aspek K3, tetap pertahankan semangat dan patuhi protokol kesehatan, sehingga kita semua dapat turut menyukseskan acara sebagai bentuk pengabdian kepada negara dan masyarakat,” tuturnya.

Executive Vice President Distribusi Regional Jawa Madura Bali, Ida Bagus Ari Wardana menjelaskan, PLN secara berkala melaksanakan koordinasi internal maupun eksternal untuk memastikan persiapan terlaksana sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

“Dengan pencapaian ini, kami optimistis pada akhir Oktober mendatang keseluruhan _action programs_ dapat terselesaikan dengan baik,” jelasnya.

Ari juga menyampaikan perkembangan masing–masing kelompok bidang sudah ada yang memasuki tahapan akhir. Sebut saja bidang Operasi Sistem yang persiapannya telah dimulai sejak Januari 2022 lalu kini perkembangan pekerjaannya telah mencapai 98 persen, kesiapan pembangkitan dan energi primer yang terbagi dalam 10 _action programs_ telah terselesaikan hingga 71,6 persen dan diharapkan rampung September 2022, sedangkan di bidang transmisi dan distribusi hingga Agustus 2022, penyelesaiannya masing–masing mencapai 90 persen dan 83 persen.

“PLN juga melakukan _assessment_ kelistrikan di _venue_ kegiatan dengan progress pencapaiannya sebesar 63,3 persen yakni 19 lokasi telah terselesaikan, dan akan menyusul 11 lokasi lainnya yang akan dituntaskan selambat–lambatnya akhir September 2022,” jelasnya.

Sejauh ini, PLN telah melakukan program beautifikasi yakni penataan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan di 3 lokasi, yakni di Taman Hutan Raya Ngurah Rai yang telah selesai 100 persen, jalur Siligita – Kempinski yang telah terselesaikan 83 persen, dan sisi barat Kawasan Waduk Muara yang pencapaian sebesar 70 persen.

Ari juga memaparkan kesiapan SPKLU yang pembangunannya kini mencapai 85 persen.

“PLN telah menyiapkan 21 unit SPKLU _fast charging,_ sedangkan untuk _ultra fast charging_ saat ini progress pengerjaannya mencapai 87 persen, dan _home charging_ sebanyak 200 unit penyelesaiannya mencapai 84,7 persen”, imbuhnya.

 

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

September 14, 2026

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

September 14, 2026

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Koperasi Merah Putih Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026 Jakarta – Pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu Koperasi…

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah RI Naik Kelas, dari Potensi Besar menjadi Kekuatan Global Oleh : Gavin Asadit…

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Ekonomi Syariah Membuktikan Indonesia Bisa Memimpin Industri Halal Dunia  Oleh Tri Lestari Indonesia sedang berada pada momentum penting untuk membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sektor pelengkap dalam perekonomian nasional, melainkan salah satu kekuatan strategis yang dapat mengantarkan Indonesia menjadi pemimpin industri halal dunia. Dengan jumlah penduduk muslim yang besar, basis pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang luas, serta berkembangnya industri keuangan syariah, Indonesia memiliki modal yang cukup untuk memainkan peran lebih besar dalam rantai ekonomi halal global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kekuatan ekonomi syariah Indonesia telah mencapai sekitar Rp3.131 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia pada peringkat keempat sebagai negara dengan ekonomi syariah terbesar di dunia. Posisi ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah Indonesia telah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing dan tidak lagi hanya berorientasi pada pasar domestik. Yang lebih menarik, Indonesia telah menjadi produsen nomor satu untuk sejumlah produk halal, termasuk sektor mode dan busana muslim. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengubah besarnya pasar muslim menjadi kekuatan produksi. Kekuatan tersebut semakin ditopang oleh ekosistem sertifikasi halal yang terus berkembang. Airlangga menyebutkan bahwa Indonesia telah memiliki sekitar 4,4 juta sertifikat halal. Besarnya jumlah sertifikasi ini menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional. Namun, tantangannya adalah memastikan agar sertifikasi halal tidak berhenti sebagai kewajiban administratif, tetapi menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Oleh karenanya, kebijakan pemerintah diarahkan untuk membuat proses sertifikasi semakin mudah, murah, cepat, dan terintegrasi dengan program pengembangan usaha. Langkah pemerintah dalam membangun akses pasar internasional juga menjadi faktor penting. Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki mutual recognition arrangement atau agreement dengan 39 negara. Kerja sama tersebut membuka peluang agar produk halal Indonesia dapat lebih mudah diterima di berbagai pasar global. Artinya, sertifikasi halal dapat menjadi pintu masuk bagi produk UMKM Indonesia untuk menembus pasar dunia, bukan sekadar menjadi tanda kepatuhan di pasar domestik. Di sisi lain, kekuatan ekonomi syariah Indonesia memiliki sumber daya sosial yang jauh lebih luas daripada sekadar sektor komersial. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, jariah, hibah, wasiat, dan berbagai sumber keagamaan lainnya. Optimalisasi dana sosial tersebut dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi umat. Potensi tersebut akan semakin besar apabila keuangan komersial dan keuangan sosial syariah dapat diintegrasikan secara lebih sistematis. Dana zakat dan wakaf, misalnya, dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat produktif, sementara pembiayaan perbankan syariah dapat menopang pengembangan usaha yang telah memiliki prospek komersial. Sinergi semacam ini akan membuat ekonomi syariah memiliki dampak yang lebih luas terhadap pemerataan kesejahteraan.…

Ber-NU dengan Gembira: Hentikan Tengkar Narasi, Kembali Pada Semangat Qonun Asasi

By Kata IndonesiaSeptember 14, 20260

Oleh: KH Anis Maftukhin Syahdan, Mbah Hasyim Asy’ari pernah menyitir sebuah syair Arab berabad silam…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.