• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Bersinergi Melawan Pandemi Covid-19 Dengan Taat Prokes

Bersinergi Melawan Pandemi Covid-19 Dengan Taat Prokes

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 20 June 2022

Bersinergi Melawan Pandemi Covid-19 Dengan Taat Prokes

Oleh : Alfisyah Dianasari

Kemunculan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 diduga menjadi dalang kenaikan kasus positif covid-19 beberapa pekan terakhir. Seluruh elemen masyarakat pun diminta ikut bersinergi melawan pandemi Covid-19 yang masih terjadi dengan selalu menerapkan Prokes ketat dalam beraktivitas.

Tidak bisa dipungkiri bahwa meski Indonesia merupakan salah satu negara di ASEAN yang memiliki tingkat penanganan pandemi COVID-19 paling baik, namun nyatanya pandemi ini sendiri masih belum benar-benar berakhir.

Buktinya adalah sampai detik ini pihak World Health Organization (WHO) yang menjadi acuan di dunia kesehatan belum mencabut status pandemi. Selain itu di beberapa negara juga tingkat Covid-19 masih ada yang belum terkendali dengan baik hingga membuat mereka masih melakukan lockdown.

Terlebih, belakangan telah dikabarkan bahwa ada lagi subvarian baru dari Covid-19 Omicron yakni BA.4 dan BA.5 yang dikatakan sudah mulai masuk di Indonesia.

Hal tersebut kemudian membuat Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan kepada seluruh masyarakat supaya tetap meningkatkan kewaspadaannya dan terus berhati-hati.

Secara tegas, Wapres mengimbau bahwa sudah seyogyanya protokol kesehatan terus dilakukan oleh seluruh masyarakat dengan patuh. Lebih lanjut, dirinya sama sekali tidak menginginkan kemungkinan buruk bisa terjadi yakni kembali meroketnya kasus Covid-19 di Tanah Air. Untuk itu menurutnya kewaspadaan harus benar-benar kembali ditekankan pada seluruh masyarakat.
Senada dengan yang dikemukakan oleh Wapres Ma’ruf Amin, Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyatakan kepada masyarakat untuk terus mengikuti anjuran yang telah diberikan oleh Pemerintah mengenai upaya meminimalisasi penularan Covid-19, yakni dengan patuh akan protokol kesehatan. Meski begitu, kabar akan penemuan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ini hendaknya tidak terlalu ditanggapi secara berlebihan sampai menimbulkan panik.
Lebih lanjut, Hardiyanto mengimbau kepada seluruh masyarakat supaya tetap menjalankan aktivitas mereka seperti biasa saja. Kendati dirinya mengimbau masyarakat untuk melakukan aktivitas seperti biasa, namun katanya jangan sampai masyarakat tidak waspada karena konfirmasi positif Covid-19 dari subvarian baru tersebut nyatanya sudah terus bertambah angkanya di Indonesia. Setidaknya jumlah update sejak Sabtu tanggal 11 Juni 2022 kasus menjadi 574.
Sebagaimana data yang beredar, bahwa kasus tertinggi Covid-19 masih berada di Ibu Kota DKI Jakarta dengan jumlah 314, yang kemudian disusul dengan Jawa Barat dengan 92 kasus dan juga Banten yang memiliki 71 kasus. Peningkatan kewaspadaan memang wajib untuk dilakukan karena di Jakarta sendiri ternyata sejak beberapa hari terakhir ini kasus infeksi harian langsung meningkat cukup signifikan.
Hardiyanto menduga bahwa faktor utama kenapa subvarian Omicron bisa masuk dan ada peningkatan kembali kasus Covid-19 khususnya di Jakarta, dikarenakan masyarakat sudah mulai terlihat lengah sehingga mereka sangat bebas melakukan interaksi bahkan sering melepas maskernya. Tidak hanya itu, namun menurutnya juga bahwa nyatanya masih belum 100 persen masyarakat telah melakukan vaksinasi Covid-19 hingga dosis ketiga.
Pada kesempatan yang lain, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan sebuah prediksi bahwa Indonesia sendiri akan mengalami puncak dari kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ini pada minggu kedua atau minggu ketiga bulan Juli 2022 mendatang. Prediksi tersebut berkaca dari bagaimana ketika awal mula varian baru ditemukan, kemudian setidaknya memakan waktu satu bulan kasusnya langsung memuncak.
Perlu diketahui bahwa deteksi pertama mengenai penemuan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ini dilaporkan berawal di Bali dengan penemuan 4 kasus, yang mana terdiri dari tiga orang Warga Negara Asing (WNA) dan juga satu orang lainnya merupakan Warna Negara Indonesia (WNI).
Masyarakat harus kembali patuh untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu apabila ada yang merasa masih belum melakukan vaksinasi Covid-19 secara lengkap bisa segera memintanya di fasilitas kesehatan terdekat. Dengan adanya kepatuhan dan kepedulian seluruh pihak, maka prediksi lonjakan kembali kasus Covid-19 pada Juli 2022 dapat dihindari.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

 

UMKM adalah Jangkar Ekonomi Rakyat yang Terus Diperkuat Negara

September 11, 2026

Target PDB 2027 Diperkuat Lewat Konsolidasi Program Pemberdayaan UMKM

September 11, 2026

UMKM adalah Jangkar Ekonomi Rakyat yang Terus Diperkuat Negara

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

UMKM adalah Jangkar Ekonomi Rakyat yang Terus Diperkuat Negara Oleh: Citra Kurnia Khudori Usaha mikro,…

Target PDB 2027 Diperkuat Lewat Konsolidasi Program Pemberdayaan UMKM

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

Target PDB 2027 Diperkuat Lewat Konsolidasi Program Pemberdayaan UMKM JAKARTA – Pemerintah memperkuat peran UMKM…

UMKM Dinilai Berperan Strategis Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

UMKM Dinilai Berperan Strategis Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia JAKARTA – Usaha mikro, kecil, dan menengah…

Isu September Hitam Jangan Sampai Mengikis Solidaritas Sesama Anak Bangsa 

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

Isu September Hitam Jangan Sampai Mengikis Solidaritas Sesama Anak Bangsa Oleh: Gavin Asadit Munculnya isu September Hitam 2026 perlu disikapi secara bijak agar tidak berkembang menjadi narasi yang mengikis solidaritas dan persatuan sesama anak bangsa. Refleksi terhadap berbagai catatan sejarah hak asasi manusia (HAM) tetap penting, tetapi penyikapannya perlu dilakukan dengan mengedepankan informasi yang benar, dialog, serta semangat menjaga keutuhan bangsa. Momentum September Hitam dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan pemahaman mengenai sejarah, demokrasi, dan HAM. Refleksi tersebut sebaiknya tidak berhenti pada penyebaran informasi di media sosial, tetapi disertai upaya memahami konteks dan fakta secara utuh. Kepala Bakom Pemerintah Republik Indonesia Muhammad Qodari menekankan pentingnya komunikasi publik yang mampu menghadirkan informasi secara tepat kepada masyarakat. Dalam konteks ruang digital, kualitas informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan dan mencegah berkembangnya narasi yang dapat memecah belah. Pesan tersebut relevan di tengah derasnya arus informasi digital. Setiap isu dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial dan membentuk persepsi publik dalam waktu singkat. Karena itu, masyarakat perlu mampu membedakan informasi faktual, opini, maupun narasi yang sengaja dibuat untuk memancing emosi. Pemerintah terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda. Kemampuan memeriksa informasi sebelum membagikannya merupakan salah satu bentuk tanggung jawab warga negara di era digital. Informasi palsu, provokasi, ujaran kebencian, dan narasi yang mempertajam perbedaan dapat merusak hubungan sosial apabila tidak disikapi dengan bijak. Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono mengajak masyarakat memperkuat persatuan dengan membangun komunikasi dan silaturahim. Menurutnya, interaksi yang baik antarelemen masyarakat penting agar warga tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.