• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Masyarakat Tegas Menolak Khilafah

Masyarakat Tegas Menolak Khilafah

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 14 June 2022

Masyarakat Tegas Menolak Khilafah

Oleh : Alif Fikri

Khilafah merupakan ideologi transnasional yang secara terang-terangan ingin mengganti Pancasila. Oleh sebab itu, masyarakat untuk tegas menolak paham tersebut yang juga banyak tertolak di negara-negara mayoritas muslim.

Beberapa waktu lalu publik sempat heboh karena ada pawai yang menyuarakan kebangkitan khilafah. Para pesertanya juga membagikan brosur dan mempromosikan khilafah.

Padahal Ormas terlarang yang dulu getol menyuarakan khilafah sudah dibubarkan, dan ternyata ada yang lain yang tetap ngotot bahwa khilafah adalah yang terbaik.

Ormas itu bernama Khilafatul Muslimin, yang ketuanya adalah mantan anggota NII (Negara Islam Indonesia).
Pimpinan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja, telah ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Lampung. Selain karena mempromosikan khilafah, ia juga melanggar UU ITE dan menyalahgunakan media sosial untuk menyebarkan radikalisme dan terorisme.
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan bahwa khilafah ingin menggantikan Pancasila di Indonesia. Ketika Baraja ditangkap maka wajar karena dianggap mengancam keselamatan negara. Dalam artian, penangkapan pimpinan Khilafatul Muslimin adalah hal yang normal karena ia dan pengikutnya mempromosikan sistem khilafah, padahal amat berseberangan dengan Pancasila.
Zainut Tauhid melanjutkan, semoga setelah ada penangkapan Baraja diproses lebih lanjut. Dalam artian, tak hanya pemimpin Ormas yang mempromosikan khilafah yang ditangkap oleh Densus 88. Namun juga anak buahnya dan juga simpatisannya. Setelah ada penangkapan Baraja maka polisi bergerak cepat dan menggeledah markas-markas Khilafatul Muslimin di seluruh Indonesia.
Penyerbuan markas-markas Khilafatul Muslimin memang harus dilakukan karena untuk memantau apakah ada anak buah Baraja yang juga mempromosikan radikalisme dan terorisme. Jangan sampai masyarakat jadi teracuni dengan sistem khilafah dan menolak Pancasila. Padahal sudah jelas bahwa Pancasila adalah pegangan bagi tiap warga negara Indonesia dan tidak bisa diganti oleh lainnya.
Ketika sistem khilafah dalam 1 negara maka hanya ada 1 keyakinan dan hukumnya menurut hukum agama, yang menjadi landasan. Akan sangat tidak cocok dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk dan pemerintahnya mengakui 6 keyakinan. Sistem dalam satu negara tidak bisa diganti begitu saja jadi khilafah dan Khilafatul Muslimin sudah jelas seenaknya sendiri karena tidak mengerti hukum negara yang mengikat tiap warganya.
Saat Khilafatul Muslimin ingin mengganti Pancasila dengan khilafah maka jelas melanggar hukum, oleh karena itu wajar jika ada penangkapan. Anggota Ormas ini juga bisa dicokok karena terbukti jadi penghianat negara, karena terlibat kasus radikalisme dan terorisme. Sejak tahun 1945, Pancasila adalah ideologi tunggal di Indonesia dan tidak bisa diganti oleh yang lain.
Sungguh aneh ketika Khilafatul Muslimin ingin mengganti Pancasila dengan khilafah padahal kondisi di Indonesia beda jauh dengan di negara kerajaan yang memang menganut sistem khilafah. Indonesia adalah republik sehingga memakai sistem demokrasi, dan tidak bisa diganti dengan sistem kerajaan yang menggunakan khilafah.
Khilafatul Muslimin maupun ormas radikal tidak bisa menggusur Pancasila begitu saja. Apalagi mereka tidak memiliki wewenang apa-apa atau jabatan di pemerintah. Mereka hanya bisa gerilya dan membujuk masyarakat agar masuk dalam jerat radikalisme.
Oleh karena itu masyarakat diharap jangan sampai terkena arus radikalisme, baik yang ditularkan oleh Khilafatul Muslimin atau ormas lain. Kelompok radikal adalah penghianat negara dan menyembunyikan tersangka radikal dan teroris pun dianggap melanggar hukum.
Kelompok Khilafatul Muslimin punya misi untuk menjadikan Indonesia sebagai negara kekhalifahan dan mengganti Pancasila. Masyarakat pun diimbau untuk selalu waspada agar penyebaran paham radikal tersebut dapat dicegah.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

UMKM adalah Jangkar Ekonomi Rakyat yang Terus Diperkuat Negara

September 11, 2026

Target PDB 2027 Diperkuat Lewat Konsolidasi Program Pemberdayaan UMKM

September 11, 2026

UMKM adalah Jangkar Ekonomi Rakyat yang Terus Diperkuat Negara

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

UMKM adalah Jangkar Ekonomi Rakyat yang Terus Diperkuat Negara Oleh: Citra Kurnia Khudori Usaha mikro,…

Target PDB 2027 Diperkuat Lewat Konsolidasi Program Pemberdayaan UMKM

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

Target PDB 2027 Diperkuat Lewat Konsolidasi Program Pemberdayaan UMKM JAKARTA – Pemerintah memperkuat peran UMKM…

UMKM Dinilai Berperan Strategis Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

UMKM Dinilai Berperan Strategis Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia JAKARTA – Usaha mikro, kecil, dan menengah…

Isu September Hitam Jangan Sampai Mengikis Solidaritas Sesama Anak Bangsa 

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

Isu September Hitam Jangan Sampai Mengikis Solidaritas Sesama Anak Bangsa Oleh: Gavin Asadit Munculnya isu September Hitam 2026 perlu disikapi secara bijak agar tidak berkembang menjadi narasi yang mengikis solidaritas dan persatuan sesama anak bangsa. Refleksi terhadap berbagai catatan sejarah hak asasi manusia (HAM) tetap penting, tetapi penyikapannya perlu dilakukan dengan mengedepankan informasi yang benar, dialog, serta semangat menjaga keutuhan bangsa. Momentum September Hitam dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan pemahaman mengenai sejarah, demokrasi, dan HAM. Refleksi tersebut sebaiknya tidak berhenti pada penyebaran informasi di media sosial, tetapi disertai upaya memahami konteks dan fakta secara utuh. Kepala Bakom Pemerintah Republik Indonesia Muhammad Qodari menekankan pentingnya komunikasi publik yang mampu menghadirkan informasi secara tepat kepada masyarakat. Dalam konteks ruang digital, kualitas informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan dan mencegah berkembangnya narasi yang dapat memecah belah. Pesan tersebut relevan di tengah derasnya arus informasi digital. Setiap isu dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial dan membentuk persepsi publik dalam waktu singkat. Karena itu, masyarakat perlu mampu membedakan informasi faktual, opini, maupun narasi yang sengaja dibuat untuk memancing emosi. Pemerintah terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda. Kemampuan memeriksa informasi sebelum membagikannya merupakan salah satu bentuk tanggung jawab warga negara di era digital. Informasi palsu, provokasi, ujaran kebencian, dan narasi yang mempertajam perbedaan dapat merusak hubungan sosial apabila tidak disikapi dengan bijak. Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono mengajak masyarakat memperkuat persatuan dengan membangun komunikasi dan silaturahim. Menurutnya, interaksi yang baik antarelemen masyarakat penting agar warga tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.