• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mengantisipasi Kenaikan Kasus Covid-19

Mengantisipasi Kenaikan Kasus Covid-19

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 13 June 2022

Mengantisipasi Kenaikan Kasus Covid-19

Oleh : Aulia Hawa

Kasus Covid-19 di Indonesia saat ini cenderung mengalami kenaikan meskipun dalam batas aman. Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap mengantisipasi dengan selalu taat Prokes serta menjaga pola hidup sehat.

Pandemi telah kita jalani selama lebih dari 2 tahun dan bersyukur saat ini jumlah pasien masih stabil, dan bulan lalu masih 300-an per hari. Namun sejak awal Juni 2022 ada kenaikan jadi 500-an pasien per harinnya.

Sebenarnya hal ini tidak mengagetkan karena pasca hari raya selalu ada kenaikan jumlah pasien Corona, karena ada pergerakan massal, tetapi masih dalam batas aman.

Rahmad Handoyo, Anggota Komisi IX DPR RI menyatakan bahwa pemakaian masker dan ketaatan protokol kesehatan harus diperketat. Penyebabnya karena kasus Covid-19 naik lagi. Kejadian ini tak hanya di Indonesia tetapi juga di
Amerika Serikat dan negara-negara lain. Dalam artian, krisis kesehatan terjadi secara global sehingga masyarakat harus makin waspada.

Memang beberapa waktu lalu pemerintah mulai melonggarkan peraturan dengan memperbolehkan masyarakat tidak mengenakan masker, dengan syarat berkegiatan di luar ruangan dan tidak banyak orang.

Namun dengan kondisi seperti ini maka lebih baik pakai masker, baik di dalam maupun luar ruangan. Hal ini guna menghindari penularan Covid-19 yang diduga akibat adanya varian baru.
Saat ini, masker harganya murah dan bisa didapatkan dengan mudah, bahkan di pinggir jalan juga dijual. Memakai masker tidak akan membuat sesak nafas karena masyarakat sebenarnya sudah terbiasa untuk mengenakannya selama 2 tahun ini. Jangan lupa bawa masker cadangan ketika bepergian karena efektivitas masker hanya maksimal 4 jam.
Pemakaian masker perlu digalakkan lagi karena anak-anak sudah sekolah seperti biasa, dan para guru harus mengingatkan agar semuanya pakai masker. Apalagi anak-anak yang berusia di bawah 6 tahun belum divaksin. Para guru sekolah diharap terus mengawasi murid-muridnya agar tertib pakai masker selama di sekolah.
Sementara itu, masyarakat juga dihimbau untuk mematuhi poin lain dalam protokol kesehatan, terutama jaga jarak. Alangkah menyedihkan ketika ada yang mengira bahwa pandemi sudah usai lalu mengadakan hajatan besar-besaran, yang sudah jelas membuat keramaian. Apalagi setelah lebaran biasanya banyak yang menikah dan langsung dipestakan, padahal seharusnya tamu maksimal 50% dari kapasitas gedung jika taat protokol.
Sebentar lagi juga Idul Adha dan sangat rawan karena proses penyembelihan dan pemotongan daging bisa rawan kerumunan. Oleh karena itu, untuk pencegahannya maka sebaiknya penyembelihan diadakan di rumah pemotongan hewan. Sementara pengantaran daging langsung dilakukan panitia sehingga masyarakat tak perlu antri.
Protokol kesehatan lain yang rawan dilanggar adalah mengurangi mobilitas. Memang kita tidak bisa hanya berdiam diri di rumah sampai pandemi selesai. Namun hendaknya keluar rumah hanya ketika benar-benar diperlukan, seperti untuk bekerja, kuliah, atau sekolah. Mengurangi mobilitas sebenarnya tidak sesulit itu karena bisa belanja secara online dan banyak kurir yang membantu untuk pengiriman barang.
Menaati protokol kesehatan adalah wajib dan tidak bisa diremehkan. Penyebabnya karena masyarakat awam tidak tahu siapa di antara banyak orang yang berstatus OTG (orang tanpa gejala). Sehingga mudah penularan Corona.
Dalam upaya menahan laju penularan Corona maka masyarakat diiimbau untuk selalu menaati poin-poin dalam protokol kesehatan. Jangan malas pakai masker dan jangan pula berkerumun, karena siapa tahu di antara banyak orang ada yang kena Corona gejala ringan. Pandemi masih belum usai dan semuanya harus disiplin dalam menerapkan prokes.
)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

 

UMKM adalah Jangkar Ekonomi Rakyat yang Terus Diperkuat Negara

September 11, 2026

Target PDB 2027 Diperkuat Lewat Konsolidasi Program Pemberdayaan UMKM

September 11, 2026

UMKM adalah Jangkar Ekonomi Rakyat yang Terus Diperkuat Negara

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

UMKM adalah Jangkar Ekonomi Rakyat yang Terus Diperkuat Negara Oleh: Citra Kurnia Khudori Usaha mikro,…

Target PDB 2027 Diperkuat Lewat Konsolidasi Program Pemberdayaan UMKM

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

Target PDB 2027 Diperkuat Lewat Konsolidasi Program Pemberdayaan UMKM JAKARTA – Pemerintah memperkuat peran UMKM…

UMKM Dinilai Berperan Strategis Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

UMKM Dinilai Berperan Strategis Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia JAKARTA – Usaha mikro, kecil, dan menengah…

Isu September Hitam Jangan Sampai Mengikis Solidaritas Sesama Anak Bangsa 

By Kata IndonesiaSeptember 11, 20260

Isu September Hitam Jangan Sampai Mengikis Solidaritas Sesama Anak Bangsa Oleh: Gavin Asadit Munculnya isu September Hitam 2026 perlu disikapi secara bijak agar tidak berkembang menjadi narasi yang mengikis solidaritas dan persatuan sesama anak bangsa. Refleksi terhadap berbagai catatan sejarah hak asasi manusia (HAM) tetap penting, tetapi penyikapannya perlu dilakukan dengan mengedepankan informasi yang benar, dialog, serta semangat menjaga keutuhan bangsa. Momentum September Hitam dapat menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan pemahaman mengenai sejarah, demokrasi, dan HAM. Refleksi tersebut sebaiknya tidak berhenti pada penyebaran informasi di media sosial, tetapi disertai upaya memahami konteks dan fakta secara utuh. Kepala Bakom Pemerintah Republik Indonesia Muhammad Qodari menekankan pentingnya komunikasi publik yang mampu menghadirkan informasi secara tepat kepada masyarakat. Dalam konteks ruang digital, kualitas informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan dan mencegah berkembangnya narasi yang dapat memecah belah. Pesan tersebut relevan di tengah derasnya arus informasi digital. Setiap isu dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial dan membentuk persepsi publik dalam waktu singkat. Karena itu, masyarakat perlu mampu membedakan informasi faktual, opini, maupun narasi yang sengaja dibuat untuk memancing emosi. Pemerintah terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda. Kemampuan memeriksa informasi sebelum membagikannya merupakan salah satu bentuk tanggung jawab warga negara di era digital. Informasi palsu, provokasi, ujaran kebencian, dan narasi yang mempertajam perbedaan dapat merusak hubungan sosial apabila tidak disikapi dengan bijak. Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono mengajak masyarakat memperkuat persatuan dengan membangun komunikasi dan silaturahim. Menurutnya, interaksi yang baik antarelemen masyarakat penting agar warga tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.