• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Energi»KTT G20 Momentum Kembangkan Mobil Listrik Tanah Air

KTT G20 Momentum Kembangkan Mobil Listrik Tanah Air

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 6 June 2022

KTT G20 Momentum Kembangkan Mobil Listrik Tanah Air

Oleh : Aulia Hawa

Forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 menjadi momentum penting untuk mengembangkan mobil listrik tanah air, karena kendaraan listrik jadi operasional dalam acara internasional tersebut.

Pengenalan mobil listrik dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menunjukkan komitmen Indonesia untuk mendukung transisi energi konvensional ke energi hijau.

Indonesia menjadi presidensi G20 yang berarti KTT G20 diselenggarakan di negeri ini tahun 2022. Lokasi dari forum internasional ini adalah Bali, yang sejak era orde baru sudah jadi tempat berlangsungnya pertemuan dengan delegasi asing.

Menjadi tuan rumah KTT G20 adalah sebuah kebanggan karena baru kali ini negara berkembang seperti Indonesia dipercaya jadi presidensi.

Ada banyak manfaat menjadi tuan rumah KTT G20. Selain bisa mempromosikan pariwisata, KTT G20 juga jadi momentum untuk mengembangkan mobil listrik di tanah air. Presiden Jokowi mendorong penyelenggaraan KTT G20 dengan menggunakan mobil listrik yang lebih ramah lingkungan. PLN telah meresmikan program SPKLU fast charging di 25 titik di Bali sehingga mendukung KTT G20. Mobil listrik yang akan digunakan adalah DFSK Gelora E.
Achmad Rofiqi, Marketing Head of PT Sokonindo Automobile menyatakan bahwa amanat Presiden Jokowi yang ingin menggunakan kendaraan berbahan bakar listrik sebagai operasional selama KTT G20 menjadi pembuktian industri otomotif Indonesia sudah maju dan siap jadi basis pengembangan mobil listrik.
Achmad Rofiqi melanjutkan, DFSK Gelora E yang ada di Indonesia ditawarkan dalam 2 model, minibus dan blind van. Keduanya bisa digunakan sebagai kendaraan operasional untuk membantu kelancaran mobilitas para peserta KTT G20 sebagai mobil shuttle. Juga akan mendukung kelancaran logistik. Mobil tipe minibus dan blind van bisa untuk mengangkut manusia maupun barang.
Mobil DFSK Gelora E menggunakan baterai Lithium-Ion dengan kapasitas 42 KWH dan daya isi listriknya cepat, hanya butuh 80 menit untuk mengisi 20-80% daya. Sekali diisi daya, mobil listrik ini bisa melaju sampai 3.000 KM. Mobil ini bisa diisi daya di rumah yang daya listriknya 220V, jadi untuk kalangan menengah mulai mempertimbangkan untuk memilikinya.
Penggunaan mobil listrik DFSK Gelora E menjadi momentum untuk mengembangkan industri mobil listrik di tanah air. Penyebabnya karena masyarakat melihat langsung seperti apa bentuk mobil listrik dan kecanggihannya. Ternyata mobil listrik modelnya tidak kalah keren dengan mobil yang menggunakan BBM.
Jika banyak yang tertarik akan mobil listrik maka masyarakat akan membelinya karena tertarik akan modelnya yang istimewa dan bahan bakarnya yang hemat. Apalagi untuk mengisi daya tidak perlu pergi ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seperti mobil konvensional. Namun bisa diisi sendiri listriknya di rumah.
Ketika banyak peminatnya maka industri mobil listrik akan berkembang di Indonesia. Apalagi di negeri ini ada tambang nikel yang hasilnya bisa diolah jadi baterai mobil listrik. Keteersediaan sumber daya alam bisa mendukung industri mobil listrik di Indonesia.
Pemerintah memang menggalakkan penggunaan mobil listrik karena lebih ramah lingkungan. Pertama, mobil listrik tidak menggunakan bahan bakar minyak. BBM memang mudah ditemukan di mana-mana tetapi kelemahannya, ia berasal dari pengolahan fosil. Padahal persediaan fosil di Indonesia terbatas dan diprediksi 10-20 tahun lagi habis. Oleh karena itu masyarakat diharap bersiap untuk ganti dari BBM ke sumber daya listrik.
Kedua, mobil listrik ramah lingkungan karena tidak memiliki emisi gas buang. Jika tidak ada emisi maka tidak akan mengeluarkan asap tebal dan hitam yang bisa menyesakkan pengendara motor di belakang mobil tersebut.
KTT G20 menjadi momen penting untuk mengembangkan industri mobil listrik di Indonesia. Dengan adanya promosi mobil listrik tersebut, minat masyarakat untuk menggunakan kendaraan tersebut akan lebih meningkat, sehingga memberikan dampak positif bagi keseimbangan lingkungan.
)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa institute

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.