• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Pemerintah Tetap Gencarkan Vaksinasi Meski Kasus Covid Melandai

Pemerintah Tetap Gencarkan Vaksinasi Meski Kasus Covid Melandai

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 6 June 2022

Pemerintah Tetap Gencarkan Vaksinasi Meski Kasus Covid Melandai

Oleh : Abdul Hamid

Pemerintah terus menggencarkan vaksinasi, meskipun kasus Corona (Covid-19) terus melandai. Upaya ini dilaksanakan guna meningkatkan kekebalan kolektif dan mencegah potensi lonjakan kasus Covid-19.

Awal-awal pandemi suasana saat itu terasa mencekam. Korban Corona berjatuhan satu-persatu, apalagi ketika vaksinnya belum ditemukan. Masyarakat menjadi khawatir dan takut keluar rumah dengan untuk melakukan aktifitasnya.

Kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh belahan dunia.
Namun dalam beberapa minggu ini kasus Corona terus melandai. Jika pada akhir tahun 2021 lalu jumlah pasien Covid-19 mencapai ribuan, maka pada akhir Mei 2022 ‘hanya’ 300-an per hari.

Meski kasus tersebut melandai, masyarakat masih harus divaksin sebagai syarat untuk membentuk kekebalan kelompok dan mengakhiri masa pandemi.
Vaksinasi wajib dilakukan karena terbukti bisa meredam lonjakan kasus Corona pasca mudik Lebaran 2022. Jika tahun 2020 dan 2021 selalu ada kenaikan kasus Covid setelah Lebaran dan musim liburan, maka pasca Lebaran 2022 terkendali. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Dokter Debbie Kalalo menyatakan bahwa kecenderungan kasus Corona setelah Idul Fitri 2022 menurun, karena masyarakat harus vaksin booster sebelum mudik.
Ditambahkannya, vaksinasi terbukti meningkatkan imunitas masyarakat sehingga pasca Lebaran kasus Covid melandai. Dalam artian, walau cakupan vaksinasi baru 60% di seluruh Indonesia, tetapi sudah mulai terbentuk kekebalan kelompok. Kekebalan ini yang membuat situasi pandemi agak mereda.
Namun bukan berarti hal ini membuat masyarakat lalai akan vaksin karena vaksinasi adalah sebuah kewajiban. Dengan vaksinasi dan taat Prokes maka masyarakat diharapkan bisa terhindar dari Corona. Ingat bahwa pandemi belum berakhir, oleh karena itu masyarakat masih harus divaksin. Lagipula vaksinnya sudah digratiskan pemerintah dan statusnya halal MUI sehingga tidak ada alasan untuk menolaknya.
Vaksin yang wajib didapat sampai 3 kali, untuk menyempurnakan perlindungan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa vaksin dosis ketiga atau booster masih harus diperoleh masyarakat untuk memproteksi dirinya sendiri. Penyebabnya karena jika seseorang sudah dibooster maka antibodinya tinggi.
Menteri Budi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap taat protokol kesehatan, terutama memakai masker dan agar menghindari keramaian. Sementara bagi mereka yang boleh tidak pakai masker adalah orang-orang yang sehat dan beraktivitas di luar ruangan yang kondisinya relatif sepi. Sementara untuk lansia dan orang yang rawan sakit, masih harus tetap memakai masker.
Untuk penggunaan masker tetap diwajibkan bagi mereka yang beraktivitas di dalam ruangan, seperti kantor yang relatif sempit dan sulit jaga jarak. Tidak ada yang tahu siapa di antara karyawan yang berstatus orang tanpa gejala, jadi masker tidak boleh dilepas, kecuali saat makan siang. Saat makan pun sebaiknya menunggu sepi agar tidak berdesakan dan bisa jaga jarak.
Selain itu, taati juga protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan atau memakai hand sanitizer, dan mengurangi mobilitas. Protokol kesehatan terbukti menjaga masyarakat dari ganasnya Corona. Selain itu, jika taat protokol maka juga terhindar dari virus dan bakteri lain, jika diimbangi dengan gaya hidup sehat dan bersih.
Masyarakat tetap harus vaksin sampai 3 kali (booster) meski kasus Covid-19 sudah menurun. Pandemi masih berlangsung hingga saat ini, sehingga vaksinasi untuk meningkatkan antibodi dari Covid-19 adalah sebuah kewajiban untuk menekan meningkatnya kembali kasus Covid-19.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

June 26, 2026

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

June 26, 2026

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Gangguan Listrik, Pasokan Mulai Stabil Bertahap Jakarta – Pemerintah bergerak cepat…

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Pemerintah Tegaskan Tidak Ada _Blackout_ Total, Masyarakat Diminta Ikuti Informasi Resmi Jakarta – Pemerintah mengimbau…

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme Oleh: Ethan Shabir Uttara…

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner 

By Kata IndonesiaJune 26, 20260

Objektivitas dalam Demokrasi: Menatap Kerja Nyata Negara Tanpa Distorsi Gerakan Reaksioner  Oleh: Samuel Harbi  Demokrasi Indonesia menempatkan kritik publik sebagai bagian penting dari mekanisme kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang selama ini aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun, di tengah kompleksitas tantangan pembangunan dan derasnya arus informasi, kritik tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan perlu didasarkan pada fakta, objektivitas, dan orientasi perbaikan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menilai demonstrasi mahasiswa merupakan fenomena yang wajar dalam setiap era pemerintahan. Meski demikian, penilaian terhadap kinerja negara perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan capaian yang telah dihasilkan. Di tengah berbagai agenda strategis yang sedang dijalankan, pemerintah menunjukkan komitmen melalui penguatan penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta perbaikan tata kelola pemerintahan. Karena itu, ruang demokrasi perlu diisi dengan kritik yang konstruktif agar evaluasi terhadap negara tetap berpijak pada fakta, bukan semata persepsi atau sentimen sesaat. Komitmen pemberantasan korupsi ini berjalan beriringan dengan penataan regulasi komoditas guna membendung intervensi internasional yang merugikan kepentingan domestik. Kebijakan ketat untuk melarang praktik penentuan harga ekspor yang terlalu rendah diterapkan agar seluruh margin keuntungan tercatat secara transparan demi kemaslahatan masyarakat. Langkah sistemis ini sejalan dengan aspirasi kalangan akademis. Koordinator Aliansi BEM se-Bogor Raya, Indra Mahfuzhi, menegaskan perlunya dorongan bersama terhadap pengesahan regulasi yang mampu memiskinkan koruptor serta merampas aset mereka untuk dikembalikan kepada rakyat. Hal ini menunjukkan adanya kesamaan visi antara orientasi penegakan hukum pemerintah dan ekspektasi moral mahasiswa dalam membersihkan tata kelola negara. Selain penegakan hukum, fokus utama pemerintah terletak pada agenda pengentasan kemiskinan melalui program inklusif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera sekaligus menggerakkan roda ekonomi perdesaan melalui ekosistem pasokan pangan lokal yang melibatkan para peternak dan petani setempat. Meskipun menghadapi tantangan logistik, manajemen program terus dievaluasi secara radikal, termasuk penerapan moratorium penambahan fasilitas dapur baru demi menjaga kualitas dan efisiensi anggaran negara. Sifat program yang fleksibel dan terbuka terhadap kritik terlihat dari kebebasan institusi pendidikan untuk menentukan partisipasi mereka, mencerminkan kepemimpinan yang akomodatif dan senantiasa menerima perbaikan bersama. Di sektor pendidikan, keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda terwujud melalui penyediaan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang mencapai belasan triliun rupiah untuk menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Selain itu, rehabilitasi infrastruktur sekolah dilakukan secara bertahap dalam skala puluhan ribu unit per tahun dengan skema penyaluran dana langsung ke pihak sekolah demi mempercepat pembangunan. Langkah mendirikan sekolah rakyat khusus bagi anak-anak dari lapisan sosial terendah mempertegas keyakinan bahwa pendidikan adalah instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Seluruh intervensi kebijakan ini membuktikan bahwa negara sedang bekerja keras mengurai benang kusut kemiskinan terstruktur yang diwariskan dari masa lalu. Melihat keseriusan agenda kerja pemerintah yang terbilang masih di awal periode, gerakan mahasiswa seyogianya memberikan kesempatan yang proporsional bagi eksekutif untuk merealisasikan target capaian. Ketua Umum GM FKPPI, Sandi Mandela Simanjuntak, mengingatkan agar elemen mahasiswa tidak memposisikan diri sebagai hakim yang sekadar menjatuhkan vonis, melainkan bertindak secara elegan melalui argumen terbuka dan kajian mendalam. Suara yang paling keras di jalanan belum tentu membawa kebenaran mutlak apabila tidak disertai dengan tawaran solusi yang konkret. Ketika unjuk rasa bergeser menjadi tindakan reaksioner yang sekadar ikut-ikutan tanpa basis data yang valid, substansi permasalahan justru menjadi kabur dan rentan dimanfaatkan oleh agenda terselubung yang merugikan persatuan bangsa.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.