• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Kebijakan Reforma Agraria Mempercepat Redistribusi Lahan

Kebijakan Reforma Agraria Mempercepat Redistribusi Lahan

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 4 June 2022

Kebijakan Reforma Agraria Mempercepat Redistribusi Lahan

Oleh : Deka Prawira

Pemerintah menggencarkan reforma agraria untuk mempercepat redistribusi lahan. Dengan kebijakan tersebut, masyarakat akan memiliki sertifikat dan konflik akibat sengketa lahan diharapkan dapat ditekan.

Ketika awal jadi Presiden Indonesia maka Presiden Jokowi menggaungkan Nawacita atau 9 prioritas pembangunan. Salah satu hal yang paling disorot dalam Nawacita adalah membangun Indonesia dari pinggir dan meningkatkan kualitas hidup, dan salah satu caranya adalah dengan reforma agraria.

Dalam reforma agraria karena pemerintah berbaik hati untuk redistribusi lahan ke rakyat yang membutuhkan. Presiden Jokowi berupaya maksimal mempercepat redistribusi lahan.

Target yang awalnya hanya 1 hektar ditingkatkan jadi 5 hektar. Semuanya diperuntukkan bagi masyarakat, terutama para petani dan penggarap lahan.

Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Wilayah Kalimantan Barat, Amir, menyatakan bahwa percepatan redistribusi lahan sesuai instruksi presiden terus dijalankan. Berbagai cara terus dioptimalkan dan butuh kerja sama dari berbagai elemen masyarakat.
Redistribusi lahan adalah janji pemerintah untuk mensejahterakan rakyat. Penyebabnya karena rakyat bisa memiliki tanahnya sendiri dan valid karena diberi langsung oleh negara. Untuk pengurusan legalitas tanah juga dipermudah oleh Badan Pertanahan Nasional.
Tanah yang diberikan oleh negara bisa dimanfaatkan untuk pertanian sehingga bermanfaat bagi perekonomian masyarakat. Para petani senang karena mendapatkan lahan baru. Dengan lahan tersebut maka bisa ditanami macam-macam, tergantung dari lokasi lahannya. Petani bisa menanam padi atau tanaman lain yang sesuai dengan iklim daerahnya dan lebih makmur lagi.
Sementara itu, penggarap tanah lebih senang lagi karena selama ini mereka hanya bertani di lahan milik orang lain. Namun ketika ada program redistribusi lahan maka mereka akan mendapatkan tanah yang berstatus milik sendiri. Sehingga hasilnya akan dinikmati sendiri dan dijual lagi, sehingga bermanfaat bagi keuangan keluarganya. Hasilnya akan jauh lebih besar daripada saat hanya menggarap lahan milik orang lain.
Dalam program reforma agraria, tujuannya memang meningkatkan kualitas hidup, memberantas kemiskinan, dan membentuk kemandirian pangan. Ketika makin banyak lahan yang diberikan untuk petani maka akan diolah jadi kebun atau sawah yang produktif. Dengan begitu, maka Indonesia akan swasembada. Tidak hanya beras tetapi juga bahan pangan dan tanaman lainnya, dan tidak tergantung pada impor.
Saat ini masyarakat tidak udah khawatir ketika sawah-sawah menyusut karena pemerintah berusaha agar tanah hasil redistribusi lahan akan diperuntukkan petani beras dan petani lainnya. Jika sawah masih banyak maka masyarakat bisa mandiri secara pangan. Beras masih jadi makanan pokok rakyat Indonesia sehingga jumlah sawah dan lahan harus ditambah.
Redistribusi tanah memang digunakan untuk kemaslahatan masyarakat karena mereka akan mendapatkan jatah tanah dari negara. Tanahnya didapat dari tanah absentee, tanah swapraja, dan tanah bekas swapraja yang dikuasai oleh negara. Masyarakat tak usah khawatir karena proses redistribusi lahan ini sah di mata hukum.
Sementara itu, dalam program reforma agraria, pengurusan surat tanah juga dipermudah. Masyarakat tidak usah takut karena pengurusannya akan lebih cepat dan sistematis, tidak akan dipingpong dan jadi membingungkan. Dengan begitu, tanah mereka akan mendapatkan status yang jelas, dan pengukurannya juga dibantu oleh BPN.
Kebijakan reforma agraria bisa mempercepat redistribusi lahan. Dengan adanya kebijakan tersebut, hak rakyak khususnya petani atas tanah mereka akan terpenuhi tanpa adanya kekhawatiran munculnya sengketa lahan di kemudian hari.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Program Magang Nasional, Investasi Besar untuk Talenta Muda

August 16, 2026

Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Kuota Baru Program Magang Nasional Batch 2

August 16, 2026

Program Magang Nasional, Investasi Besar untuk Talenta Muda

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Program Magang Nasional, Investasi Besar untuk Talenta Muda Oleh: Zhafran Goldwin Pemerintah kembali membuka Program…

Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Kuota Baru Program Magang Nasional Batch 2

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Pemerintah Siapkan Puluhan Ribu Kuota Baru Program Magang Nasional Batch 2 Jakarta – Pemerintah terus…

Program Magang Nasional Batch 2 Dibuka September, Kuota Puluhan Ribuan Peserta

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Program Magang Nasional Batch 2 Dibuka September, Kuota Puluhan Ribuan Peserta JAKARTA — Program Magang…

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala

By Kata IndonesiaAugust 16, 20260

Antusiasme Rakyat Merayakan HUT RI Membuktikan Cinta Indonesia Tetap Menyala  Oleh : Rivka Mayangsari Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum yang kembali memperlihatkan kuatnya semangat kebangsaan masyarakat. Antusiasme publik untuk mengikuti berbagai rangkaian perayaan kemerdekaan, khususnya Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Merdeka, menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap Indonesia tetap hidup dan terus tumbuh di tengah masyarakat. Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang ingin menyaksikan langsung upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Tercatat lebih dari 336 ribu masyarakat telah mendaftarkan diri melalui laman Pandang Istana. Angka tersebut menjadi gambaran kuat mengenai besarnya perhatian masyarakat terhadap momentum bersejarah yang setiap tahun menjadi simbol kebersamaan seluruh rakyat Indonesia. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas tingginya minat untuk hadir langsung dalam momen peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Tingginya partisipasi publik dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana peringatan kemerdekaan yang semarak sekaligus memperkuat hubungan antara masyarakat dengan momentum kenegaraan. Antusiasme tersebut tidak sekadar menunjukkan keinginan masyarakat untuk hadir dalam sebuah kegiatan seremonial. Lebih dari itu, tingginya jumlah pendaftar mencerminkan adanya keterikatan emosional masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa. Upacara kemerdekaan menjadi ruang bersama untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kehadiran masyarakat dalam perayaan kemerdekaan juga memperlihatkan bahwa nilai-nilai nasionalisme masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan yang semakin kompleks, momentum HUT RI tetap mampu menyatukan masyarakat dalam semangat yang sama, yaitu rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.