• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Hukum & Kriminal»Mengecam Aksi KST Papua Meneror Tempat Ibadah

Mengecam Aksi KST Papua Meneror Tempat Ibadah

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 12 May 2022

Mengecam Aksi KST Papua Meneror Tempat Ibadah

Oleh : Moses Waker

Kelompok separatis dan teroris (KST) makin brutal serta meneror rumah ibadah. Penegakan hukum terhadap anggota KST wajib dilakukan agar keamanan di Papua dapat terjaga.

Kondisi Papua belum sepenuhnya damai karena ada ancaman dari KST. Mereka tak hanya menyerang secara verbal tetapi juga dengan perbuatan. Serangannya juga beragam dan makin lama makin parah, karena yang jadi korban bukan hanya warga sipil tetapi juga aparat.

KST juga tega merusak rumah warga dan membakar sekolah, dan perbuatan yang sangat tercela ini tentu dibenci oleh masyarakat Papua.
Tak hanya meneror di pemukiman warga, KST juga meneror rumah ibadah.

Mereka menyerang sebuah gereja di Kampung Apmisibil, Distrik Akbibab, Kabupaten Pegunungan bintang. Dua orang aparat terluka karena serangan ini, yakni Bripda Vanny Putra Perdana dan Pratu Willy John Bazanes.

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito menyatakan bahwa kontak tembak sempat terjadi pukul 10:45 WIT, tanggal 1 Mei 2022. KST melakukan penyerangan terhadap 2 personel (aparat) yang sedang melakukan pengamanan di rumah ibadah.

Arah tembakan dari samping SMP Okibab mengarah ke gereja.
Serangan KST tentu langsung dicerca masyarakat karena mereka tega menyerang rumah ibadah. Meski tidak ada korban jiwa tetapi serangan KST membuat masyarakat ketakutan sehingga bisa saja kegiatan ibadah yang selanjutnya jadi terganggu. Mereka jadi batal untuk datang ke gereja karena takut akan serangan selanjutnya.

Padahal sebagai umat yang taat, jamaah tentu ingin rutin ke gereja untuk beribadah. Namun KST malah berulah dan mengganggu mereka yang ingin menenangkan diri dan mendekatkan diri pada Tuhannya. KST sungguh keterlaluan karena tega menyerang rumah ibadah dan melanggar hak asasi masyarakat yang ingin beribadah dengan khusyuk di sana.
Ketika menyerang rumah ibadah maka terlihat bahwa KST tidak memiliki rasa welas asih sama sekali karena sangat tega menembak ke arah gereja, dan umat yang berada di dalam adalah orang asli Papua yang merupakan saudara sesukunya sendiri. Mereka yang berada di dalam tentu tak tahu bahwa di luar ada serangan. Lagipula jamaah sedang khusyuk beribadah sehingga tak mendengar ada tembakan.
Apakah KST sudah kesetanan sehingga nekat menyerang rumah ibadah? Sungguh keterlaluan dan tidak berperikemanusiaan! Mereka seakan-akan tidak takut dosa dengan menembaki rumah ibadah dan secara terang-terangan menentang Tuhan. Perbuatan mereka kali ini sangat membuat masyarakat dilanda amarah karena menyerang rumah ibadah yang merupakan rumah Tuhan.
Oleh karena itu penangkapan anggota KST makin digencarkan lagi oleh Satgas Damai Cartenz. Mereka makin intensif dalam melakukan penyisiran, terutama dalam menemukan markas-markas KST. Maklum, markas mereka ada banyak dan sengaja dibuat di tempat tersembunyi seperti di dalam hutan atau perbukitan, sehingga aparat agak kesulitan untuk menemukannya.
Masyarakat yang mengetahui di mana anggota KST juga diminta jadi informan dan langsung melapor ke aparat agar diadakan pencidukan secara cepat. Sebuah informasi, walau hanya via telepon, amat berharga. Penyebabnya karena anggota-anggota KST bisa cepat dibekuk agar mereka tak lagi melakukan penyerangan, baik ke rumah ibadah maupun ke tempat lainnya.
KST yang meneror rumah ibadah sangat dikecam masyarakat karena mereka tega menyerang gereja dan menembak aparat yang sedang menjaga keamanan warga. Masyarakat amat setuju akan penangkapan KST karena memang selama ini mereka sudah meresahkan. Jangan sampai gara-gara KST, umat jadi takut untuk beribadah ke gereja.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bali

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

September 22, 2026

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

September 22, 2026

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokas  Oleh: Arief Nugroho Masyarakat perlu melihat berbagai persoalan hak asasi manusia secara jernih dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi memperbesar ketegangan di tengah masyarakat. Penyelesaian persoalan HAM membutuhkan ketenangan, keterbukaan, dan kerja bersama yang berkelanjutan. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat penyelesaian persoalan HAM melalui evaluasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pemulihan korban, dialog, serta upaya mencari solusi yang menyentuh akar persoalan. Karena itu, berbagai perkembangan tersebut penting dipahami secara utuh agar masyarakat dapat menilai proses penyelesaian HAM berdasarkan fakta dan perkembangan nyata di lapangan. Salah satu langkah yang menunjukkan keseriusan tersebut terlihat dari evaluasi Kedeputian Bidang Koordinasi Hak Asasi Manusia Kemenko Kumham Imipas. Evaluasi yang dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target, sekaligus memetakan kegiatan yang membutuhkan percepatan dan kendala yang harus segera diselesaikan. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyerapan anggaran, tetapi juga kesesuaian pelaksanaan program dengan target kinerja sehingga kebijakan HAM dapat memberikan hasil yang terukur. Langkah evaluatif semacam ini penting karena penyelesaian persoalan HAM tidak cukup hanya dengan membangun komitmen. Komitmen harus diterjemahkan menjadi program, anggaran, koordinasi, pengawasan, dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika masih ditemukan kendala, pemerintah memiliki ruang untuk melakukan perbaikan dan percepatan. Dengan demikian, agenda HAM dapat terus bergerak dari perencanaan menuju pelaksanaan yang lebih efektif. Upaya tersebut juga berjalan melalui penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di Papua, Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat, dan jurnalis. Ruang dialog semacam ini menjadi penting untuk mempertemukan perspektif, memperkuat mekanisme pengaduan, meningkatkan pertukaran informasi, serta memastikan berbagai persoalan HAM memperoleh perhatian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Penguatan jaringan kerja juga menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan HAM tidak semata-mata menjadi urusan satu institusi. Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua Frits B. Ramandey menekankan pentingnya membangun relasi dengan berbagai pihak dengan tetap menjaga prinsip independensi dan imparsialitas. Pendekatan tersebut diperlukan agar informasi mengenai situasi HAM dapat diperoleh, diperiksa, dan menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas secara objektif.…

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Oleh Arga Septian Menjelang dua tahun…

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Kementan Antisipasi Kekeringan, Guna Menjaga Produktivitas Perkebunan dan Kebijakan Swasembada Pangan Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan)…

Gus Adnan Bongkar Kunci Santri Masa Depan di PPSN VI: Jadilah Ulama yang Intelek, Bukan Intelek yang Tahu Agama Saja!

By Kata IndonesiaSeptember 22, 20260

Santri tingkat Ulya Satuan Pendidikan Salafiyah Kajian Kitab Kuning Pondok Pesantren Tahfidz Alishlah DKI Jakarta…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.