• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Mendukung Pemerintah Menjaga Stabilitas Stok dan Harga Minyak Goreng

Mendukung Pemerintah Menjaga Stabilitas Stok dan Harga Minyak Goreng

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 24 March 2022

Mendukung Pemerintah Menjaga Stabilitas Stok dan Harga Minyak Goreng

Oleh : Rahmat Siregar

Harga minyak goreng premium kembali ke asal karena subsidinya dicabut oleh pemerintah. Masyarakat pun mendukung upaya Pemerintah dalam menjaga Stok dan harga minyak goreng yang diharapkan segera menemukan titik keseimbangan baru.

Beberapa minggu lalu masyarakat mengeluh karena minyak goreng premium langka di pasaran. Kalaupun ada, harganya naik dan tidak sesuai HET (harga eceran tertinggi) yang dipatok oleh pemerintah.

Akhirnya pemerintah dengan berat hati mencabut subsidi minyak goreng premium sehingga harganya kembali ke asal, dan kemudian baru ada persediaan yang keluar di pasaran.

Harga minyak goreng kini sesuai dengan nilai keekonomian dan berdampak pada melimpahnya produk tersebut. Pada akhirnya masyarakat bisa dengan mudah membelinya di pasar tradisional atau minimarket.

Mereka rela membelinya karena memang minyak goreng adalah salah satu sembako (sembilan bahan pokok) yang dibutuhkan oleh tiap keluarga.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan menyatakan, kebijakan baru pemerintah butuh waktu untuk mengurai kekisruhan distribusi minyak goreng. Selain faktor waktu, juga butuh konsistensi dan pengawasan di pasaran.

Pada tahap awal memang ada sedikit kenaikan harga ketika distribusi dipulihkan tetapi setelah itu akan ada equilibrum (titik keseimbangan) sehingga harga minyak kembali wajar.

Keseimbangan ini sesuai dengan hukum ekonomi supply and demand di mana ketika permintaan tinggi tetapi barangnya langka, harga barang itu akan naik. Akan tetapi, setelah barangnya tersedia banyak dan permintaan pasar normal, harganya akan turun.
Dalam artian, saat ini kita masih dalam proses penormalan distribusi minyak goreng sebagai usaha menjaga stabilitas stok di pasaran. Ketika minyak sudah membanjiri minimarket dan supermarket (dengan merek yang beragam) maka perlahan-lahan harganya bisa turun.
Kita tinggal menunggu sampai stok minyak goreng kembali membanjiri pasar dan permintaan kembali normal, sehingga perlahan-lahan harganya bisa turun. Masyarakat diminta untuk sabar menunggu sampai masa itu terjadi.
Kenaikan harga minyak goreng jadi pembicaraan masyarakat karena mereka kaget. Oke Nurwan, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga, “Pertama, tingginya harga minyak dunia. Kedua, kurang lancarnya distribusi minyak via laut karena pandemi. Sedangkan yang ketiga, hasil panen sawit (sebagai bahan baku minyak goreng) yang lebih sedikit karena sudah masuk musim hujan.”
Dalam artian, kenaikan harga minyak goreng bukan karena pemerintah zalim, tetapi karena memang harga minyak dunia sedang naik. Mau tak mau subsidi minyak goreng dicabut dan harga minyak sesuai dengan nilai keekonomian.
Jika masyarakat kesulitan untuk membeli minyak goreng premium maka bisa beralih ke minyak curah yang masih mendapatkan subsidi dari pemerintah sehingga harganya masih 14.000 rupiah per liternya. Minyak jenis ini sudah tersedia di pasar tradisional.
Dengan HET minyak curah yang tergolong murah maka akan menyeimbangkan pasokan dan memperbanyak pilihan masyarakat. Kita bisa beralih sementara ke minyak curah karena harganya jauh lebih terjangkau sementara kualitasnya juga cukup baik. Jangan gengsi untuk mmeakai minyak goreng curah karena hasil masakannya sama baiknya.
Masyarakat mendukung upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas stok dan harga minyak goreng. Tidak apa-apa subsidinya dicabut asal distribusinya kembali normal sehingga minyak tidak lagi langka di pasaran. Sudah ada minyak goreng curah yang harganya murah agar menjangkau semua kalangan.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

October 26, 2026

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

October 26, 2026

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Pemerintah Dorong Revitalisasi dan Digitalisasi Sekolah Wilayah 3T dan Daerah Terdampak Bencana Jakarta – Pemerintah…

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

APBN 2027: Menjaga Daya Beli Sambil Mempercepat Investasi Oleh: Dhita Karuniawati Pemerintah menempatkan Anggaran Pendapatan…

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.