• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»KST Sumber Konflik dan Hambat Pembangunan Papua

KST Sumber Konflik dan Hambat Pembangunan Papua

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 13 March 2022

KST Sumber Konflik dan Hambat Pembangunan Papua

Oleh : Rebecca Marian

Kelompok separatis dan teroris (KST) telah menjadi sumber konflik yang menyengsarakan rakyat dan menghambat pembangunan Papua. KST wajib diberantas karena juga menghambat pembangunan di Bumi Cendrawasih.

Papua adalah wilayah paling timur Indonesia yang terkenal akan beberapa hal: sebagai venue PON XX tahun lalu, sebagai tempat wisata yang eksotis (Raja Ampat dan Puncak Jaya Wijaya), dan lain sebagainya. Akan tetapi Papua juga dikenal sebagai tempatnya KST sebagai kelompok pemberontak.

Sayang sekali jika ada citra negatif seperti ini, karena bisa menutupi beribu kebaikan lain di Bumi Cendrawasih.

Pemberantasan KST terus dilakukan untuk mengamankan masyarakat. Keselamatan warga diutamakan karena mereka terbukti berkali-kali melakukan penyerangan. Saat ada masyarakat sipil yang meninggal akibat ulah KST, maka mereka beralasan bahwa itu karena korban adalah mata-mata, padahal tidak sama sekali.

KST jelas menyengsarakan rakyat karena warga jadi tidak bisa bebas beraktivitas, terutama jika mereka sedang ‘turun gunung’ alias keluar dari markasnya. Masyarakat takut akan diserang karena dari beberapa kejadian lalu, selalu ada korban jiwa. Mulai dari anak sekolah, guru, sampai petugas kesehatan, semua jadi korban serangan KST yang sangat brutal.
Atas dasar tersebut, aparat keamanan selalu menjaga warga agar tidak terkena serangan KST. Memang saat ini ada strategi baru yakni dengan pendekatan kesejahteraan. Operasi Nemangkawi pun diganti menjadi operasi Damai Cartenz. Akan tetapi damai bukan berarti membiarkan KST. Justru KST harus ditangkap agar ada kedamaian di tengah masyarakat.
KST ditangkap karena ia menjadi sumber konflik. Liciknya, kelompok separatis ini merayu warga sipil yang masih polos untuk bergabung. Atau mereka mencari dana dan akhirnya mengemplang dana desa untuk dijadikan modal membeli senjata api ilegal. Konflik jelas terjadi karena ada pertentangan antara yang pro KST dan kontra. Mereka yang terayu oleh KST wajib disadarkan bahwa kelompok ini terlarang dan tidak boleh didukung.
Penangkapan KST jadi agenda wajib bagi aparat keamanan di Papua, karena mereka uga menghambat pembangunan di Papua. Saat ada pembuatan jalan trans Papua maka KST melakukan penyerangan terhadap pekerja proyek. Sehingga para pekerja harus dikawal oleh aparat, agar aman dari tembakan KST.
Selain itu, KST juga menghambat pembangunan di bidang pendidikan, karena mereka menembak para guru dan membakar gedung sekolah. Padahal jika tidak ada pendidikan, anak-anak Papua bisa suram masa depannya. Mereka jelas salah karena pendidikan sangat penting, agar orang asli Papua terus maju dan menjadi calon pemimpin selanjutnya.
Sungguh tidak habis pikir, mengapa KST menghambat pembangunan? Padahal jika ada pembangunan infrastruktur, yang menikmati fasilitasnya adalah rakyat. Sungguh aneh ketika mereka menuduh Indonesia menjajah Papua, karena jika menjajah tentu tidak akan ada jembatan dan jalan raya yang representatif.
Ketika ada anggota KST yang ditangkap maka itu adalah hal yang wajar karena mereka memang bersalah. Masyarakat tidak usah menghiraukan tuduhan pihak luar yang bilang bahwa ini adalah pelanggaran HAM, karena justru KST yang melanggar hak asasi warga sipil dengan menembak sembarangan. Jika KST membunuh masyarakat maka sudah masuk ke kasus pembunuhan berencana.
KST terus menyengsarakan rakyat dengan menyerang membabi-buta sampai ada korban jiwa. Bukan hanya masyarakat sipil, mereka juga nekat menembak aparat keamanan. Pemberantasan KST didukung penuh oleh rakyat Papua, karena mereka terbukti menghambat pembangunan di Bumi Cendrawasih dan tidak mau ada kemajuan di sana.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Pemerintah Tangani Potensi Dampak Bencana Alam Secara Terpadu

September 13, 2026

Pemerintah Pastikan Penanganan Terpadu Bencana Alam Berjalan 24 Jam

September 13, 2026

Pemerintah Tangani Potensi Dampak Bencana Alam Secara Terpadu

By Kata IndonesiaSeptember 13, 20260

Pemerintah Tangani Potensi Dampak Bencana Alam Secara Terpadu Jakarta – Pemerintah memperkuat penanganan bencana alam…

Pemerintah Pastikan Penanganan Terpadu Bencana Alam Berjalan 24 Jam

By Kata IndonesiaSeptember 13, 20260

Pemerintah Pastikan Penanganan Terpadu Bencana Alam Berjalan 24 Jam JAKARTA — Pemerintah mempercepat penanganan bencana…

Presiden Prabowo Tegaskan bahwa Karhutla Bukan Pelanggaran Ringan

By Kata IndonesiaSeptember 13, 20260

Presiden Prabowo Tegaskan bahwa Karhutla Bukan Pelanggaran Ringan Oleh : Catur Ronggo Kebakaran hutan dan…

Karhutla Diusut, Prabowo Minta Penelusuran Pemilik Korporasi Bermasalah

By Kata IndonesiaSeptember 13, 20260

Karhutla Diusut, Prabowo Minta Penelusuran Pemilik Korporasi Bermasalah Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.