• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mendukung Pembangunan Infrastruktur Nasional dan Pemindahan Ibu Kota Negara

Mendukung Pembangunan Infrastruktur Nasional dan Pemindahan Ibu Kota Negara

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 17 December 2021

Mendukung Pembangunan Infrastruktur Nasional dan Pemindahan Ibu Kota Negara

Oleh : Edi Baskara

Masyarakat mendukung pembangunan infrastruktur nasional dan Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan. Berbagai langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Pemindahan ibu kota negara (IKN) terus diupayakan meskipun terhambat oleh pandemi corona. Salah satu persiapannya adalah dengan membangun infrastruktur dan fasilitas pendukung.

Infrastruktur yang paling penting di Ibu Kota Negara Baru, di Penajam Paser Utara , Provinsi Kalimantan Timur, adalah Istana Kepresidenan dan kantor pemerintahan. Kedua bangunan ini ditargetkan selesai pada tahun 2021.

Saat ini desain istana kepresidenan sudah beredar luas, dan masyarakat terpukau akan keindahannya, karena ada burung garuda di bagian atas istana yang menambah kegagahannya.

Desain istana kepresidenan dibuat oleh seniman gaek Nyoman Nuarta. Masyarakat berharap bangunan yang sudah jadi akan seapik desainnya. Penyebabnya karena istana kepresidenan tak hanya indah tetapi juga berfungsi untuk tempat tinggal sekaligus kantor presiden.

Selain istana kepresidenan, kompleks perkantoran juga dibangun agar memperlancar kinerja para ASN kementrian dan dinas lain, yang pindah dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Mereka tentu butuh kantor yang representatif sehingga memperlancar pekerjaannya. Tentu juga dilengkapi fasilitas lain agar senyaman yang di Jakarta.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas maka juga dibangun infrastruktur berupa jalan raya. Direktur Jendral Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hedy Rahadian menyatakan bahwa sudah ada persiapan konektifitas dan sistem jaringan jalan di ibu kota negara baru, Kalimantan Timur.
Di antaranya adalah tol Balikpapan-Samarinda, yang terus dibangun agar 100% sempurna. Nanti di KM 14 ada sodetan jalan menuju ibu kota negara baru, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Untuk pembuatan infrastruktur lain, masih menunggu peresmian UU IKN (ibu kota negara), sehingga belum bisa dimulai.
Infrastruktur berupa jalan raya tentu sangat penting, karena kondisi alam di Borneo beda dengan di Jawa. Jika di Jawa sudah banyak jalan, berkebalikan dengan di Borneo yang ada bagian berupa tanah lapang dan hutan perawan. Tentu harus disesuaikan dan diberi akses jalan agar melancarkan kinerja presiden, staff, dan para ASN.
Masyarakat tidak perlu takut bahwa pembangunan ibu kota negara baru akan merusak alam Kalimantan. Penyebabnya karena ada dukungan bagi lingkungan hidup yang tercantum dalam Dokumen Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Isi dari dokumen tersebut seperti ini: pertama, mempertahankan kawasan hutan tertentu di dalam dan sekitar ibu kota negara baru yang berfungsi sebagai sistem penyangga kehidupan. Dalam artian, pembangunan ibu kota tidak akan membabati hutan, karena Borneo adalah paru-paru dunia dan pemerintah tentu tidak akan tega untuk menggundulinya.
Kedua, ada rekayasa untuk mempertahankan daya dukung lingkungan hidup, seperti treatment pada bekas lubang tambang sebagai reservoir dan sumber air bersih bagi ibu kota negara. Saat curah hujan ekstrim maka ada rekayasa untuk memanen air dan mengarahkannya, sehingga ibu kota tidak akan rusak atau kena banjir.
Selanjutnya, ada restorasi kawasan di dalam dan sekitar ibu kota negara dengan vegetasi alami. Juga pembangunan infrastruktur yang harus ramah lingkungan.
Pembangunan infrastruktur dan berbagai fasilitas di ibu kota negara baru, Kalimantan Timur, masih dalam tahap persiapan. Akan tetapi masyarakat tidak usah takut bahwa pembangunan akan merusak alam, karena sudah ada dokumen lingkungan hidup yang menjamin bahwa pembuatan istana kepresidenan dan bangunan lain tidak akan mengganggu vegetasi di Kalimantan.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

August 15, 2026

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

August 15, 2026

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Danantara Buktikan Peran Besar dalam Mengelola Aset Negara Oleh : Antonius Utomo Kehadiran Badan Pengelola…

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Danantara Tunjukkan Kinerja Positif sebagai Mesin Investasi Strategis Negara JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya…

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Keamanan Nasional Terjaga Menjelang Perayaan HUT RI Oleh : Rivka Mayangsari Menjelang peringatan Hari Ulang…

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan

By Kata IndonesiaAugust 15, 20260

Rayakan Dengan Gembira, Bersama Menjaga Kondusivitas Hari Kemerdekaan Oleh : Garvin Reviano Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meneguhkan kembali rasa cinta tanah air, persatuan, dan optimisme terhadap masa depan bangsa. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, perlombaan, maupun berbagai kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan. Karena itu, suasana perayaan perlu dijaga agar berlangsung aman, tertib, damai, dan penuh kegembiraan sehingga semangat kemerdekaan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Momentum kemerdekaan merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Kegembiraan yang hadir di tengah masyarakat menjadi cerminan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi bangsa. Berbagai kegiatan seperti kerja bakti, pemasangan bendera, perlombaan antarkampung, kegiatan kebudayaan, hingga aktivitas komunitas di ruang publik dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Di tengah dinamika nasional yang berkembang, kegiatan tersebut juga penting untuk menjaga ruang sosial tetap positif dan tidak mudah dipengaruhi oleh narasi yang dapat menimbulkan keresahan. Pemerintah terus memberikan perhatian terhadap stabilitas keamanan menjelang peringatan kemerdekaan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan bahwa situasi dalam negeri hingga saat ini berada dalam kondisi terkendali. Penegasan tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, dan Kepala BIN. Menurut Djamari, perkembangan situasi nasional masih berada dalam kendali pemerintah dan aparat keamanan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk mempersiapkan berbagai kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, dengan tetap mengedepankan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Pernyataan Djamari sekaligus memberikan pesan bahwa stabilitas nasional merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pemerintah terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi keamanan nasional. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing, menghindari tindakan provokatif, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Dengan kondisi keamanan yang terkendali, momentum kemerdekaan dapat dirayakan secara lebih nyaman dan positif. Pesan untuk menjaga kondusivitas juga disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Pihaknya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu keamanan yang beredar menjelang HUT ke-81 RI. Sahroni mendorong masyarakat untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa dan menjaga kepentingan Republik Indonesia secara bersama-sama. Ajakan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis, terutama ketika ruang publik dan media sosial dipenuhi berbagai informasi mengenai perkembangan nasional. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.